Viva Sumsel

 Breaking News
  • Empat Bapaslon Wako Palembang Lulus Tes Kesehatan VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Empat Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Palembang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) untuk tes kesehatan, hal ini diungkapkan saat rapat Pleno di aula demokrasi Komisi Pemilihan Umum...
  • Operasional Sekolah, Tanggungjawab Pemerintah VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Adanya iuran atau bayaran di sekolah pada tahun ajaran baru terus menjadi perbincangan hangat setiap tahunnya. Apalagi Perda yang mengatur program sekolah gratis (PSG) saat ini...
  • Kantor Imigrasi Klas I A Palembang Klarifikasi Temuan Pungli Ombudsman VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Beredarnya berita dibeberapa media cetak, elektronik maupun online di Sumsel terkait temuan Ombudsman perwakilan Sumsel mengenai adanya Pungutan Liar (Pungli)  pembuatan paspor dikantor imigrasi klas 1A...
  • Penyelesaian Pembangunan Jembatan Musi IV Terancam Molor VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Pembangunan Jembatan musi IV bakal menjadi penunjang pelaksanaan Asian Games terancam dan tertunda dari jadwal penyelesaiannya, itupun ada yang belum terselesaikan akibat belum pergantian lahan warga....
  • Terapkan Visi Pelayanan Samsat “Cepat 2018” VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Sumatera Selatan terus mengupayakan peningkatan pelayanan dan penyempurnaan di tahun 2018 Sebagai percontohan layanan Samsat baik Samsat  Palembang I dan...

SMK Negeri Wajib Gelar Ujian Sertifikasi Keahlian Secara Mandiri

SMK Negeri Wajib Gelar Ujian Sertifikasi Keahlian Secara Mandiri
Januari 03
23:35 2018

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Di era industri yang tengah berkembang pesat, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya negeri yang mempunyai lebih dari 600 siswa dituntut untuk memberikan ujian sertifikasi atau lisensi kejuruan secara mandiri.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo mengatakan, pada tahun ajaran 2017/2018 saat ini ada aturan baru yang akan diterapkan untuk meningkatkan mutu pendidikan tingkat SMKN di Sumsel. Dimana pihak SMKN yang memiliki siswa 600 lebih harus melaksakan ujian sertifikasi keahlian sendiri. Sedangkan bagi yang kurang dapat menginduk ke sekolah yang sudah mampu menyelenggarakan lisensi secara mandiri atau menggandeng pihak ketiga untuk melabelisasi kompetensi siswanya.

“Sebenarnya sertifikasi atau lisensi untuk siswa SMKN ini memang sangat penting, terlepas dari mampu atau tidaknya sekolah untuk melaksanakannya secara mandiri. Sebab itu penting untuk midal siswa mencari kerja,” katanya, Rabu (3/1).

Kewajiban melaksanakan ujian sertifikasi ini, lanjutnya, merupakan salah satu upaya untuk peningkatkan daya saing secara global. Bahkan, pihaknya telah merencanakan akan menerapkan pembelajaran selama empat tahun bagi siswa SMKN di Sumsel.

“Kalau SMA kita sudah menerapkan kurikulum Cambridge, dua cara ini kita lakukan untuk peningkatan lulusan SMA dan SMK di Sumsel,” cetusnya.

Dijelaskannya, jumlah total SMKN di Provinsi Sumsel sendiri terdapat 113 sekolah yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sumsel. Dari jumlah total tersebut, 57 SMKN diantaranya memiliki siswa diatas 600 orang, bahkan ada yang mencapai di atas dua ribu orang.

“Kita akui, pendidikan dan pelatihan dalam mendapatkan sertifikat ini tidak mudah, maka dari itu kita butuh dukungan dari berbagai pihak,” harapnya. (Ejak)

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment