Viva Sumsel

 Breaking News
  • Empat Bapaslon Wako Palembang Lulus Tes Kesehatan VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Empat Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Palembang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) untuk tes kesehatan, hal ini diungkapkan saat rapat Pleno di aula demokrasi Komisi Pemilihan Umum...
  • Operasional Sekolah, Tanggungjawab Pemerintah VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Adanya iuran atau bayaran di sekolah pada tahun ajaran baru terus menjadi perbincangan hangat setiap tahunnya. Apalagi Perda yang mengatur program sekolah gratis (PSG) saat ini...
  • Kantor Imigrasi Klas I A Palembang Klarifikasi Temuan Pungli Ombudsman VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Beredarnya berita dibeberapa media cetak, elektronik maupun online di Sumsel terkait temuan Ombudsman perwakilan Sumsel mengenai adanya Pungutan Liar (Pungli)  pembuatan paspor dikantor imigrasi klas 1A...
  • Penyelesaian Pembangunan Jembatan Musi IV Terancam Molor VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Pembangunan Jembatan musi IV bakal menjadi penunjang pelaksanaan Asian Games terancam dan tertunda dari jadwal penyelesaiannya, itupun ada yang belum terselesaikan akibat belum pergantian lahan warga....
  • Terapkan Visi Pelayanan Samsat “Cepat 2018” VIVA SUMSEL,COM, Palembang – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Sumatera Selatan terus mengupayakan peningkatan pelayanan dan penyempurnaan di tahun 2018 Sebagai percontohan layanan Samsat baik Samsat  Palembang I dan...

Tahun Ajaran 2018/2019, Disdik Kota Palembang Mulai Terapkan Sistem Zonasi Siswa Baru

Tahun Ajaran 2018/2019, Disdik Kota Palembang Mulai Terapkan Sistem Zonasi Siswa Baru
Januari 05
17:49 2018

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Guna menghilangkan label sekolah “unggulan” di mata masyarakat, Kemdikbud mulai terapkan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada tahun ajaran 2018/2019

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang Ahmad Zulinto melalui Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Disdik Kota Palembang Herman Wijaya menerangkan, saat ini Surat Keputusan (SK) untuk menerapkan sistem zonasi tersebut sudah ditanda tangani Walikota Palembang.

“Kita harus tanamkan kepada masyarakat bahwa tidak ada sekolah yang diunggulkan, sebab semuanya akan diunggulkan melalui sistem zonasi yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2018/2019 nanti,” ujarnya, Jum’at (5/1).

Tujuannya sendiri, terang Herman mengenai sistem zonasi, untuk menghindari adanya jual-beli bangku pada sekolah tertentu. Kemudian menghindari urbanisasi, artinya menumpuknya siswa di satu sekolah yang dianggap unggul oleh masyarakat.

“Lalu, juga menilai faktor ekonomi keluarga, jangan sampai ada anak yang sekolahnya jauh dari rumah sementara di dekat lingkungannya ada sekolah. Serta menghindari menumpuknya anak-anak pintar di satu sekolah serta menghapuskan brand sekolah favorit,” terangnya.

Ia menambahkan, dengan ini pemerintah akan meratakan pembangunan serta melengkapi sarana dan pra sarana ditiap sekolah sesuai dengan UU 17/2017 tentang PPDB dari Kemdikbud.

Selain itu, ia menjelaskan persyaratan untuk PPDB 2018/2019 antara lain, pertama untuk SD berdasarkan usia, domisili. Sedangkan untuk SMP yang pertama itu domisili, usia dan terakhir berdasarkan prestasi akademik dan non-akademik yang diakui sekolah dan pemerintah.

“Jika terjadi kelebihan daya tampung dan peminat akan diadakan seleksi yang diharamkan untuk melakukan tes tertulis di sekolah. Yang diambil itu berdasarkan domisili terdekat, lalu usia kemudian prestasinya. Sementara mengenai radius terdekat tidak ada ketentuan khusus dari kementerian,” pungkasnya.

Diketahui, idealnya dalam satu rombel berisi antara 20-32 siswa saja. Dan untuk jenjang SMP ditiadakan untuk sekolah dobel shift. (Ejak)

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment