Viva Sumsel

 Breaking News
  • SKB CPNS Kemenag Sumsel Dipusatkan di MAN 3 Palembang VIVA SUMSELCOM, Palembang – Sebanyak 648 peserta akan mengikuti tahapan seleksi kompetensi bidang (SKB) pada penerimaan CPNS Kemenag Sumsel. Pelaksanaan SKB akan dipusatkan di MAN 3 Palembang Jalan Inspektur Marzuki No.1...
  • Apresiasi Mitra Driver, Gojek Gelar Undian Bertajuk Gojek Driver Hoki VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Sebagai bentuk apresiasi terhadap lebih dari satu juta mitra driver yang terus memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna, GOJEK menggelar program Undian GOJEK Driver Hoki. Lewat...
  • PAN Sumsel Sebut Oknum Pendukung Jokowi Bukan Kader PAN VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Terkait adanya deklarasi yang mengatas namakan dari Partai PAN mendukung pasangan calon presiden Jokowi – Maruf Amin, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumsel...
  • Kanwil DJBC Sumbagtim Musnahkan BMN Senilai Rp 2,58 Miliar VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim) dan KPPBC TMP B Palembang melakukan pemusnahan terhadap Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan...
  • Aplikasi Motorku, Septi Dapat Logam Mulia VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Sejak diluncurkan September lalu di 12 wilayah di Indonesia, Astra Motor selaku main dealer Honda akhirnya mengundi pemenang undian aplikasi Motorku periode 21 Agustus hingga 30...

Dinkes Sumsel Klaim Zero Difteri

Dinkes Sumsel Klaim Zero Difteri
Desember 15
11:09 2017

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Akhir-akhir ini ada kecenderungan munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri di beberapa negara berkembang termasuk di Indonesia, KLB Difteri adalah ditemukannya minimal 1 kasus Difteri klinis di suatu wilayah Kabupaten/ Kota.

Difteri merupakan  penyakit menular dan disebabkan oleh kuman coryne bacterium Diptheriae yang menyerang paring atau tonsil dan tanda berupa demam 38°c.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan Dra Lesty Nuraini dalam Konfrensi  Pers Kamis, (14/12/) kepada media menyatakan, Kebanyakan  yang terkena difetri usia 5-9 tahun remaja dan dewasa, Penularanya sendiri melalui Roplet,percikan ludah atau kontak dengan kuman terkena difetri.

Untuk itu masyarakat harus menjaga pola hidup sehat, tidak mengunjungi pasien yang terkena Difteri. Bukan kita tidak baik, itu demi kebaikan masyarakat, karena pasien yang dirawat harus diisolasi tidak boleh campur dengan yang lain, bersifat kooperatif sehingga tempat tinggal setempat  dilakukan outbreak response Imuniasation (ORI)

“Apabila ada kejadian, Dinas Kesehatan  kabupaten/kota harus melakukan (ORI) ulang tanpa melihat status imunisasinya untuk obatnya sendiri Anti Difteri Serum (ADS),” ujar Lesty Nuraini.

Sambungnya kita harus bertindak cepat biar tidak terjadi Difteri lagi, jadi imunisasi Ini adalah cara pencegahan yang efektif tidak mahal dan gratis diberikan oleh pemerintah, yang penting jadwalnya, dan kita harus melakukan pencegahan bersama- sama.

“Sebab kalau terkena Difteri perawatannya cukup mahal antara Rp 6 – Rp 10 juta. Ini perlu saya minta sampaikan kepada masyarakat, agar penyakit ini yang dari luar tidak masuk, dan dinas Provinsi Sumsel akan bertindak cepat tentang pencegahan dan penanganan Difteri walaupun belum terjadi di wilayah kita,”  tutupnya.(putra)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner Caleg DPRD Kota Palembang

Kalender

Desember 2018
S S R K J S M
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Banner PLN

Karir Pad Widget

Space Kosong

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort