Viva Sumsel

 Breaking News
  • XL Axiata Salurkan Bantuan dan Buka Layanan Gratis VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mulai menyalurkan bantuan bagi para korban gempa di Sulawesi Barat sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat di lokasi terdampak. Minggu pagi...
  • Mesut Oezil Hengkang ke Fenerbahce VIVA SUMSEL.COM – Mesut Oezil resmi meninggalkan Arsenal menuju Fenerbahce pada bursa transfer musim dingin 2021 ini. Hal itu terjadi setelah gelandang berpaspor Jerman itu memutuskan untuk memutus kontraknya di Emirates Stadium. Kabar...
  • Indosat Ooredoo Peduli Korban Gempa Mamuju VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Bencana alam gempa bumi yang melanda Mamuju-Majene, Sulawesi Barat, kemarin telah meluluhlantahkan kota dan mengakibatkan korban jiwa. Masyarakat yang tempat tinggalnya rusak karena gempa, terpaksa tinggal...
  • 34 Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa Sulawesi Barat VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) mengerahkan tim ke Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) setelah gempa berkekuatan Magnitudo 6,2 mengguncang wilayah itu pada Jumat (15/1)...
  • Singapura Berikan Dukungan APD 160 Ton VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Pemerintah Singapura melalui Kedutaan Besar Singapura di Indonesia mendonasikan dukungan APD COVID-19 kepada Indonesia melalui WeCare.id. Untuk mendukung kampanye #APDUntukNegeri oleh WeCare.id, Pemerintah Singapura memberikan bantuan APD...

Bantah Terjadi Baku Tembak, Munarman : Itu Fitnah Besar

Bantah Terjadi Baku Tembak, Munarman : Itu Fitnah Besar
Desember 07
18:59 2020

Sekretaris Umum DPP FPI Munarman membantah terjadi tembak menembak antara enam anggota Laskar Pembela Islam (LPI) yang tengah melakukan tugas pengawalan kepada Imam Besar FPI Rizieq Shihab atau Habib Rizieq dengan polisi di Tol Karawang Timur Senin (7/12/2020) dini hari tadi.

Munarman bahkan menyatakan pernyataan tersebut fitnah besar.

“Fitnah besar kalau laskar kita disebut membawa senjata api dan terjadi tembak menembak, fitnah itu!” kata Munarman saat konferensi pers di Markas DPP FPI Petamburan Jakarta Pusat pada Senin (7/12/2020).

Munarman menyatakan FPI dan LPI tidak pernah membekali anggotanya dengan senjata api. Ia mengatakan anggotanya terbiasa melakukan tugas pengawalan dengan tangan kosong.

Munarman menyatakan anggotanya tidak memiliki akses terhadap senjata api dan tidak mungkin membeli senjata di pasar gelap.

“Apalagi di FPI, di Kartu Anggota FPI dan Kartu Anggota LPI disebutkan bahwa setiap anggota FPI dilarang membawa senjata tajam, senjata api, dan bahan peledak. Itu dilarang. Jadi upaya memfitnah, memutarbalikan fakta, hentikanlah,” kata Munarman.

Ia bahkan menantang pihak Kepolisian untuk memeriksa nomor register senjata yang disebut digunakan untuk menyerang personel mereka.

“Kalau betul itu, itu coba dicek, nomor register senjata apinya, pelurunya itu semua tercatat. Cek saja. Silakan dicek. Pasti bukan punya kami. Karena kami tidak punya akses terhadap senjata api dan tidak mungkin membeli dari pasar gelap. Jadi bohong! Bohong sama sekali!” tegas Munarman dengan nada tinggi.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menjelaskan kronologi penyerangan kepada polisi yang dilakukan sepuluh orang yang diidentifikasi sebagai pengikut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (MRS).

“Tadi pagi sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta – Cikampek KM 50 telah terjadi penyerangan kepada anggota polri yang melaksanakan tugas lidik terkait pemeriksa MRS yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB,” ujar Fadil, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2020).

Dia menjelaskan bahwa polisi yang diserang tengah melakukan penyelidikan terkait adanya informasi pengerahan massa akibat adanya agenda pemeriksaan kepada Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Senin (7/12), pukul 10.00 WIB.

“Berawal dari informasi bahwa akan terjadi pengerahan massa pada saat MRS diperiksa di Polda Metro Jaya dari berbagi sumber. Termasuk rekan-rekan media mendapat berita akan ada pengerahan kelompok massa,” kata dia.

Setelahnya, Fadil menceritakan bahwa satu unit polisi yang beranggotakan enam orang dari Polda Metro Jaya melakukan lidik.

Saat itu, anggota kepolisian disebut mengikuti kendaraan yang diduga pengikut MRS. Namun ternyata kendaraan polisi justru dipepet dan diserang.

“Ketika anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yang diduga pengikut MRS, kendaraan petugas dipepet lalu kemudian diserang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam,” jelasnya.

“Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang, kemudian melakukan tindakan tegas terukur. Sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang itu meninggal dunia 6 orang,” tandasnya.

Lebih lanjut, Fadil mengatakan empat diantara penyerang polisi itu diketahui melarikan diri. “Empat orang lainnya melarikan diri,” pungkasnya. (tribunews)

 

 



About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

BANNER Tahun Baru 2021

Kalender

Januari 2021
S S R K J S M
« Des    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Banner Pemprov sumsel

Karir Pad Widget

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort