Viva Sumsel

 Breaking News
  • Disdik Bakal Rombak Penerimaan Siswa Baru Operator PPDB Dipecat   VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) bakal merombak sistem pengumuman dan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal ini lantaran adanya kesalahan input...
  • Empat Bapaslon Wako Palembang Lulus Tes Kesehatan VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Empat Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Palembang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) untuk tes kesehatan, hal ini diungkapkan saat rapat Pleno di aula demokrasi Komisi Pemilihan Umum...
  • Operasional Sekolah, Tanggungjawab Pemerintah VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Adanya iuran atau bayaran di sekolah pada tahun ajaran baru terus menjadi perbincangan hangat setiap tahunnya. Apalagi Perda yang mengatur program sekolah gratis (PSG) saat ini...
  • Kantor Imigrasi Klas I A Palembang Klarifikasi Temuan Pungli Ombudsman VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Beredarnya berita dibeberapa media cetak, elektronik maupun online di Sumsel terkait temuan Ombudsman perwakilan Sumsel mengenai adanya Pungutan Liar (Pungli)  pembuatan paspor dikantor imigrasi klas 1A...
  • Penyelesaian Pembangunan Jembatan Musi IV Terancam Molor VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Pembangunan Jembatan Musi IV bakal menjadi penunjang pelaksanaan Asian Games terancam tertunda dari jadwal penyelesaiannya, itupun ada yang belum terselesaikan akibat belum rampungnya proses  pergantian lahan...

Sebelum Pemecahan Rekor, Kunto Pernah Bermimpi Bermain Drum Disuatu Kota Dipingggir Sungai

Sebelum Pemecahan Rekor, Kunto Pernah Bermimpi Bermain Drum Disuatu Kota Dipingggir Sungai
Januari 07
08:20 2017

VIVA SUMSEL.COM – Palembang, Kata Kunto Hartono, suatu malam di bulan Febuari 2016 dirinya sempat bermimpi akan menjalani suatu lompatan besar, tempat yang digambarkan dalam mimpi itu adalah suatu kota dan dipinggir sungai namun dirinya tidak begitu tahu kota apakah itu dan sungai apakah itu tapi yang jelas ia melakukannya dipinggir sungai. Selang dua bulan atau tepatnya bulan April dirinya beraudiesi dengan Gubernur Sumsel, Ir Alex Noerdin dan Walikota Palembang, H. Harnojoyo guna mengutarakan niatannya memecahkan rekor longest Marathon Drum 145 Hour nonstop di Palembang dan tempat yang diputuskan adalah pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. Dirinyapun teringat mungkin yang dimaksud tempat dalam mimpi tersebut adalah kota Palembang dan BKB adalah kawasan pinggir sungai Musi. Bertambah yakin maka dirinya mantap memilih Palembang sebagai tempat pemecahan rekor dunia.

Karena telah memutuskan pilihan di kota Palembang, Pria asal Banyuwangi ini menolak tawaran dari salah satu Event Organizer (EO) untuk melakukannya di Kuala Lumpur, Malaysia, tawaran itu datang lagi via What Apps (WA), Kunto sangat yakin bumi sriwijayalahlah tempat yang tepat selain itu sebagai orang Indonesia ia lebih senang jika pemecahan rekor dilakukan di dalam negeri.

Tepat pukul 14.36 Wib dirinya berhasil mencatatkan namanya dalam Guiness World Record nonstop 145 jam bermain drum, semula rekor dipegang oleh Steve Gaul dari Kanada dengan nonstop 134 jam tahun 2015, rekor Steve Gaul ini dipecahkan Kunto Jumat, (6/1) dini hari pukul 02.00 wib. Perjalanannya sendiri dimulai pada Jumat, 30 Januari 2016 pukul 20.00 Wib dan berakhir Jumat, 6 Januari 2017 pukul 14.36 atau tujuh hari tujuh malam. Sebelumnya, dia pernah menciptakan record nonstop 122 jam di Malang pada tahun 2012.

“Saya teringat pada mimpi saya bermain drum disuatu tempat tapi dipinggir sungai dan ternyata mimpi itu benar-benar jadi kenyataan,” Ujar Kunto ketika diminta pendapatnya sesaat setelah dirinya berhasil memecahkan rekor dunia, Jumat, (6/1).

Dengan capaian ini, Komandan Resor Militer (Korem) 044 Garuda Dempo, Kol Inf Kunto Arief Wibowo dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0418 Palembang, Letkol Inf Ferdi Prasetyono langsung menceburkan diri ke Sungai Musi. Aksi dilakukan terkait nazar dari dua perwira Kodam II/Sriwijaya ini jika Kunto sukses menciptakan nonstop 145 jam dan memang pelaksanaan event rekor dunia ini juga terkait HUT Kodam II/Sriwijaya ke 71.

“Kami berdua bersama pasukan langsung menceburkan diri karena Kunto Hartono berhasil memecahkan rekor menggebuk drum terlama,” ujar Komandan Resor Militer (Korem) 044 Garuda Dempo, Kol Inf Kunto Arief Wibowo dengan sekujur tubuh yang basah.

Menurutnya ini torehan yang menganggumkan dari seorang putra bangsa dengan mencatatkan namanya pada tintaemas, prajurit Kodam II/Sriwijaya juga membentangkan bendera merah putih raksasa bertepatan dengan detik-detik penciptaan rekor dunia ini. (anz)

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment