Viva Sumsel

 Breaking News
  • Disdik Bakal Rombak Penerimaan Siswa Baru Operator PPDB Dipecat   VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) bakal merombak sistem pengumuman dan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal ini lantaran adanya kesalahan input...
  • Empat Bapaslon Wako Palembang Lulus Tes Kesehatan VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Empat Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Palembang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) untuk tes kesehatan, hal ini diungkapkan saat rapat Pleno di aula demokrasi Komisi Pemilihan Umum...
  • Operasional Sekolah, Tanggungjawab Pemerintah VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Adanya iuran atau bayaran di sekolah pada tahun ajaran baru terus menjadi perbincangan hangat setiap tahunnya. Apalagi Perda yang mengatur program sekolah gratis (PSG) saat ini...
  • Kantor Imigrasi Klas I A Palembang Klarifikasi Temuan Pungli Ombudsman VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Beredarnya berita dibeberapa media cetak, elektronik maupun online di Sumsel terkait temuan Ombudsman perwakilan Sumsel mengenai adanya Pungutan Liar (Pungli)  pembuatan paspor dikantor imigrasi klas 1A...
  • Penyelesaian Pembangunan Jembatan Musi IV Terancam Molor VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Pembangunan Jembatan Musi IV bakal menjadi penunjang pelaksanaan Asian Games terancam tertunda dari jadwal penyelesaiannya, itupun ada yang belum terselesaikan akibat belum rampungnya proses  pergantian lahan...

IGI Sebut 90 persen Guru Belum Mendapat Pelatihan Peningkatan Kompetensi

IGI Sebut 90 persen Guru Belum Mendapat Pelatihan Peningkatan Kompetensi
Oktober 31
10:35 2016

VIVA SUMSEL.COM – Palembang, Ikatan Guru Indonesia (IGI) gelar rapat kerja daerah pertama di Kota Palembang, dengan pembahasan 90 persen guru belum mendapat pelatihan peningkatan kompetensi

Dalam meningkatkan kompetensi guru, pelatihan menjadi salah satu upaya yang harus dilakukan oleh instansi terkait dengan profesi guru. IGI merasa sangat prihatin dengan kompetensi guru saat ini. Sebab dari pandangan IGI, guru di Indonesia masih sangat banyak yang belum tersentuh pelatihan peningkatan mutu profesinya.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua IGI Pusat, Muhammad Ramli Rahim mengatakan pihaknya tengah berupaya menggelar berbagai kegiatan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru. Menurutnya, guru adalah salah satu pencetak generasi yang berkualitas.

“Persentase guru yang belum mendapat pelatihan keprofesian mencapai angka 90 persen. Berangkat dari fakta inilah IGI didirikan sebagai solusi mengatasi masalah ini,” ulasnya usai rapat kerja daerah (rakerda) pertama IGI Kota Palembang, Minggu (30/10).

Ada berbagai faktor yang menjadi penyebab tingginya angka guru yang belum mendapatkan pelatihan, diantaranya adanya diotomi pelatihan yang diberikan kepada orang yang sama setiap dilakukannya pelatihan. “Pelatihan memang sering dilaksanakan, namun tidak merata kesemua guru. Karena terlalu sering mengirim orang yang sama untuk pelatihan, terkadang momen pelatihan menjadi sia-sia dan hanya menjadi ajang silahturahmi antar guru tertentu yang terlalu sering dikirim untuk pelatihan,” tegasnya.

Pihak IGi sendiri, lanjutnya, telah memberikan peluang kepada guru untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, seperti satu guru satu karya tulis ilmiah (KTI), satu guru satu blok, satu guru satu inovasi, satu guru satu buku, satu guru satu animasi drawiing, satu guru satu komik dan satu guru satu android.

“Kedelapan materi kanal inilah yang akan terus kami (IGI) kembangkan untuk diajarkan kepada guru diberbagai kota/kabupaten di Indonesia. Untuk pelatihannya akan disesuaikan dengan kebutuhan disetiap daerah dengan tujuan peningkatan kompetensinya,” tuturnya.

Hal senada diutarakan oleh Ketua IGI Kota Palembang, Kemas Ari Panji, ia mengutarakan meskipun IGI Palembang masih seumur jagung, pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai kegiatan pelatihan dan workshop kepada guru di Palembang. Ari yakin, IGI bisa membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru.

“Kami (IGI Palembang) dalam waktu dekat ini akan focus untuk pelatihan dalam meningkatkan penggunaan informasi dan teknologi (IT) oleh guru dengan memanfaatkan smartphone yang berbasis Android dalam proses pembelajarannya. Selain fleksibel, program ini juga bisa membantu guru untuk penguasaan IT yang masih manjadi kendala utama dalam melakukan tes ujian sertifikasi,” pungkasnya.(res)

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment