Viva Sumsel

 Breaking News
  • Empat Bapaslon Wako Palembang Lulus Tes Kesehatan VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Empat Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Palembang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) untuk tes kesehatan, hal ini diungkapkan saat rapat Pleno di aula demokrasi Komisi Pemilihan Umum...
  • Operasional Sekolah, Tanggungjawab Pemerintah VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Adanya iuran atau bayaran di sekolah pada tahun ajaran baru terus menjadi perbincangan hangat setiap tahunnya. Apalagi Perda yang mengatur program sekolah gratis (PSG) saat ini...
  • Kantor Imigrasi Klas I A Palembang Klarifikasi Temuan Pungli Ombudsman VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Beredarnya berita dibeberapa media cetak, elektronik maupun online di Sumsel terkait temuan Ombudsman perwakilan Sumsel mengenai adanya Pungutan Liar (Pungli)  pembuatan paspor dikantor imigrasi klas 1A...
  • Penyelesaian Pembangunan Jembatan Musi IV Terancam Molor VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Pembangunan Jembatan musi IV bakal menjadi penunjang pelaksanaan Asian Games terancam dan tertunda dari jadwal penyelesaiannya, itupun ada yang belum terselesaikan akibat belum pergantian lahan warga....
  • Terapkan Visi Pelayanan Samsat “Cepat 2018” VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Sumatera Selatan terus mengupayakan peningkatan pelayanan dan penyempurnaan di tahun 2018 Sebagai percontohan layanan Samsat baik Samsat  Palembang I dan...

Siswa Sumsel Bangun Rasa Percaya Diri di Perancis

Siswa Sumsel Bangun Rasa Percaya Diri di Perancis
Januari 05
17:17 2018
  • 24 Orang Akan Terbang Ke Perancis

     

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Sedikitnya ada 23 siswa dan satu guru dari Sumsel yang akan berangkat ke Perancis guna melanjutkan program loka karya antara Disdik Sumsel dan sekolah di Perancis.

Keberangkatan siswa Sumsel ke Perancis kali ini diyakini Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo, sebagai salah satu upaya dalam menjalin kerja sama antara Pemerintah Sumsel dan Perancis di bidang pendidikan. Dimana akan adanya pertukaran pelajar, guru serta implementasi sistem pendidikan di Sumsel untuk jenjang Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/K) dengan kurikulum di Perancis.

“Sebetulnya anak-anak ini membangun rasa percaya dirinya di sana, sehingga jika pada waktunya mereka memutuskan untuk kuliah di sana. Minimal mereka sudah belajar bahasa dan kebudayaan Perancis,” katanya seusai melepas pelajar yang akan berangkat ke Perancis di aula SMAN 1 Palembang, Jum’at (5/1).

Dikatakannya, mereka akan berada di sana sekitar 17 hari untuk mengikuti kegiatan non-akademis sekolah di sana. Dan ini merupakan tahapan untuk ke jenjang berikutnya.

“Agendanya membuat mereka berbaur ditingkat akademis dan non-akademis. Berikutnya untuk menepis adanya isu untuk menghabiskan dana saja serta mewujudkan mimpi orangtua di Sumsel untuk menyekolahkan anaknya ke luar negeri dan kita sebagai jemabatannya,” urainya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Palembang Nasrul Bani menambahkan, pada gelombang pertama hanya ada satu orang siswanya yang dikirim ke Perancis. Sedangkan pada kloter kedua ini diakuinya, peminatnya bertambah menjadi 15 orang, namun karena keterbatasan kuota sehingga pihaknya hanya mengirim tujuh orang siswa saja.

“Ini menjadi batu loncatan, karena anak yang pertama berangkat itu kan pemalu dan sekarang menjadi percaya diri dan sudah bisa berbahasa Perancis maka dari itu memotivasi temannya yang lain untuk ikut program ini,” tutupnya. (Ejak)

 

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment