Viva Sumsel

 Breaking News
  • Kanwil Kemenag Targetkan Kontingen KSM Sumsel Masuk Lima Besar VIVA SUMSEL.COM, Manado –  Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumsel H. Khusrin mewakili Kakanwil menghadiri Pembukaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional Tahun 2019 di Hotel Novotel, Manado, Sulawesi...
  • Pemprov Sumsel Peringatkan Mantan Pejabat Kembalikan Aset VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pemerintah (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan penertiban aset aset miliknya termasuk kendaraan dinas yang sampai saat ini masih dipakai sejumlah mantan pejabat. Staf Khusus Gubernur...
  • Kakanwil Lepas Keberangkatan Kontingen KSM Sumsel VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi melepas keberangkatan kontingen Sumsel yang akan berlaga pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional Tahun 2019 di Manado, Sulawesi Utara....
  • Gubernur Serahkan SK Plt Bupati Muara Enim VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel),  H Herman Deru SH MM serahkan SK Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Muara Enim Kepada H Juarsah SH yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana...
  • Kabut Asap Sumatera Ancam Formula 1 GP Singapura VIVA SUMSEL.COM,  Singapura – tahun ini termasuk yang terburuk dalam tiga tahun terakhir. Kondisi makin buruk karena Indonesia mengalami musim kemarau berkepanjangan. “Ada kemunduran dalam kondisi udara di Singapura akhir...

Cari Algojo Hukuman Mati, Sri Lanka Pasang Iklan di Media Massa

Cari Algojo Hukuman Mati, Sri Lanka Pasang Iklan di Media Massa
Februari 13
14:35 2019

VIVA SUMSEL.COM, KolomboSri Lanka memasang iklan mencari algojo hukuman mati setelah Presiden negara itu menyatakan akan mengembalikan hukuman mati.

“Calon harus pria Sri Lanka berusia antara 18 dan 45, memiliki karakter moral yang sangat baik dan pikiran serta kekuatan mental yang sangat baik,” begitu bunyi iklan surat kabar yang dikeluarkan oleh komisaris jenderal penjara Sri Lanka seperti dilansir dari CNN, Rabu (13/2/2019).

Sekedar informasi, Sri Lanka telah melakukan moratorium hukuman mati sejak 1976. Sebagai gantinya para pelaku tindak kejahatan berat seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan perdagangan serta distribusi narkoba dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Sementara algojo terakhir yang dimiliki oleh negara itu mengundurkan diri pada 2014 lalu karena tidak pernah melakukan eksekusi.

Namun minggu lalu, Presiden Maithripala Sirisena mengatakan kepada parlemen bahwa hukuman mati akan diberlakukan kembali dalam waktu dua bulan. Hukuman itu akan dijatuhkan kepada mereka yang melakukan kejahatan pelanggaran narkoba. Media setempat melaporkan, kebijakan penumpasan ini bergaya ala Filipina.

Sirisena memuji perang brutal dan berdarah Presiden Filipina Roderigo Duterte terhadap narkoba. Ia menyebutnya sebagai contoh bagi dunia selama kunjungan kenegaraan pada Januari lalu.

“Perang melawan kejahatan dan narkoba dilakukan oleh Anda adalah contoh bagi seluruh dunia – dan secara pribadi bagi saya. Ancaman narkoba merajalela di negara saya dan saya merasa bahwa kita harus mengikuti jejak Anda untuk mengendalikan bahaya ini,” kata Sirisena di perjamuan negara bersama Duterte, menurut situs berita Filipina Rappler.

Setidaknya 5.000 orang terbunuh akibat perang narkoba Duterte, hal yang menonjol dan kebijakannya yang paling kontroversial. Angka itu adalah hitungan resmi polisi, namun, anggota parlemen oposisi dan kelompok hak asasi memperkirakan bahwa jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih tinggi, termasuk anak-anak dan warga sipil tak berdosa.

Langkah Sirisena untuk mengembalikan hukuman mati ini mendapat kecaman keras dari kelompok-kelompok hak asasi manusia. Mereka memperingatkan bahwa adegan brutal yang terjadi di jalanan Filipina bisa menjadi kenyataan sehari-hari di Sri Lanka.

“Apakah dia ingin melihat lingkungan Sri Lanka yang paling miskin menjadi tempat di mana orang bangun setiap pagi untuk menemukan mayat-mayat baru tergeletak di jalan-jalan dalam genangan darah? Atau di mana, atas nama melindungi generasi yang lebih muda, lusinan anak, beberapa di antaranya masih muda sebagai empat dan lima, telah terbunuh dalam kekerasan?” kata Wakil Direktur Amnesty International Asia Selatan Omar Waraich dalam sebuah pernyataan.

“Apakah dia ingin pasukan keamanan direduksi menjadi perusahaan kriminal yang mensponsori pembunuh swasta, aturan hukum kehilangan semua makna, dan tuduhan belaka berarti perbedaan antara hidup dan mati?” tukasnya. (cnn)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Kalender

September 2019
S S R K J S M
« Agu    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Karir Pad Widget

BANNER UCAPAN IDUL ADHA DAN HUT RI

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort