Viva Sumsel

 Breaking News
  • Sambut Tahun Baru Dengan Garage Party Bersama THE 1O1 Palembang Rajawali VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Welcome Desember! Tidak terasa sudah memasuki akhir tahun 2017. Sudah siap dengan rencana pergantian tahun? Acara pergantian tahun menjadi sesuatu yang sangat special dan sudah menjadi...
  • Kerendahan Hati AY Calon Bupati Muara Enim VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Ditengah-tengah kesibukan dalam menyongsong pemilukada 2018 mendatang, Ahmad Yani Ketua DPC partai Demokrat Kabupaten Muara Enim, masih menyempatkan diri untuk datang bersilatuhrami dengan warga Marlawai....
  • Pemprov Siapkan Enam Rumah Sakit Rujukan VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menyiapkan sedikinya Enam Rumah Sakit (RS) rujukan sebagai sarana pendukung Asian Games 2018. Keenam rumah sakit tersebut adalah, Rumah Sakit...
  • 11 Puskesmas Masih Proses Akreditasi VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang terus berupaya menambah jumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terakreditasi. Ada 40 Puskesmas yang tersebar di...
  • Malam Anugrah Keterbukaan Informasi Publik, Pemkot Palembang Raih Dua Penghargaan Sekaligus VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Komisi Informasi Publik Sumatera Selatan (Sumsel) mengelar Malam Anugrah keterbukaan Informasi Publik Tingkat Provinsi Sumsel Tahun 2017 di Griya Agung Palembang, Jumat (8/12) malam. Beberapa instansi...

Ahok : Pembenahan drainase Ibu Kota sudah Ada zaman kepemimpinan Sutiyoso, Fauzibowo

Ahok :  Pembenahan drainase Ibu Kota sudah Ada  zaman kepemimpinan Sutiyoso, Fauzibowo
Oktober 03
13:02 2016

Viva Sumsel –Jakarta,  Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mengklaim semua program besar di Ibu Kota dieksekusi saat dia menjabat. Semua proyek raksasa itu hanya dicanangkan di era Gubernur Sutiyoso dan ditandatangani Gubernur Fauzi Bowo.

Ahok mengatakan, program pembenahan drainase Ibu Kota sudah dicanangkan pada zaman kepemimpinan Sutiyoso dengan program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI). Program tersebut ditandatangani pada zaman Gubernur Fauzi Bowo.

Hal serupa juga terjadi pada proyek Mass Rapid Transit (MRT, dan Light Rail Transit (LRT). “Sama kayak MRT semua zamannya mereka. Tapi siapa yang eksekusi? Itu yang saya sama pak Jokowi sampaikan,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016).

Ahok mengungkapkan, pada kepemimpinannya sistem pembenahan saluran dimulai, seperti pembentukkan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), pembentukan Unit Pelaksana Kerja (UPK) Badan Air. Keduanya diintegrasikan dengan pengawasan melalui Smart City. Semua sistem ini dikerahkan untuk membentuk sungai yang bersih.

“Jakarta enggak butuh program, teori-teori, kita harus eksekusi, harus tindakan nyata,” ujar Ahok.

Terkait ucapan bakal calon gubernur DKI Anies Baswedan yang menyebut bersihnya sungai di Jakarta merupakan program Fauzi Bowo, Ahok hanya tertawa.

Ahok mengklaim, search engine (mesin pencari) Google saja memperbaiki frasa ‘sungai bersih karena Foke’ mengarah kepada dirinya.

“Orang iseng kirim ke saya ‘sungai di Jakarta bersih karena Foke’ langsung ditulis ‘Did you mean sungai bersih karena Ahok‘. Itu Google gitu loh,” kata Ahok sambil tertawa.

Ahok kembali mengkritik Anies soal JEDI. Ahok bilang, JEDI dan pembenahan sungai tidak memiliki hubungan. Pembersihan sungai Ibu Kota merupakan program tersendiri di Jakarta.

“Jadi maklumlah, pak Anies namanya calon gubernur kan dia bukan petahana, mungkin dia enggak tahu data. Jadi tim suksesnya cari data juga salah. Saya sarankan cari di Google deh,” ujar Ahok sambil tertawa.(Metro TV)

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment