Viva Sumsel

 Breaking News
  • Disdik Bakal Rombak Penerimaan Siswa Baru Operator PPDB Dipecat   VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) bakal merombak sistem pengumuman dan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal ini lantaran adanya kesalahan input...
  • Empat Bapaslon Wako Palembang Lulus Tes Kesehatan VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Empat Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Palembang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) untuk tes kesehatan, hal ini diungkapkan saat rapat Pleno di aula demokrasi Komisi Pemilihan Umum...
  • Operasional Sekolah, Tanggungjawab Pemerintah VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Adanya iuran atau bayaran di sekolah pada tahun ajaran baru terus menjadi perbincangan hangat setiap tahunnya. Apalagi Perda yang mengatur program sekolah gratis (PSG) saat ini...
  • Kantor Imigrasi Klas I A Palembang Klarifikasi Temuan Pungli Ombudsman VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Beredarnya berita dibeberapa media cetak, elektronik maupun online di Sumsel terkait temuan Ombudsman perwakilan Sumsel mengenai adanya Pungutan Liar (Pungli)  pembuatan paspor dikantor imigrasi klas 1A...
  • Penyelesaian Pembangunan Jembatan Musi IV Terancam Molor VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Pembangunan Jembatan Musi IV bakal menjadi penunjang pelaksanaan Asian Games terancam tertunda dari jadwal penyelesaiannya, itupun ada yang belum terselesaikan akibat belum rampungnya proses  pergantian lahan...

Ekspor Minyak Sawit Indonesia Meningkat Sejalan Dengan Produksi

Ekspor Minyak Sawit Indonesia Meningkat Sejalan Dengan Produksi
Desember 14
17:31 2016

VIVA SUMSEL.COM – Palembang, September dan Oktober adalah bulan puncak panen kelapa sawit pada tahun 2016. Menurut data yang diolah GAPKI produksi minyak sawit Indonesia tercatat meningkat 6,5% di Oktober dibandingkan dengan September lalu atau dari 3,33 juta ton di September naik menjadi 3,55 juta ton pada Oktober. Peningkatan produksi tidak serta merta membengkakkan stok minyak sawit Indonesia karena ekpsor pada Oktober menggelembung.

Stok minyak sawit Indonesia pada Oktober 2016 tercatat sebanyak 2,18 juta ton. Angka ini menunjukkan kenaikan yang sangat tipis yaitu 0,4% dibandingkan September lalu, dimana stok berada pada posisi 2,17 juta ton. Sementara itu, produksi minyak sawit Indonesia pada November diperkirakan akan mulai menurun karena memasuki seasonal turun.

Menurut catatan GAPKI, ekspor minyak sawit (CPO dan turunannya) Indonesia termasuk biodiesel dan oleochemical pada Oktober meningkat 34% dibandingkan dengan September lalu, atau dari 1,89 juta ton di September naik menjadi 2,54 juta ton pada Oktober. Ekspor minyak sawit Indonesia terkerek karena adanya peningkatan permintaan dari hampir semua negara tujuan utama ekspor minyak sawit Indonesia kecuali Amerika Serikat dan Pakistan. Para traders mengambil kesempatan untuk membeli di saat harga sedang melemah dan mengantisipasi kenaikan harga pada bulan berikutnya karena akan ada permintaan tinggi jelang hari raya Natal dan Tahun Baru.

Secara persentase ekspor ke negara-negara Timur Tengah, Afrika dan Bangladesh meningkat sangat signifikan, dimana masing-masing membukukan kenaikan 147%, 154% dan 117%. Kenaikan yang cukup signifikan secara volume dibukukan negara-negara Uni Eropa yaitu 163,57 ribu ton (naik 75,5%) atau dari 216,59 ribu ton di September terkerek menjadi 380,15 ribu ton pada Oktober. Kenaikan permintaan juga diikuti China yang membukukan kenaikan 32% atau dari 239,42 ribu ton menjadi 316,45 ribu ton dan India mencatatkan kenaikan 32% juga yaitu dari 462,23 ribu ton menjadi 608,51 ribu ton.

Dari industri biodiesel, data yang berhasil dikumpulkan GAPKI menunjukkan serapan biodiesel pada Oktober sebesar 283 ribu kiloliter (kl). Angka ini menunjukkan peningkatan penyerapan sebesar 10% dibandingkan dengan September lalu yang hanya mencapai 257 ribu kl. Sementara itu, ekspor biodiesel pada Oktober tercatat 97 ribu kl.

Harga CPO sepanjang bulan Oktober bergerak di kisaran US$ 690 – US$ 755 per metrik ton, dengan harga rata-rata sebesar US$ 722 per metrik ton. Sementara itu harga sepanjang November bergerak di kisaran US$ 722.5 – US$ 780 per metrik ton. Prospek kenaikan harga diperkirakan masih akan terjadi karena jelang hari raya Natal dan Tahun Baru.

GAPKI memperkirakan harga CPO global sepanjang Desember akan bergerak di kisaran US$ 750 – 800 per metrik ton. Sementara itu, Pemerintah Indonesia telah menetapkan pengenaan bea keluar nol pada bulan Desember karena harga rata-rata CPO berada di bawah batas bawah aturan pengenaan bea keluar yaitu US$ 750 per metrik ton. (anz)

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment