Viva Sumsel

 Breaking News
  • Erick Thohir Setuju Beli 60 Persen Saham Sriwijaya FC VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pengusaha sekaligus pemilik Mahaka Grup Erick Thohir tertarik menanamkan modalnya di Sriwijaya FC. Bahkan  Erick Thohir disebut telah setuju untuk membeli 60 persen saham tim berjuluk Laskar...
  • Panitia Reuni Akbar SMANLI Gelar Khitanan Massal VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Gerakan Wanita Muslimah Indonesia Cabang Palembang bekerjasama dengan panitia reuni akbar SMAN 5 (SMANLI) menggelar kegiatan sosial khitanan massal di aula SMANLI Palembang jalan R.E Martadinata...
  • Oppo Perkenalkan Perangkat F9 di Palembang VIVA SUMSEL.COM, Palembang – telah mengadakan sesi penjualan perdana secara serentak diseluruh Indonesia pada 31 Agustus yang lalu, kini OPPO memperkenalkan perangkat F9 di kota Palembang. Selain memperkenalkan perangkat F9,...
  • Desa Karang Raja Gelar Lemang Bersama VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim- Warga desa Karang Raja kecamatan Muara Enim adakan pembuatan lemang bersama dalam satu kampung, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan Muharram. Rabu (19/9/2018) Pembuatan lemang...
  • Kerusakan Gigi Penduduk Palembang Mencapai 530 Gigi Per 100 Orang VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pepsodent, brand perawatan kesehatan gigi dan mulut produksi PT Unilever Indonesia Tbk. bekerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI)...

Dinkes Sumsel Klaim Zero Difteri

Dinkes Sumsel Klaim Zero Difteri
Desember 15
11:09 2017

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Akhir-akhir ini ada kecenderungan munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri di beberapa negara berkembang termasuk di Indonesia, KLB Difteri adalah ditemukannya minimal 1 kasus Difteri klinis di suatu wilayah Kabupaten/ Kota.

Difteri merupakan  penyakit menular dan disebabkan oleh kuman coryne bacterium Diptheriae yang menyerang paring atau tonsil dan tanda berupa demam 38°c.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan Dra Lesty Nuraini dalam Konfrensi  Pers Kamis, (14/12/) kepada media menyatakan, Kebanyakan  yang terkena difetri usia 5-9 tahun remaja dan dewasa, Penularanya sendiri melalui Roplet,percikan ludah atau kontak dengan kuman terkena difetri.

Untuk itu masyarakat harus menjaga pola hidup sehat, tidak mengunjungi pasien yang terkena Difteri. Bukan kita tidak baik, itu demi kebaikan masyarakat, karena pasien yang dirawat harus diisolasi tidak boleh campur dengan yang lain, bersifat kooperatif sehingga tempat tinggal setempat  dilakukan outbreak response Imuniasation (ORI)

“Apabila ada kejadian, Dinas Kesehatan  kabupaten/kota harus melakukan (ORI) ulang tanpa melihat status imunisasinya untuk obatnya sendiri Anti Difteri Serum (ADS),” ujar Lesty Nuraini.

Sambungnya kita harus bertindak cepat biar tidak terjadi Difteri lagi, jadi imunisasi Ini adalah cara pencegahan yang efektif tidak mahal dan gratis diberikan oleh pemerintah, yang penting jadwalnya, dan kita harus melakukan pencegahan bersama- sama.

“Sebab kalau terkena Difteri perawatannya cukup mahal antara Rp 6 – Rp 10 juta. Ini perlu saya minta sampaikan kepada masyarakat, agar penyakit ini yang dari luar tidak masuk, dan dinas Provinsi Sumsel akan bertindak cepat tentang pencegahan dan penanganan Difteri walaupun belum terjadi di wilayah kita,”  tutupnya.(putra)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner HUT RI

Kalender

September 2018
S S R K J S M
« Agu    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Banner PLN

Banner HUT RI

Karir Pad Widget

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort