Viva Sumsel

 Breaking News

Proses Pembangunan Terbengkalai, Tiga Kelas SDN 223 Palembang Terancam Ambruk

Proses Pembangunan Terbengkalai, Tiga Kelas SDN 223 Palembang Terancam Ambruk
Desember 02
15:00 2016

VIVA SUMSEL.COM – Palembang, Tiga ruangan belajar dalam satu gedung di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 223 Palembang, terbengkalai sejak tahun 2007 lalu.

Ketiga ruang belajar di SDN 223 Palembang yang terletak di Jalan Ki Kemasrindo RT 30 RW 04 Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati, terbengkalai sejak tahapan pembangunannya ditahun 2007 silam. Dari data yang berhasil dihimpun, terbengkalainya gedung tersebut akibat berhentinya pembangunan tiga ruang kelas ini karena pencairan pendanaanya dilakukan secara bertahap dan tidak menyeluruh

Kepala SDN 223 Palembang Bariati melalui wakilnya Nurhasanah mengaku, tahun 2007 lalu SDN 223 Palembang dapat bantuan pembangunan satu gedung baru untuk tiga ruang kelas baru dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang.

“Kontruksi bangunan sudah dimulai sejak 2007 lalu, namun sayangnya pihak pemborong tidak bisa melanjutkan bangunan tersebut. Dengan alasan dana yang didapat dari Disdikpora untuk pembangunan telah habis, makanya pihak pemborong tidak bisa menyelesaikan ruang kelas tersebut. Dan sampai saat ini belum ada tindak lanjut pembangunan yang hanya menyelesaikan, pondasi, lantai dinding dan atap kelas saja,” akunya di ruang kerjanya, Kamis (1/12).

Belum lagi SDN 223 Palembang didirikan di wilayah perairan yang juga minim akan ruang terbuka atau lapangan untuk aktivitas siswa lainnya. Dijelaskannya, setelah menunggu cukup lama dan masih tidak ada kepastian kapan pembangunan ini akan diteruskan, maka pihaknya menggunakan bangunan ini sebagai aula untuk olahraga dan kegiatan lainnya.

 Dikatakannya, saat ini bangunan kelas sudah mulai rapuh baik dari lantainya yang masih menggunakan papan kayu dan atap yang mulai bocor.

“Yang kami takutkan adalah lantai ruangan tersebut anjlok dan siswa terperosok disana. Oleh sebab itu, kami berharap agar pembangunan tersebut segera diselesaikan dan lantai yang sudah bobrok juga ikut diganti,” harapnya melalui koran kito.

Selain itu, total pelajar SDN 223 Palembang berjumlah 166 orang dengan tenaga pengajar PNS dan honorer ada 10 orang. Ruang kelas saat ini ada lima ruang, sedangkan untuk rombel belajar siswa ada sebanyak 6 rombel. Karena keterbatasan tersebut, pihaknya mau tidak mau menerapkan ada beberapa kelas yang digabung secara pararel.

“Sebelum menjadi SDN 223, dulunya ini ada dua sekolah yang dimerger menjadi satu sekolah diantaranya SDN 288 sama SDN 289 jadi SDN 275, lalu berubah lagi jadi SDN 223 Palembang,” bebernya.

Sementara itu, Plt. Kepala Biddang (Kabid) Perencanaan Pebangunan Sekolah (PPS) Disdipora Kota Palembang Herman Wijaya mengatakan, pemberhentian kontruksi gedung sekolah di SDN 223 Palembangng tersebut disebabkan pencairan dana bantuan yang turun secara bertahap dengan besaran yang berbeda setiap pencairannya. Makanya, berdampak pada proses pembangun gedung sekolah yang terhentikan sementara sampai dana tahap berikutnya dicairkan lagi oleh pemerintah.

“Kami terus utamakan sekolah yang benar-benar membutuhkan bantuan untuk dibuatkan gedung baru ataupun hanya sekedar direnovasi. Tapi kendala yang sangat signifikan itu adalah proses pencairan dana bantuan sendiri tidak bisa cepat, seperti yang diharapkan oleh pihak sekolah karena harus melalui berbagai prosedur yang ada. Kami berharap agar pihak sekolah bisa bersabar untuk menunggu kelanjutan pembangunan hingga dana tahapan selanjutnya cair,” pungkas Herman. (Tej)

 

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment