Viva Sumsel

CPNS Harga Mati Bagi Guru K2

 Breaking News
  • Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Muara Enim Tahun 2018 VIVA SUMSEL.COM. Muara Enim – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Muara Enim menggelar acara pawai  dalam rangka deklarasi kampanye damai pilkada serentak tahun 2018, Minggu (18/2/2018). Ribuan orang mengikuti...
  • Dedikasi KKBS 9 Bagi Siswa Tidak Mampu VIVA SUMSEL.COM,  Palembang – Alumni SMAN 9 Alumni SMAN 9 Palembang sepakat membentuk Yayasan Kerukunan Keluarga Besar SMAN 9 Palembang (KKBS 9). Tujuan didirikan Yayasan KKBS 9 ini untuk membantu...
  • Puteri Elvi Sukaesih Tersandung Kasus Narkoba VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Jajaran Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap Dhawiyah Zaida, putri dari pedangdut Elvi Sukaesih. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono...
  • Laris Manis, Makin Banyak Peminat Layanan Premium PLN VIVA SUMSEL.COM, Palembang  – Setelah sebelumnya, Selasa (13/2/2018) kemarin PDAM Tirta Musi Palembang resmi menjadi pelanggan Layanan Premium Silver  PT PLN (Persero) Area Palembang, hari Kamis (15/2/2018) pelanggan Premium PLN...
  • 410 Pelajar Sumsel Terima Beasiswa Conoco Philips VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Sebanyak 410 pelajar di Sumatera Selatan (Sumsel) mendapatkan beasiswa dari ConocoPhilips (Gresik) Ltd (CPGL) yang bekerjasama dengan Yayasan Ancora berkolaborasi dalam program beasiswa tahunan bagi mahasiswa...
CPNS Harga Mati Bagi Guru K2
Februari 27
14:23 2017

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Ratusan honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori II Sumsel (FHKII), di kota Palembang dari berbagai bidang guru, staf administrasi dan penjaga sekolah satukan suara untuk harga mati tuntut pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Saat acara pertemuan bersama guru Honorer Kategori II di Sekolah Menengah III kota Palembang, Wakil Walikota (Wawako) Fitrianti Agustinda menanggapi bahwa ia bersama Walikota Palembang H. Harnojoyo akan berada digaris depan untuk memperjuangkan nasib K2 yang belum lulus ke Dewan Perwakilan Rakyat Indonesai (DPRI) dan Pemerintah Pusat guna membahan soal nasib mereka.

“Kami dari Pemkot Palembang sangat terharu dan perihatin mereka pengabdian mereka dengan dibayar per bulanya 150 ribu. Jika kita ketahui jasa mereka mengajar anak didik tidak ternilai dengan apa yang diperbuatnya untuk menciptakan generasi Indonesia yang cerdas.

Lanjutnya, seperti yang telah disampaikan perwakilan dari FHKII Sumsel perwakilan kota Palembang bahwa menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ini adalah harga mati untuk sebuah cita-cita yang ingin dicapai oleh mereka yang sudah bertahun lamanya.

Tentunya dengan usia yang tidak muda lagi, mereka pasti memiliki anak yang sekolah sudah pastinya ini akan ada pengeluaran sehari-harinya. Sudah sepatutunya kondisi ini harus segerah diperjuangkan  kalau tidak pasti akan memberatkan mereka,”jelas Fitrianti Agustinda saat menitihkan air mata bersama para guru K2, senin (27/2/2017) di SMK III.

Ditempat yang sama ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI Sumsel), olah Ahmad Zulinto akan memperjuangkan guru Honorer untuk diangkat (CPNS). Menurutnya, Pemerintah sekarang lebih memperhatikan nasib guru Honorer (K2), dalam pertemuan ini kami memberikan insentif kepada mereka sebesar Rp.500 ribu perbulan.

Untuk guru SD 1.200 guru kurang sampai dengan 2020 nanti akan bertambah lagi kekurangan 2-3 ribu guru. Maka dengan adanya guru K2 ini sudah menutupi semua kekurangan. Tidak menutup kemungkinan jika memoratorium ini dihapuskan, maka sudah sepatutnya mereka diangkat diangkat tanpa melalui jalur tes, karena pengalaman dan keterampilan mereka mengajar sudah memadai

“Sekarang ini ada 350 tenaga K2 ini yang belum lulus seleksi CPNS agar diperjuangkan lagi tanpa tes lagi. Maka dari itu kita sangat mengharapkan sekali peranserta mereka untuk mencerdaskan generasi mendatandang untuk terus berkontribusi mendidik anak –anak muridnya yang ada disekolah,”jelasnya. (Ize)

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment