Viva Sumsel

 Breaking News
  • SKB CPNS Kemenag Sumsel Dipusatkan di MAN 3 Palembang VIVA SUMSELCOM, Palembang – Sebanyak 648 peserta akan mengikuti tahapan seleksi kompetensi bidang (SKB) pada penerimaan CPNS Kemenag Sumsel. Pelaksanaan SKB akan dipusatkan di MAN 3 Palembang Jalan Inspektur Marzuki No.1...
  • Apresiasi Mitra Driver, Gojek Gelar Undian Bertajuk Gojek Driver Hoki VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Sebagai bentuk apresiasi terhadap lebih dari satu juta mitra driver yang terus memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna, GOJEK menggelar program Undian GOJEK Driver Hoki. Lewat...
  • PAN Sumsel Sebut Oknum Pendukung Jokowi Bukan Kader PAN VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Terkait adanya deklarasi yang mengatas namakan dari Partai PAN mendukung pasangan calon presiden Jokowi – Maruf Amin, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumsel...
  • Kanwil DJBC Sumbagtim Musnahkan BMN Senilai Rp 2,58 Miliar VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim) dan KPPBC TMP B Palembang melakukan pemusnahan terhadap Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan...
  • Aplikasi Motorku, Septi Dapat Logam Mulia VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Sejak diluncurkan September lalu di 12 wilayah di Indonesia, Astra Motor selaku main dealer Honda akhirnya mengundi pemenang undian aplikasi Motorku periode 21 Agustus hingga 30...

BKB Jadi Kawasan Ramah Pejalan Kaki

BKB Jadi Kawasan Ramah Pejalan Kaki
Juli 14
22:58 2016

Viva Sumsel.com-Palembang, Sejak Pemkot Palembang melakukan penertiban di kawasan BKB, perlahan tapi pasti sebagian besar masyarakat mulai mengapresiasi langkah yang diambil Pemkot. Kini kawasan yang beberapa hari lalu terlihat semrawut berbalik menjadi rapi dan nyaman. Ditambah lagi dengan sterilisasi baik dari kendaraan bermotor maupun PKL dan parkir kendaraan membuat masyarakat seolah dibuai dengan suasana tepian sungai musi nan mempesona

Pejalan kaki seolah dimanjakan dengan situasi ini, pejalan kaki bebas melangkahkan kakinya tanpa takut tersenggol kendaraan yang lalu lalang, tanpa takut ruang gerak dibatasi oleh parkir kendaraan dan tanpa takut terganggunya pemandangan akibat menumpuknya PKL dikawasan ini.

Sebelumnya, kesemrawutan sangat terasa terutama di malam hari, puluhan PKL memenuhi halaman depan serta pelataran BKB, belum lagi bercokolnya wahana mobil dorong yang memakan badan jalan sehingga membuat bahu jalan menyempit, wajah BKB saat itu bisa dibilang sangat tak sedap dipandang mata

Dengan berlandaskan keputusan Walikota Palembang nomor 151 tahun 2011 tanggal 14 Februari 2011 tentang penetapan kawasan kendaraan bermotor dan lokasi jalur khusus sepeda. Pemkot melalui Dinas Perhubungan Kota Palembang melakukan penataan. Meskipun berdampak pada rekayasa jalan yang mengakibatkan kemacetan di ruas jalan merdeka namun upaya menata kawasan BKB patut dihargai demi memberi ruang bagi pejalan kaki maupun wisatawan menikmati keindahan sungai musi.

Seperti diungkapkan Anggita Sari (25) dan Siti Zebaidah (27) Warga jalan Jaya IV kelurahan 16 Ulu, mereka mengatakan penertiban dan penataan kawasan BKB sudah tepat. Jika saja langkah ini tidak diambil bisa jadi banyak masyarakat beranggapan ketidaktertiban di kawasan BKB seolah adanya pembiaran dan Pemkot tutup mata akan hal itu.

“Ini langkah yang bagus yang telah diambil pemkot, lihat saja kawasan ini menjadi lebih rapi dan nyaman dari sebelumnya,” ujarnya, Kamis, (14/7).

Karyawati salah satu Bank Swasta ini menuturkan dirinya beserta rekannya memang sengaja melihat langsung suasana BKB setelah penertiban, Penertiban dan penataan diketahuinya setelah membaca di beberapa media di Palembang.

“Wah memang nyaman, apalagi saya dengar di berbagai media disini akan dibangun patung iwak belido pasti tambah cantik BKB, jadi tinggal bagaiman merawatnya saja agar suasana seperti ini tidak berlangsung sementara,” cetusnya

Disisi lain, Siti Zebaedah mengatakan Pemkot juga mesti memikirkan ekses dari penutupan BKB dari kendaraan sebab yang namanya pengalihan arus kendaraan pasti berdampak pada eskalasi penumpukan kendaraan disatu titik.

“Jalan Merdeka jadi kian padat sehingga menyebabkan kemacetan. Ada baiknya setiap penuntasan suatu masalah jangan justru menimbulkan persoalan baru,” tandasnya. (anz).

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner Caleg DPRD Kota Palembang

Kalender

Desember 2018
S S R K J S M
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Banner PLN

Karir Pad Widget

Space Kosong

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort