Viva Sumsel

 Breaking News
  • Kemenag Sumsel Serahkan Bantuan 9 Ton Beras untuk Korban Tsunami VIVA SUMSEL.COM, Kalianda – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memberi bantuan beras sebanyak sembilan ton tujuh kilogram (9007 kg) untuk korban bencana tsunami Selat Sunda di Kabupaten Lampung...
  • Rafik Embat Isi Warung Saat Mati Lampu VIVA SUMSEL.COM, Pali – Jajaran Mapolsek Talang Ubi berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan, sesuai dengan Pasal 363 KUHP, Rabu (16/01/2019) sekitar pukul 12.00 Wib. Adapun pelaku yakni, Rafik Putra...
  • Arrum Haji Pegadaian , Solusi Mudah Bagi Masyarakat Yang Ingin Naik Haji VIVA SUMSEL.COM, Palembang  – PT Pegadaian kini memberikan solusi mudah bagi masyarakat yang ingin mendaftar haji dari Pegadaian. Melalui produk Arrum Haji, masyarakat dimudahkan untuk mendapatkan porsi haji. Pimpinan Cabang...
  • Informa PTC Mall Promo Cashback Jutaan Rupiah VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Penawaran spesial kembali ditawarkan outlet penjualan furniture dan perlengkapan rumah tangga Informa Palembang Trade Center (PTC) Mall Palembang bagi para pelanggan setianya. Supervisor Informa PTC, Erwin,...
  • PKJSC Ancam Bakar Alfamart VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pedagang kecil dan permainan anak-anak di Jakabaring sport city (PKJSC) menggelar aksi di Halaman kantor Gubernur Sumsel, Rabu (16/1/2018)....

Calon Penumpang Lion Air Meninggal di Bandara, Ini Kronologisnya

Calon Penumpang Lion Air Meninggal di Bandara, Ini Kronologisnya
Maret 04
12:03 2018

VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Lion Air, maskapai tergabung dalam Lion Air Group menyampaikan keterangan mengenai penanganan seorang penumpang bernama Armiati Armis yang meninggal dunia setelah melakukan proses pelaporan (check-in) di Terminal 1B Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng (CGK).

Managing Director Lion Air Group, Daniel Putut Kuncoro Adi, Sabtu (3/3), dalam keterangan resminya mengatakan Armiati Armis  bersama keluarganya akan melakukan penerbangan bernomor JT 630 menuju Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu (BKS) Sabtu3 Maret 2018.

Menurut kronologisnya, ketika proses check-in untuk keberangkatan ke Bengkulu tidak ada pelanggan yang memberikan keterangan dalam keadaan sakit atau kondisi tertentu. Armiati Armis menerima boarding pass dengan nomor kursi 10 F pukul 15.30 WIB.

“Sekitar pukul 15.50 WIB, salah satu keluarga Armiati Armis melapor untuk melakukan perubahan jadwal keberangkatan (reschedule) pada tiket pesawat ke Customer Service 1B dengan petugas atas nama Siti Nurhanifah. Keterangan yang diberikan,bahwa seorang anggota keluarga yang akan ikut terbang dalam kondisi pingsan. Petugas di darat (ground crew) Lion Air cepat melaporkan kepada petugas medis dan petugas darat lainnya membantu membawa Armiati Armis kedalam ruangan, agar segera mendapatkan pertolongan pertama,” urainya.

Dia mengatakan, beberapa menit kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan, petugas medis menyatakan Armiati Armis meninggal dunia. Secara teknis dan aturan pengurusan penumpang, hanya dokter atau professional medis yang berlisensi dapat menyampaikan bahwa seseorang meninggal.

“Penanganan penumpang ini tidak mengganggu operasional dan kenyamanan penerbangan. Lion Air bekerjasama dengan pihak terkait dalam memberikan layanan yang terbaik,” ujarnya menambahkan.

Daniel menerangkan, sesuai standar layanan, ground crew Lion Air atas nama Rahmat Darmawan bersama dengan tim medis dan pihak berwenang, membawa dan mendampingi ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (KKP) untuk dilakukan proses penanganan lebih lanjut hingga jenazah Armiati Armis diterbangkan ke Bengkulu pada penerbangan berikutnya.

“Berdasarkan prosedur layanan penerbangan, ground crew Lion Air selalu meminta informasi kepada setiap pelanggan yang akan bepergian ketika proses melaporkan diri di counter check-in. Lion Air Group juga menghimbau kepada seluruh pelanggan, untuk menginformasikan kepada petugas di daratan apabila sedang hamil, sakit atau memiliki kondisi khusus yang dapat membahayakan diri sendiri dan mengganggu kenyamanan penumpang lain saat melakukan perjalanan,” tambahnya lagi

Danier juga menyampaikan, apabila penumpang hamil, sedang sakit, memiliki riwayat sakit berat menular atau tidak menular, saatcheck-in harus menyampaikan keterangan rinci sesuai keadaan sebenarnya. Kondisi kesehatan pada umumnya tidak memerlukan surat izin medis, namun untuk beberapa keadaan tertentu mewajibkan setiap pelanggan mempunyai surat izin medis sebelum penerbangan dengan menunjukkan dan melampirkan surat keterangan kelaikan terbang (fitness for air travel/ medical information) dari Kantor Kesehatan Pelabuhan serta menandatangai surat pernyataan.

“Hal inisesuai ketentuan pengangkutan penumpang dalam kategori sakit,” katanya

Keselamatan, keamanan serta kenyamanan penumpang dan kru pesawat merupakan prioritas utama bagi Lion Air Group. Lion Air telah mengantongi sertifikat IATA Operational Safety Audit (IOSA). Lion Air Group berhasil menyelesaikan audit internasional mengenai keselamatan penerbangan, sehingga layak disejajarkan dengan airlines kelas dunia. Audit IOSA dirancang untuk menilai manajemen operasional serta system kontrol maskapai.

“Lion Air menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan Bandar udara, pemerintah selaku regulator dan standar prosedur operasi (SOP) Grup Lion Air serta ketentuan internasional dalam menjalankan seluruh jaringan operasional,”pungkasnya (anz)

 

 

 

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner Caleg DPRD Kota Palembang

Kalender

Januari 2019
S S R K J S M
« Des    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Banner PLN

Karir Pad Widget

Space Kosong

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort