Viva Sumsel

 Breaking News
  • Sambut Tahun Baru Dengan Garage Party Bersama THE 1O1 Palembang Rajawali VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Welcome Desember! Tidak terasa sudah memasuki akhir tahun 2017. Sudah siap dengan rencana pergantian tahun? Acara pergantian tahun menjadi sesuatu yang sangat special dan sudah menjadi...
  • Kerendahan Hati AY Calon Bupati Muara Enim VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Ditengah-tengah kesibukan dalam menyongsong pemilukada 2018 mendatang, Ahmad Yani Ketua DPC partai Demokrat Kabupaten Muara Enim, masih menyempatkan diri untuk datang bersilatuhrami dengan warga Marlawai....
  • Pemprov Siapkan Enam Rumah Sakit Rujukan VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menyiapkan sedikinya Enam Rumah Sakit (RS) rujukan sebagai sarana pendukung Asian Games 2018. Keenam rumah sakit tersebut adalah, Rumah Sakit...
  • 11 Puskesmas Masih Proses Akreditasi VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang terus berupaya menambah jumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terakreditasi. Ada 40 Puskesmas yang tersebar di...
  • Malam Anugrah Keterbukaan Informasi Publik, Pemkot Palembang Raih Dua Penghargaan Sekaligus VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Komisi Informasi Publik Sumatera Selatan (Sumsel) mengelar Malam Anugrah keterbukaan Informasi Publik Tingkat Provinsi Sumsel Tahun 2017 di Griya Agung Palembang, Jumat (8/12) malam. Beberapa instansi...

Ternyata Gafatar Sudah Berkali-Kali Mengajukan Ke Kesbangpol Namun Ditolak

Ternyata Gafatar Sudah Berkali-Kali Mengajukan Ke Kesbangpol Namun Ditolak
Januari 13
09:23 2016
Gafatar/net

Gafatar/net

Viva Sumsel.com – Palembang,  Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) diketahui beberapa kali mengajukan nama organisasinya kepada Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kota Palembang namun selalu ditolak. Tidak terdaftarnya nama Gafatar di Kesbangpol Palembang dikarenakan organisasi ini terlarang dan melenceng dari agama islam.

“Memang mereka (Gafatar : red) sudah beberapa kali mengajukan namun Kesbangpol tidak memasukan organisasi ini didalam daftar karena berdasarkan rapat antara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) menetapakan bahwa organisasi ini terlarang,” ujar Kepala Kesbangpol Palembang, Altur Febriansyah, Rabu, (13/1).

Ia menambahkan, sejak dinyatakan terlarang oleh Kominda dan FKUB kesbangpol pun terus memantau aktivitas organisasi ini sebab meskipun dinyatakan terlarang namun mereka tetap menjalankan aktivitasnya dan kegiatan bakti sosial merupakan media yang dipilih untuk melancarkan aksi mereka.

“Dari pantauan kami bersama unsur FKUB dan Kominda mereka sering melakukan kegiatan bakti sosial seperti kegiatan donor darah, mungkin cara inilah yang dinilai mereka efektif untuk merekrut pengikut baru”” ungkapnya.

Tak sebatas usaha mendaftarkan di Kesbangpol saja kata Altur menambahkan, mereka juga pernah ingin berudiensi dengan Walikota namun lagi-lagi usaha ini kami tolak.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar waspada dengan aktivitas organisasi Gafatar ini meskipun kini organisasi itu menjadi sorotan publik, bukan tidak mungkin mereka akan mengubah aktivitas dan pola rekrutmen dengan cara yang lain. (anz)

Berikut pola ajaran Gafatar

1. Tidak wajib sholat lima waktu
2. Tidak wajib puasa ramadhan
3. Syahadat mereka berbeda
4. Bukan anggota kelompok dianggap kafir
5. Gerakan hampir miri dengan NII
6. Al Musadek dianggap sebagai nabi terakhir

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment