Viva Sumsel

 Breaking News

Di Sumatera, UKB Yang Pertama Buka Prodi Magister Kebidanan

Di Sumatera, UKB Yang Pertama Buka Prodi Magister Kebidanan
Desember 18
21:30 2016

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Universitas Kader Bangsa (UKB) Palembang resmikan gedung paska sarjana dan membuka program studi (prodi) Magister Kebidanan (S2).

Bersamaan dengan diresmikannya kampus B (paska sarjana) UKB yang baru saja selesai dibangun, UKB juga meresmikan pembukaan prodi Master Kebidanan di gedung paska sarjana UKB Plaju Palembang, Sabtu (17/12). Gedung ini sendiri mempunyai 16 ruang belajar, dimana 12 ruang besar dengan daya tampung 40 orang dan empat ruang kecil dengan kapasitas tampungan 20 orang. Ada juga ruang diskusi, perpustakaan dan fasilitas standar lainnya.

Rektor UKB melalui Wakil Rektor 1 UKB Palembang Ferroka Wathan mengungkapkan, prodi Magister (S2) Kebidanan masih sangat langka di Indonesia, dan hal inilah yang mempelopori UKB untuk mendirikan prodi tersebut selain memang mendapat mandat dari pihak Himpunan Perguruan Tinggi Swasta Kesehatan (HPTS Kes).

“Saya kira prodi ini termasuk yang pertama di Sumatera, silahkan di cek bahkan di Indonesia saja yang resmi dibuka baru ada tiga termasuk disini (UKB),” ungkap Ferroka wartawanseusai peresmian gedung paska sarjana UKB, Sabtu (17/12).

Dikatakannya, selain prodi Magister Kebidanan pihaknya juga membuka prodi Farmasi, Hukum dan Manajemen dengan jenjang yang sama. Saat ini, lanjutnya, sudah ada 20 dosen pengajar S2 tetap dimana 13 dosen pengajar jurusan kesahatan dan tujuh dosen lainnya mengajar hukum.

“Kami juga menjalin kerjasama dengan pihak universitas dari dalam dan luar negeri sebagai dosen tambahan yang diperbantukan. Seperti baru-baru ini kami menjalin kerjasama dengan pihak Jepang dan sebelumnya menjalin kerjasama dengan pihak Amerika, Eropa, Australia dan Filiphina,” ujarnya.

Dengan rasio 1:30, maka pada penerimaan awal pihaknya siap menampung 240 calon mahasiswa Magister Kebidanan di tahun ajaran baru.

“Pendaftarannya sendiri insyallah akan kami buka tahun depan dari bulan April hingga pertengahan Oktober. Dengan delapan dosen tetap maka kami siap menampung 240 calon mahasiswa baru,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristek Dikti Riduan Anzib menambahkan, sebenarnya ada 20 unversitas yang mengusulkan untuk membuka prodi Magister Kesehatan, namun hanya 12 prodi saja yang dinilai sudah layak dan siap untuk dibuka.

“Ada enam atau tujuh prodi Magister yang disetujui Kemenristek Dikti untuk dibuka dan selebihnya Magister Keperawatan. Namun UKB termasuk yang sudah siap karena sudah memenuhi persyaratannya,” akunya.

Menurut Riduan, ada lima syarat utama dalam mendirikan sebuah institusi maupun prodi baru yaitu harus memiliki lahan, gedung infrastruktur, dosen, finansial, dan program yang disusun harus memenuhi standar minimal perguruan tinggi. Diakuinya, hampir setiap perguruan tinggi yang mengusulkan pengembangan programnya maupun membuka prodi Magister ataupun doctor terkendala di dosen.

“Untuk menyiapkan dosen bertitle Doktor saja butuh waktu lima tahun, inilah yang menjadi kendala utamanya. Tiap prodi Magister yang dibuka memiliki syarat tersendiri yaitu minimal punya enam orang dosen S3 yang linear. Dan kami lihat di UKB ini sudah memiliki delapan dosen tetap untuk mengajar di prodi Magister Kebidanan, maka dari itu langsung kami resmikan,” pungkas Riduan. (tej)

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment