Viva Sumsel

 Breaking News
  • Empat Bapaslon Wako Palembang Lulus Tes Kesehatan VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Empat Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Palembang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) untuk tes kesehatan, hal ini diungkapkan saat rapat Pleno di aula demokrasi Komisi Pemilihan Umum...
  • Operasional Sekolah, Tanggungjawab Pemerintah VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Adanya iuran atau bayaran di sekolah pada tahun ajaran baru terus menjadi perbincangan hangat setiap tahunnya. Apalagi Perda yang mengatur program sekolah gratis (PSG) saat ini...
  • Kantor Imigrasi Klas I A Palembang Klarifikasi Temuan Pungli Ombudsman VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Beredarnya berita dibeberapa media cetak, elektronik maupun online di Sumsel terkait temuan Ombudsman perwakilan Sumsel mengenai adanya Pungutan Liar (Pungli)  pembuatan paspor dikantor imigrasi klas 1A...
  • Penyelesaian Pembangunan Jembatan Musi IV Terancam Molor VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Pembangunan Jembatan musi IV bakal menjadi penunjang pelaksanaan Asian Games terancam dan tertunda dari jadwal penyelesaiannya, itupun ada yang belum terselesaikan akibat belum pergantian lahan warga....
  • Terapkan Visi Pelayanan Samsat “Cepat 2018” VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Sumatera Selatan terus mengupayakan peningkatan pelayanan dan penyempurnaan di tahun 2018 Sebagai percontohan layanan Samsat baik Samsat  Palembang I dan...

Disdik Sumsel Kehilangan 105 Guru

Disdik Sumsel Kehilangan 105 Guru
Januari 04
17:14 2018

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Tercatat, pada 2018 ini ada 105 guru jenjang Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/K) di Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan pensiun.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Widodo melalui Kasubag Kepegawaian Dinas Pendidikan Sumsel Sri Wahyuni menerangkan, memasuki 2018 ini Sumsel akan kembali mengalami kekurangan guru, hal ini dikarenakan moratorium penerimaan Pegawai Negeri Sipil sejak 2014 lalu dan juga adanya guru yang pensiun di setiap tahunnya.

“Tahun ini saja tercatat ada sebanyak 105 guru SMA/K yang akan pensiun dan berkas usulannya sudah masuk ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumsel. Bahkan mungkin akan bertambah lagi, sebab belum semuanya melapor,” katanya, Kamis (4/1).

Dikatakannya, berdasarkan data Disdik Sumsel saat ini Provinsi Sumsel kekurangan sebanyak 1.600 guru PNS untuk jenjang SMA/K. “Kalau setiap tahun ada pensiun tentu kekurangan tenaga pendidik jenjang SMA/SMK ini akan terus bertambah,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo MPd menyebutkan dampak yang dirasakan dengan terjadinya kekurangan guru SMA/K ini membuat aktifitas kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak berjalan maksimal.

“Dinas Sumsel juga pernah menemukan ada sekolah tingkat SMA yang hanya memiliki satu guru PNS,” bebernya.

Lanjutnya, penambahan guru honor di setiap sekolah tidak memberikan efek yang maksimal untuk menutupi kekurangan guru tersebut.

“Penambahan guru honor bukan solusi,” cetusnya.

Widodo berharap, moratorium penerimaan PNS segera dicabut dan segera merekrut guru PNS dan memetakan kebutuhan guru di masing-masing daerah.

“Sifatnya sudah mendesak, kami berharap usulan kebutuhan guru di Sumsel bisa direalisasikan oleh Pemerintah pusat,” pungkasnya. (Ejak)

 

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment