Viva Sumsel

 Breaking News
  • PLN Beri Bantuan Yohanis Beasiswa Hingga S1 VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Tergerak atas aksi heroik yang dilakukan oleh Yohanis siswa SMP di Atambua, NTT, PLN Peduli mengapresiasi tindakan tersebut dengan memberikan bantuan beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi...
  • Timnas Rollerskate Indonesia Harapkan Dukungan Suporter VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Tim nasional rollerskate Indonesia mengharapkan dukungan para suporter saat berlaga pada Asian Games 2018. Menurut Kabid Binpres PB Porserosi Jeffry Abel, dukungan suporter Indonesia akan membuat...
  • Pasar Tanjung Enim Juarai Laga Sepak Bola Gembira, PTBA Lawang Kidul VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Setelah melalui fase grup dan semi final pada pertandingan sebelumnya pada laga sepak bola gembira, tim pasar Tanjung Enim akhirnya dipertemukan dengan tim kesebelasan kelurahan...
  • Bea Tantang Raina VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Bea Tantang Raina Andalan Indonesia, Beatrice Gumulya (27 tahun). Bea sukses melewati hadangan pertama tunggal putri Asian Games 2018, Minggu (19/8). Bertanding  di lapangan utama Jakabaring Tennis...
  • Tim Sepak Takraw Putra Indonesia Menang Mudah Atas Iran VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Seperti yang sudah diprediksi sejak awal, tim beregu putra Sepaktakraw Indonesia menang mudah atas Iran. Novrizal dan kawan-kawan menuntaskan perlawanan Iran dengan skor 3-0, di lapangan...

Gabungan Ormas Islam Se Sumsel Tuntut Pemakzulan Dan Pidanakan Ahok

Gabungan Ormas Islam Se Sumsel Tuntut Pemakzulan Dan Pidanakan Ahok
Oktober 10
14:03 2016

Viva Sumsel.com – Palembang, Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait surat Al Maidah ayat 51 mengundang kemarahan ormas islam se Sumatera-Selatan (Sumsel). Belasan perwakilan ormas islam se Sumsel menggelar aksi demonstrasi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumsel (DPRD) Senin (10/10). Mereka dengan tegas menuntut pemakzulan Ahok sekaligus mempidanakan Ahok.

Massa mulai bergerak dengan kendaraan bermotor membawa berbagai spanduk berisi protes kepada Ahok, sekitar pukul 10:10 Wib massa mulai memasuki halaman kantor DPRD Sumsel guna menyapamikan aspirasinya.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan aksi demonstrasi (Korlap) Donny Maizano mengatakan aksi demonstarasi ini merupakan gerakan murni dari ketersakiti hati nurani umat islam di Indonesia dari penistaaan agama yang dilakukan oleh beberapa pejabat public/tokoh agama. Dan kali ini Ahok sebagai pejabat public sangat tidak mencerminkan seorang tokoh pejabat dan bahkan sudah kesekiankalinya melecehkan agama islam. Dengan demikian Ahok telah melanggar aturan pidana didalam pasal KUHP pasal 156 point a tentang penistaan agama.

“Tuntutan kami sangat jelas, turunkan Ahok dan penjarakan dia,” ucap koordinator lapangan (Korlap) aksi demonstrasi, Donny Maizano dengan suara lantang

Ia menerangkan, gerakan ini bukanlah suatu hal yang politis dan juga bukan gerakan bentuk intervensi dalam konstalasi politik pilkada DKI Jakarta melainkan bentuk keimanan umat islam yang sudah terusik dari penyataan Ahok yang berujung pada penistaan agama.

Selain mengecam penyataan Ahok, kata Donny menambahkan, Pihaknya juga mengeluarkan petisi yang ditujukan kepada DPRD Sumsel untuk selanjutnya diteruskan kepada Mendagri agar menindaklanjuti pemakzulan Ahok. Selain itu pula perwakilan ormas islam yang pada hari ini melakukan demontrasi melaporkan Ahok ke Polda Sumsel terkait ranah pidananya.

“Setelah diterima pimpinan DPRD Sumsel, siang ini juga sehabis sholat zhuhur kami akan melaporkan Ahok di Polda Sumsel,” cetus Donny yang didampingi Ketua FUI Sumsel, Umar Said.

Bahkan kata Donny, pihaknya juga akan menggelar aksi lanjutan pada jumat mendatang jika tuntutan mereka tidak ditanggapi dan tentunya dengan massa yang lebih besar lagi.

Sementara, Wakil DPRD Sumsel Chairul S Matdiah yang menemui demonstran mengatakan, statement Ahok yang disampaikannya dalam kunjungan kerja di kepulauan seribu beberapa waktu lalu sudah salah kaprah sehingga mengakibatkan kemarahan umat islam,bukan hanya di Sumsel bahkan umat islam diberbagai daerah juga merasakan hal yang sama.

“Pernyataan Ahok sudah meresahkan jutaan umat muslim di negeri ini, jadi sangat tepat jika dibawa keranah hukum dengan dikenakan pasal tentang penistaan agama,” imbuhnya.

Terkait petisi yang diajukan perwakilan ormas islam se Sumsel kepada DPRD, pimpinan DPRD segera merespon dan menyampaikannya  kepada Mendagri.

“Segera kita tindaklanjuti, bila perlu kita sampaikan siang ini juga atau selambat-lambatnya besok,” ucap Chairul.

Usai  statmen dari Chirul S Matdian yang didampingi Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Husni Thamrin, beberapa orang perwakilan dari ormas diajak berdialog dengan pimpinan DPRD Sumsel di salah satu ruangan gedung. Dialog langsung dipimpin oleh Wakil ketua DPRD Sumsel, M. Yansuri dan Chairul S Matdiah (anz).

 

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner HUT RI

Kalender

Agustus 2018
S S R K J S M
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Banner PLN

Banner HUT RI

Karir Pad Widget

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort