Viva Sumsel

 Breaking News
  • Empat Bapaslon Wako Palembang Lulus Tes Kesehatan VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Empat Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Palembang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) untuk tes kesehatan, hal ini diungkapkan saat rapat Pleno di aula demokrasi Komisi Pemilihan Umum...
  • Operasional Sekolah, Tanggungjawab Pemerintah VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Adanya iuran atau bayaran di sekolah pada tahun ajaran baru terus menjadi perbincangan hangat setiap tahunnya. Apalagi Perda yang mengatur program sekolah gratis (PSG) saat ini...
  • Kantor Imigrasi Klas I A Palembang Klarifikasi Temuan Pungli Ombudsman VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Beredarnya berita dibeberapa media cetak, elektronik maupun online di Sumsel terkait temuan Ombudsman perwakilan Sumsel mengenai adanya Pungutan Liar (Pungli)  pembuatan paspor dikantor imigrasi klas 1A...
  • Penyelesaian Pembangunan Jembatan Musi IV Terancam Molor VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Pembangunan Jembatan musi IV bakal menjadi penunjang pelaksanaan Asian Games terancam dan tertunda dari jadwal penyelesaiannya, itupun ada yang belum terselesaikan akibat belum pergantian lahan warga....
  • Terapkan Visi Pelayanan Samsat “Cepat 2018” VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Sumatera Selatan terus mengupayakan peningkatan pelayanan dan penyempurnaan di tahun 2018 Sebagai percontohan layanan Samsat baik Samsat  Palembang I dan...

Wawako: Puskesmas Wajib Berikan Informasi Penyakit yang dirujuk Atau Tidak

Wawako: Puskesmas Wajib Berikan Informasi Penyakit yang dirujuk Atau Tidak
November 30
13:35 2016

VIVA SUMSEL.COM – Palembang, Guna memberikan pelayanan baik serta tidak mengecewakan masyarakat berobat, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda menghimbau kepada seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) memasang sepanduk pemberitahuan dari 155 penyakit yang bisa dilayani Puskesmas atau tidak.

Menurut Fitrianti Agustinda, pelayanan kesehatan di Puskesmas ini harus memberikan informasi kepada pasien.

“Seperti penyakit dalam yang tidak terlalu berat bisa diobati di Puskemas tersebut tanpa harus meminta rujukan ke Rumah Sakit besar, kalau memang tidak bisa ditindak lanjut baru diberikan rujukan.  Saya tadi kasihan ada salah satu pasien yang sudah lanjut usia menunggu antrian, ketika masuk diruang periksa ternyata pihak dokter tidak bisa memberikan pengobatan dan harus dirujuk.

Hal semacam ini haruslah ada sumber informasi jenis penyakit yang bisa diatasi Puskesmas atau tidak, perlu diutamakan pasien yang sudah lanjut usia harus didahulukan tanpa harus menunggu,”jelasnya rabu (30/11/2016).

Sementara itu, kepala Puskesmas Bombaru Dr. Dian mengatakan jika di Puskesmas yang ada di Bombaru ini letaknya berhadapan dengan Rs Bombaru.

“Nah jika dilihat dari masalah yang ada, pasien berobat dengan penyakit serius mereka lebih memilih untuk meminta rujukan ke Rumah Sakit tersebut karena bisa ditindak lanjuti dengan Dokter spesialis. Jika tadi Wawako mengajurkan untuk memberikan informasi penyakit yang bisa diobati di Puskesmas atau tidak agar para pasien bisa mengetahui informasi tersebut,”tutupnya. (Ize)

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment