Viva Sumsel

 Breaking News
  • XL Axiata Salurkan Bantuan dan Buka Layanan Gratis VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mulai menyalurkan bantuan bagi para korban gempa di Sulawesi Barat sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat di lokasi terdampak. Minggu pagi...
  • Mesut Oezil Hengkang ke Fenerbahce VIVA SUMSEL.COM – Mesut Oezil resmi meninggalkan Arsenal menuju Fenerbahce pada bursa transfer musim dingin 2021 ini. Hal itu terjadi setelah gelandang berpaspor Jerman itu memutuskan untuk memutus kontraknya di Emirates Stadium. Kabar...
  • Indosat Ooredoo Peduli Korban Gempa Mamuju VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Bencana alam gempa bumi yang melanda Mamuju-Majene, Sulawesi Barat, kemarin telah meluluhlantahkan kota dan mengakibatkan korban jiwa. Masyarakat yang tempat tinggalnya rusak karena gempa, terpaksa tinggal...
  • 34 Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa Sulawesi Barat VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) mengerahkan tim ke Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) setelah gempa berkekuatan Magnitudo 6,2 mengguncang wilayah itu pada Jumat (15/1)...
  • Singapura Berikan Dukungan APD 160 Ton VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Pemerintah Singapura melalui Kedutaan Besar Singapura di Indonesia mendonasikan dukungan APD COVID-19 kepada Indonesia melalui WeCare.id. Untuk mendukung kampanye #APDUntukNegeri oleh WeCare.id, Pemerintah Singapura memberikan bantuan APD...

Ayah Laskar FPI Korban Tewas Tantang Polisi Sumpah Mubahalah

Ayah Laskar FPI Korban Tewas Tantang Polisi Sumpah Mubahalah
Desember 09
13:34 2020

VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Orang tua salah satu laskar FPI yang tewas ditembak mati dalam bentrokan dengan aparat kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin (7/12/2020) dini hari tak terima anaknya disebut polisi membawa senjata.

“Saya juga sangat tidak terima bila putra saya dan keenam para mujahid ini dikatakan membawa senjata padahal kami tahu persis siapa dan kami tahu dia aktif dimana,” kata Suhada, ayah korban laskar bernama Faiz Ahmad Syukur ditemui di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (8/12).

Suhada mengaku heran ketika menonton televisi para laskar yang tewas disebut membawa senjata tajam bahkan senjata api. Ia pun lantas mengajak polisi berdiskusi dengan keluarga melalui syariat islam yakni muhabalah atau sumpah laknat atau kutukan.

“Kalian datangkan keluarga kalian, saya datangkan keluarga saya, mari bermubahalah (sumpah laknat) benar kah anak saya membawa senjata atau tidak, nanti siapa yang dilaknat oleh Allah SWT,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Lebih lanjut, Suhada dan para keluarga laskar mengaku merasa janggal jika polisi menyebut putra-putranya membawa sajam dan senpi untuk menyerang polisi.

“Jadi itu salah satu kami berusaha meyakinkan putra putra kami tidak membawa senjata, senjatanya dari mana,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Jenazah 6 laskar FPI yang tewas ditembak mati dalam bentrokan dengan aparat di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 dipastikan dipulangkan dari RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, hari ini Selasa (8/12/2020).

Kepastian itu disampaikan langsung oleh pihak kuasa hukum FPI di RS Polri. Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, pihak kuasa hukum dan keluarga memang menunggu kepastian kepulangan jenazah sejak pukul 10.00 WIB.

Kemudian tiba-tiba Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Arie Ardian mendatangi kuasa hukum dan keluarga untuk memberikan kabar bahwa 6 jenazah laskar di RS Polri bisa dibawa pulang hari ini.

Arie tampak memberikan arahan juga terkait mekanisme pemulangan jenazah tersebut. Kuasa hukum dan keluarga harus mengurus administrasi kepulangan.

Salah satu kuasa hukum FPI, Rinaldi Putra, mengatakan, 6 jenazah laskar dapat dipastikan dipulangkan hari ini juga. Polisi meminta keluarga segera mengurus administrasi kepulangan.

“Alhamdulillah kami sudah dapat kepastian insyaallah hari ini akan dipulangkan. Mereka sedang mengurus administrasinya dan kita juga sedang menunggu beberapa keluarga yang akan hadir di sini,” kata Rinaldi di lokasi.

Kendati begitu, belum diketahui pukul berapa jenazah dibawa dari RS Polri. Menurutnya, pihak perwakilan keluarga masing-masing harus lebih dulu hadir di rumah sakit.

“Mekanisme kita belum dapat dari mereka, mereka mengatakan akan dipulangkan hari ini. Untuk jamnya kita belum diinfokan selesai administrasi nanti kita komunikasikan lagi sama mereka,” tuturnya. (suara.com)



About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

BANNER Tahun Baru 2021

Kalender

Januari 2021
S S R K J S M
« Des    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Banner Pemprov sumsel

Karir Pad Widget

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort