Viva Sumsel

 Breaking News
  • KPUD Muara Enim Adakan Diskusi Penataan Dapil Pemilu 2019 VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Menjelang kompetisi pemilu 2019 mendatang KPUD  Muara Enim, terus melakukan sosialisasi, diskusi publik dan tahap-tahap persiapan demi terselenggaranya pemilu yang damai tanpa gejolak. Berdasarkan Undang-undang...
  • Venue Jakabaing Akan Diperindah Dengan Permainan Lighting Dari Philips VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Seluruh kawasan komplek olahraga berstandar Internasional Jakabaring Sport City (JSC) akan menjadi kawasan yang terang benderang pada pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang. Bahkan beberapa venue olahraga...
  • Peresmian Kantor Baru PT Daikin Cabang Palembang VIVA SUMSEL.COM, Palembang – PT. Daikin Airconditioning Indonesia memandang penting mengembangkan pangsa pasarnya di Kota Palembang, Disamping sebagai kota kedua terbesar di Sumatera, Geliat ekonomi kota ini terus tumbuh seiring...
  • Sambut Tahun Baru Dengan Garage Party Bersama THE 1O1 Palembang Rajawali VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Welcome Desember! Tidak terasa sudah memasuki akhir tahun 2017. Sudah siap dengan rencana pergantian tahun? Acara pergantian tahun menjadi sesuatu yang sangat special dan sudah menjadi...
  • Kerendahan Hati AY Calon Bupati Muara Enim VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Ditengah-tengah kesibukan dalam menyongsong pemilukada 2018 mendatang, Ahmad Yani Ketua DPC partai Demokrat Kabupaten Muara Enim, masih menyempatkan diri untuk datang bersilatuhrami dengan warga Marlawai....

7 Pesawat Diteror Laser Saat Hendak Landing di Bandara Hasanuddin Makassar

7 Pesawat Diteror Laser Saat Hendak Landing di Bandara Hasanuddin Makassar
Juli 04
23:04 2017

VIVA SUMSEL.COM, Makassar – Sedikitnya tujuh pesawat komersial dari sejumlah daerah yang hendak transit dan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar diteror mainan laser, Selasa (4/7/2017) malam.

Ketujuh pesawat yang diteror mainan laser yakni maskapai Lion Air 740 dari Surabaya, Citilink 612 dari Surabaya, Sriwijaya 726 dari Bali, Lion Air 640 dari Yogyakarta, Batik Air 6231 dari Palu, Batik Air 6183 dari Jayapura, dan Garuda 620 dari Jakarta.

Data yang dilansir Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), ketujuh pesawat ini mendapat teror antara pukul 18.00 sampai pukul 21.00 Wita. Pilot 7 pesawat tersebut kemudian melaporkan penyalahgunaan laser yang sangat membahayakan penerbangan itu.

General Manager MATSC Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), Novy Pantaryanto yang dikonfirmasi membenarkan adanya 7 laporan dari pesawat yang diteror laser. Serangan laser diperkirakan berjarak 9 KM dari landasan pacu yang diduga berasal dari Kabapaten Gowa.

 “Kami akan koordinasi dengan pihak TNI AU Lanud Hasanuddin besok pagi terkait serangan laser ini. Kita akan menindaklanjuti laporan serangan laser ini yang membahayakan penerbangan di Makassar,” tegasnya.

ATS Operasional Coordinator, Yuyun Nugraha menambahkan, sinar-sinar dari mainan laser yang dimainkan masyarakat dan diarahkan ke pesawat sangat mengganggu konsentrasi pilot. Sebab, pilot hendak melakukan pendaratan.

Bahkan sinar mainan laser tersebut dapat membuat temporary blind pada mata pilot. Jika itu terjadi, akan membahayakan penerbangan di Makassar.

“Dapat membuat temporary blind, jika sinar laser tersebut tepat mengenai mata pilot. Nah, dapat kita bayangkan betapa berbahaya penyalahgunaan sinar laser ini di dunia penerbangan. Kami harap masyarakat sekitar kota Makassar turut serta menjaga keselamatan penerbangan,” imbuhnya.

Yuyun mengungkapkan, saat ini Makassar menjadi penghubung antar-bandara untuk tujuan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Karenanya, banyak pesawat yang transit di Makassar pada malam hari untuk selanjutnya kembali terbang ke kota-kota di KTI.

“Penambahan jumlah penerbangan di Makassar semakin banyak, mari kita sama-sama menjaga keselamatan penerbangan di Kota Makassar ini untuk kebaikan kita semua,” iimbau Yuyun.

Teror laser ke pesawat yang hendak mendarat ini, sambung Yuyun, mengalami peningkatan pada tahun ini. Apalagi selama Ramadhan dan setelah Lebaran, serangan laser ke pesawat semakin banyak. (kompas.com).

 

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment