Viva Sumsel

 Breaking News

Angkutan Batubara Buat Resah Warga Pesisir Sungai Lematang

Angkutan Batubara Buat Resah Warga Pesisir Sungai Lematang
Maret 31
12:20 2020

VIVA SUMSEL.COM, PALI – Setelah angkutan Batu bara dilarang melewati jalan Umum areal Propinsi Sumsel khususnya areal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) yang beberapa tahun belakangan ini meresahkan warga di karenakan merusak jalan dan sering terjadinya korban Kecelakaan.

Kini salah satu perusahaan swasta yang bergerak di angkutan batu bara kembali meresahkan warga, namun bukan melalui jalur darat lagi melainkan jalur air Sungai Lematang.

Hal ini membuat warga pesisir Lematang tambah geram, karena bisa membuat kerugian di masyarakat pesisir Lematang, Senin, (30/03/2020).

Ahir Ahir ini banyak warga protes terhadap Perusahaan yang mengangkut Batu bara melalui jalur sungai Lematang. Seperti yang Beredar setiap hari di Media Sosial Facebook, Di kutip” dari akun fb bernama” Alamsyah Wm” beliau memohon” Tolong kepada Pihak yang Terkait, Terkhusus Pemangku kebijakan, agar di Jelaskan kepada Masyarakat Awam tentang Angkutan Batu bara yang melintas lewat jalur Sungai Lematang? Tanah milik saya di pinggir sungai lematang longsor, lama kelamaam bakalan habis kalau Tongkang pengangkut Batu bara di biarkan terus melewati jalur Sungai Lematang, memang bagi pemangku kebijakan tidak merasah dirugikan, karena tanahnya tidak berada di pinggiran sungai Lematang” ungkap Alamsyah di akun FB nya.

Senada yg di ucapkan” Rilo oscar algatra, juga melalui akun fb nya, Tidak ada Tongkang lewat aja tanah di pinggiran sungai lematang suda sering longsor, apalagi dampak ombak tongkang pengankut batu bara, saya berasumsi lama-lama bakalan habis tanah kami jatuh ke sungai lematang.

Di tambah lagi menurut banyak laporan masyarakat air sungai menjadi tercemar oleh limbah Batu bara, dan juga mengganggu aktivitas nelayan yang kesehariannya mencari nafkah di sungai Lematang tersebut,” ungkap Edi.

Setelah melihat dan mendengar langsung dari masyarakat pesisir lematang mulai hulu (warga desa-desa di kab. muara Enim) dan desa-desa di pesisir lematang Kabupaten PALI, masyarakat meminta supaya angkutan Batubara melalui sungai Lematang untuk dihentikan sebelum jelas status operasionalnya. Kepada pemangku kepentingan secepatnya direspon,” ungkap Hairul mursalin Tokoh Masyarakat Tanah Abang wakil Rakyat Periode 2014-2019.

Hairul Mursalin mengatakan tiba tiba muncul kegiatan ini, sosialisasi kemasyarakat tidak ada, ini dapat kita duga izin prinsip belum ada bahkan sudah ada memakan korban, menenggelamkan perahu masyarakat akibat ombak Tongkang pengangkut batu bara.

Saya dan masyarakat akan menggiring hal ini dan rencana besok akan melayangkan surat protes ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI Juga ke komisi II DPRD PALI,” tambahnya saat di konfirmasi wartawan lewat whashap pribadinya.

Serta surat Nota protes akan kami tembuskan ke Dirjen Perhubungan Laut Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dirjen Lingkungan hidup RI, Pemkab muara enim, Pemkab penukal abab lematang ilir, Dinas Perhubungan PALI,” Tutupnya.

Terkait hal ini “Pranata” juga mengatakan, Minggu,  (29/03/ 2020) terjadi karam tengah Lematang perahu ngangkut buah rambai punya heri, itu dampak ombak Tongkang, kalau bicara dampak itu banyak, Mulai dari debu batu bara, tanah longsor, nelayan pencari ikan,” ungkap Pranata.

“Hal ini dapat menurunkan omzet pendapatan nelayan di pesisir Lematang serta dapat mengakibatkan air kotor padahal semua masyarakat tau bahwa sumber air PDAM Kabupaten PALI dari Sungai Lematang,” tutup Pranata. (ed)



About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Kalender

Maret 2020
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Banner Ucapan ramadhan

Karir Pad Widget