Viva Sumsel

 Breaking News

Akui Kekurangan Guru, Zulinto Sebut Setiap Tahun Ratusan Guru Ajukan Pensiun

Akui Kekurangan Guru, Zulinto Sebut Setiap Tahun Ratusan Guru Ajukan Pensiun
Juli 28
22:06 2020

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan, saat ini tingkat SD dan SMP negeri membutuhkan 4-5 ribu guru, sedangkan yang ada guru hanya 2 ribu di Palembang. Hal ini lantaran meningkatnya pengajuan pensiun.

Kata Zulinto, setiap hari dirinya pasti menandatangani surat-surat pengajuan pensiun dari kabupaten maupun kota di bawah tanggung jawab Persatuan Guru Republik Indonesia Sumatra Selatan (PGRI Sumsel). Maka itu, pihaknya mendesak kesejahteraan honor guru ke pemerintah pusat.

“Sejak setahun terakhir terus meningkat, tinggal menunggu bom waktu saja. Terutama yang di daerah, mereka (guru, red) mengabdi lama tapi kenapa tidak ada perhatian. Hal ini yang membuat potensi menjadi guru kurang diminati. Saat ini kami sedang mendata valid (kekurangan guru) yang nanti akan dikoordinasikan ke Pemkot dan kami tulis surat ke Kemendikbud,” ujar Zulinto, Selasa (28/7).

Sebab khusus di Palembang saja, kebutuhan guru yang paling banyak dicari untuk tingkat SD dan SMP adalah guru pelajaran pendidikan olahraga, kesenian serta guru lulusan pendidikan bimbingan konseling atau guru BK.

“Bukan hanya kekurangan SDM pengajar, kondisi sekarang bagi guru yang ingin menjadi kepala sekolah prosesnya lamban. Karena pemerintah menyulitkan seleksi dengan diklat yang harus memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK),” ungkapnya.

Zulinto menerangkan, dalam pengajuan surat tersebut, pihaknya bakal meminta permohonan mengenai pengangkatan guru honorer, kesejahteraan pendapatan guru serta percepatan kepengurusan NUPTK guru.

“Kami akan menyampaikan surat kepada menteri, dengan usulan langkah baru memohon agar 60 persen guru honorer yang ada diangkat (ASN) dan 40 persennya lagi dari hasil tes,” tuturnya.

Sementara, proses kepengurusan NUPTK guru membutuhkan waktu panjang dari surat keputusan pemerintah kota dan penyeleksian diklat yang bukan di bawah tanggung jawab kabupaten/kota masing-masing, melainkan langsung dari pusat.

Zulinto berharap ke depan tidak ada lagi kesenjangan antar guru terutama bagi mereka yang masih berstatus honorer. Sebab kesejahteraan menjadi poin penting kemarjinalan dunia pendidikan.

Saat ini, pihaknya mengupayakan bantuan terhadap guru honorer dengan memberikan biaya dari dana bantuan operasional sekolah atau BOS yang ditetapkan maksimal 50 persen penyaluran.

“Sekarang baru 25-30 persen yang diberikan ke honorer dari jumlah BOS keseluruhan belum mencapai 50 persen,” tukasnya. (anz)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

BANNER IDUL ADHA 1441 H

Kalender

Agustus 2020
S S R K J S M
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Banner Pemprov sumsel

Karir Pad Widget

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort