Viva Sumsel

 Breaking News
  • Sambut Tahun Baru Dengan Garage Party Bersama THE 1O1 Palembang Rajawali VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Welcome Desember! Tidak terasa sudah memasuki akhir tahun 2017. Sudah siap dengan rencana pergantian tahun? Acara pergantian tahun menjadi sesuatu yang sangat special dan sudah menjadi...
  • Kerendahan Hati AY Calon Bupati Muara Enim VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Ditengah-tengah kesibukan dalam menyongsong pemilukada 2018 mendatang, Ahmad Yani Ketua DPC partai Demokrat Kabupaten Muara Enim, masih menyempatkan diri untuk datang bersilatuhrami dengan warga Marlawai....
  • Pemprov Siapkan Enam Rumah Sakit Rujukan VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menyiapkan sedikinya Enam Rumah Sakit (RS) rujukan sebagai sarana pendukung Asian Games 2018. Keenam rumah sakit tersebut adalah, Rumah Sakit...
  • 11 Puskesmas Masih Proses Akreditasi VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang terus berupaya menambah jumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terakreditasi. Ada 40 Puskesmas yang tersebar di...
  • Malam Anugrah Keterbukaan Informasi Publik, Pemkot Palembang Raih Dua Penghargaan Sekaligus VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Komisi Informasi Publik Sumatera Selatan (Sumsel) mengelar Malam Anugrah keterbukaan Informasi Publik Tingkat Provinsi Sumsel Tahun 2017 di Griya Agung Palembang, Jumat (8/12) malam. Beberapa instansi...

PePATRI Sahkan Kode Etik Untuk Pengobat Alternatif

PePATRI Sahkan Kode Etik Untuk Pengobat Alternatif
Oktober 20
13:14 2017

VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Sebagai organiasi yang dilahirkan khusus untuk mewadahi pengobat alternatif di seluruh Indonesia, Perkumpulan Pengobat Alternatif Tradisional & Ramuan Indonesia (PePATRI)  berhasil menyusun kode etik bagi pengobat alternatif Indonesia. Kode etik ini dirumuskan dalam rapat kerja naional (RAKERNAS) PePATRI yang diselenggarakan 18-19 Oktober 2017 di Hotel Narita Tangerang. Rapat yang dihadari Korwil PePatri dari 30 Provinsi ini menetapkan Kode Etik yang terdiri dari 18 Pasal. Dengan Kode Etik ini PePatri berharap dapat menghadirkan para pengobat alternatif yang profesional dan terseleksi.

“Kami (PePATRI) sebagai wadah organisasi profesional ingin mensetarakan diri dengan organisasi prosional lainnya seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Karena itu kami benar benar akan menerapkan standardisasi yang ketat untuk penerimaan anggota, salah satunya adalah dengan melakukan uji kompetensi yang ditangani langsung oleh para pakar atau praktisi yang sudah teruji dan berpengalaman. Karena alasan ini maka dalam waktu dekat kami terus berkonsentrasi dengan anggota anggota yang sudah ada untuk terus meningkatkan keahlian dan profesionalitasnya,” jelas Ketua Umum PePATRI Drs. H. Raden Wijaya, Mc. M.Si, Ph.D.

PePATRI sendiri sudah mengantongi keabsahan hukum sesuai keputusan Kemenkum HAM No. AHU-0014968.AH.01.07.TAHUN 2017. Menurut Wijaya, dalam waktu dekat PePATRI akan menyiapkan seluruh prasarana untuk terbentuknya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSF) yang akan menjadi penjamin mutu seluruh pengobat alternatif tradisional Indonesia.

“Kami tengah melakukan persiapan administrasi guna realisasi MoU dengan beberapa universitas di Indonesia dengan pihak ketiga. Ini kami lakukan dalam upaya peningkatan mutu kualitas para pengobat alternatif tradisional di Indonesia,” tegasnya.(anz)

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment