Viva Sumsel

 Breaking News
  • Situasi Mencekam, Massa Serang Mapolsek Pontianak Timur VIVA SUMSEL.COM, Pontinak – Pontianak mencekam. Massa  berjumlah sekitar 500 orang membakar Pos Polisi Lalu Lintas, di Simpang Tanjung Raya Satu Rabu (22/5/2019) pukul 04.00 WIB. Sampai pukul 06.00 WIB,...
  • Kemenag Sumsel Gandeng MUI Gelar Peringatan Nuzulul Quran VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ormas Islam di Kota Palembang menggelar peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadhan 1440 H...
  • Aksi Sosial Bikers Sholeh Honda VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Dipertengahan bulan suci Ramadhan kali ini, Astra Motor Sumsel selaku Main Dealer Honda kembali mengajak komunitas motor Honda melakukan aksi sosial. Dirangkum dalam tema “NGABUBURIDE &...
  • Tolak Hitungan KPU, Prabowo Akan Gugat Hasil Pilpres 2019 ke MK VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Calon Presiden (Capres) 02 Prabowo Subianto menyatakan penolakannya atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang hasil Pilpres 2019. Ketua umum Partai Gerindra itu menganggap rangkaian Pilpres...
  • Kejaksaan dan Pertamina EP Asset 2 Tanda Tangani Kerjasama Aset Negara VIVA SUMSEL.COM, Prabumulih – Pertamina EP Asset 2 dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan bersama Kejaksaan Negeri di Wilayah Kerja Asset 2 tandatangani kerjasama terkait Pengamanan Aset Negara dan Kerjasama Bidang...

Capaian Standar Kualitas Nilai UN Butuh Ketersediaan Infrastruktur

Capaian Standar Kualitas Nilai UN Butuh Ketersediaan Infrastruktur
Februari 23
22:13 2019

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pelaksaan Ujian Nasional (UN) yang dilakukan oleh sekolah di Indonesia belum mencapai standar kualitas nilai yang ditetapkan secara nasional (menyeluruh) di Indonesia.

Ahmad Muftizar Zawawi, S.Ip M.Ed LM selaku pengamat Pendidikan mengungkapkan, yang sangat fundamental bukanlah soal pencapaian nilai seperti yang disyaratkan secara nasional, melainkan ketersediaan infrastruktur atau fasilitas dari pemerintah sampai kepada daerah terpencil.

“Salah satu contoh tempat tinggal saya di Prabumulih, di desa Payuputat. Di sini satu SD pun mereka tidak mengenal yang namanya laptop,” ungkapnya saat diwawancara di Universitas Taman Siswa Palembang, Sabtu (23/02).

Lanjut Mufti, Ketika mereka mau UN itu bingung, akhirnya mereka dikondisikan melakukan pelatihan ke Prabumulih dengan jarak tempuh 22 KM, memakan waktu 2 jam, belum lagi memakan waktu untuk menginap.

“Seperti inilah gambaran bagaimana supaya terbiasa menggunakan komputer untuk mengerjakan soal UN di desa Payuputat,” tegasnya.

Harus disadari bahwasanya orang yang dengan puluhan tahun main komputer dengan orang yang baru seminggu memakai komputer jelas pencapaian akan berbeda.

Mufti sebagai salah satu dosen di Universitas Tamsis ini menambahkan, bahwasanya pencapaian nilai nasional tidak akan terkejar yang dari daerah atau pedesaan. Salah satu contoh, ketika penerapan UN bagus di luar negeri tapi harus juga melihat internal kita siapkah untuk UN yang sudah dipraktekkan di negara-negara lain.

Hal tersebut harus diperhatikan lagi, jangan melihat segala kurikulum yang menurut kita baik, sehingga diadopsi mentah-mentah. Harus dilihat kondisi internal dan kesiapan.

“Harapan kedepannya, pemerintah hati-hati menerapkan kebijakan yang ada, harus dianalisis dulu, kesiapan, penyediaan infrastruktur yang memadai, kesiapan mental, dan piranti hukum yang kuat, tutupnya. (DNK)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner PLN

Kalender

Mei 2019
S S R K J S M
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

BANNER PAKET KOMPUTER KASIR

Karir Pad Widget

BANNER MUARA ENIM

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort