Viva Sumsel

 Breaking News
  • KPUD Muara Enim Adakan Diskusi Penataan Dapil Pemilu 2019 VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Menjelang kompetisi pemilu 2019 mendatang KPUD  Muara Enim, terus melakukan sosialisasi, diskusi publik dan tahap-tahap persiapan demi terselenggaranya pemilu yang damai tanpa gejolak. Berdasarkan Undang-undang...
  • Venue Jakabaing Akan Diperindah Dengan Permainan Lighting Dari Philips VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Seluruh kawasan komplek olahraga berstandar Internasional Jakabaring Sport City (JSC) akan menjadi kawasan yang terang benderang pada pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang. Bahkan beberapa venue olahraga...
  • Peresmian Kantor Baru PT Daikin Cabang Palembang VIVA SUMSEL.COM, Palembang – PT. Daikin Airconditioning Indonesia memandang penting mengembangkan pangsa pasarnya di Kota Palembang, Disamping sebagai kota kedua terbesar di Sumatera, Geliat ekonomi kota ini terus tumbuh seiring...
  • Sambut Tahun Baru Dengan Garage Party Bersama THE 1O1 Palembang Rajawali VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Welcome Desember! Tidak terasa sudah memasuki akhir tahun 2017. Sudah siap dengan rencana pergantian tahun? Acara pergantian tahun menjadi sesuatu yang sangat special dan sudah menjadi...
  • Kerendahan Hati AY Calon Bupati Muara Enim VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Ditengah-tengah kesibukan dalam menyongsong pemilukada 2018 mendatang, Ahmad Yani Ketua DPC partai Demokrat Kabupaten Muara Enim, masih menyempatkan diri untuk datang bersilatuhrami dengan warga Marlawai....

Ini Penjelasan BPOM RI Tentang Penyalahgunaan Obat PCC

Ini Penjelasan BPOM RI Tentang Penyalahgunaan Obat PCC
September 16
10:32 2017

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Sehubungan pemberitaan di berbagai media massa termasuk media sosial baru-baru ini terkait penyalahgunaan obat bertuliskan PCC yang beredar di Kendari, Sulawesi Tenggara hingga menyebabkan 1 (satu) orang meninggal dunia dan 42 orang lainnya harus dirawat di beberapa Rumah Sakit di Kendari, Badan POM RI perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

 Kasus ini tengah ditangani oleh pihak Kepolisian RI bersama Badan POM RI guna mengungkap pelaku peredaran obat tersebut serta jaringannya. Badan POM RI dalam hal ini berperan aktif memberikan bantuan ahli serta uji laboratorium dalam penanganan kasus tersebut.

Badan POM RI secara serentak telah menurunkan Tim untuk menelusuri kasus ini lebih lanjut dan melakukan investigasi apakah ada produk lain yang dikonsumsi oleh korban.

Hasil uji laboratorium terhadap tablet PCC menunjukkan positif mengandung Karisoprodol, dan sedang diuji bahan aktif lain.

Karisoprodol digolongkan sebagai obat keras. Mengingat dampak penyalahgunaannya lebih besar daripada efek terapinya, seluruh obat yang mengandung Karisoprodol, termasuk Somadryl, dibatalkan izin edarnya pada tahun 2013.

Obat yang mengandung zat aktif Karisoprodol memiliki efek farmakologis sebagai relaksan otot namun hanya berlangsung singkat, dan di dalam tubuh akan segera dimetabolisme menjadi zat aktif lain yaitu Meprobamat yang menimbulkan efek menenangkan (sedatif). Efek tersebut menyebabkan obat-obat dengan kandungan zat aktif Karisoprodol disalahgunakan.

Penyalahgunaan Karisoprodol digunakan untuk menambah rasa percaya diri, sebagai obat penambah stamina, bahkan juga digunakan oleh pekerja seks komersial sebagai “obat kuat”.

Badan POM RI sedang dan terus mengefektifkan dan mengembangkan Operasi Terpadu Pemberantasan Obat-Obat Tertentu yang sering disalahgunakan dan memastikan tidak ada bahan baku dan produk jadi Karisoprodol di sarana produksi dan sarana distribusi di seluruh Indonesia.

Untuk menghindari penyalahgunaan obat maupun peredaran obat ilegal, diperlukan peran aktif seluruh komponen bangsa baik instansi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat. Badan POM RI bersama Kepolisian dan BNN serta instansi terkait lainnya telah sepakat untuk berkomitmen membentuk suatu tim Aksi Nasional Pemberantasan Penyalahgunaan Obat yang akan bekerja tidak hanya pada aspek penindakan, namun juga pada aspek pencegahan penyalahgunaan obat. Pencanangan aksi tersebut direncanakan pada tanggal 4 Oktober 2017.

Badan POM RI tetap memantau dan menindaklanjuti pemberitaan ini. Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi contact center HALO BPOM RI di nomor telepon 1-500-533 atau sms 0-8121-9999-533 atau email [email protected] atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di seluruh Indonesia.

BPOM Palembang sendiri telah melakukan investigasi ke apotik dan PBF mulai Kamis, (14/9) dan hasilnya tidak ditemukan pil PCC yang dimaksud. (anz)

 

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment