Viva Sumsel

 Breaking News

Ekspor Ikan Hias Sumsel Meningkat 25 Persen

Ekspor Ikan Hias Sumsel Meningkat 25 Persen
Januari 14
13:48 2019

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Sesuai tugas pokok dan fungsinya Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Palembang melaksanakan sertifikasi lalulintas komoditi perikanan yang meliputi sertifikasi ekspor dan impor, serta sertifikasi lalulintas domestik keluar dan masuk dari wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) yang melalui pintu pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan pemerintah seperti bandar udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandar Udara Silampari Lubuk Linggau, Pelabuhan Boom Baru dan Pelabuhan Tanjung Api-api.

Kepala SKIPM Palembang, Sugeng Prayogo, mengatakan, untuk kantor pelayanan dan pengawasan di Bandara Silampari sudah mulai beroperasi sejak bulan Agustus tahun 2018.

Dalam tahun 2018, frekuensi lalulintas produk perikanan mengalami peningkatan, baik lalulintas domestik maupun ekspor.

“Peningkatan Frekuensi lalulintas komoditi perikanan domestik ditahun 2018 sebesar 25 persen dari tahun sebelumnya. Di tahun 2017 hanya 10.767 sertifikasi meningkat menjadi 13.486 sertifikasi,” ucap Sugeng saat diwawancarai, Senin (14/1).

Hal yang sama juga terjadi pada frekuensi lalulintas ekspor untuk komoditi perikanan. Ekspor perikanan dari Sumsel meningkat sebesar 7 persen, dari 330 sertifikasi ekspor ditahun 2017 menjadi 354 sertifikasi ekspor pada tahun 2018.

“Yang menjadi catatan ditahun 2018 adalah meningkatnya ekspor komoditi ikan hias yang mencapai 21 persen atau sebesar 238 sertifikasi ekspor pada tahun 2018 dengan jumlah total ekspor mencapai 679.237 ekor. Dibanding tahun 2017 hanya sebesar 196 sertifikasi dengan jumlah total ikan yang diekspor sebanyak 575.170 ekor,” terangnya.

Sugeng juga menjelaskan, ekspor tahun di 2018, 87 persennya didominasi ekspor ikan hias asli perairan Sumsel seperti ikan Botia (Chromobotia macrachantus) sebanyak 596.939 ekor.

“13 persen lainnya disumbang jenis ikan hias lain seperti ikan Dalum, Ikan Elang, Tiger Fish, Ikan Serandang, Ikan Betutu dan lainnya dengan negara tujuan Singapura dan Malaysia,” ungkapnya.

Dikatakan juga, untuk pengiriman komoditi Udang Belalang ditahun 2017 frekuensi pengiriman domestik 3.224 sertifikasi dengan jumlah pengiriman 3.196.120 ekor. Sedangkan tahun 2018 mengalami peningkatan yang signifikan dengan frekuensi 4.054 sertifikasi dengan pengiriman 3.602.152 ekor.

Sedangkan ikan Cupang ditahun 2017 frekuensi pengiriman domestik hanya sebesar 1.749 dengan sertifikasi sebanyak 24. 873 ekor, namun ditahun 2018 peningkatan pengiriman mencapai 2.754 sertifikasi domestik dengan pengiriman sebanyak 36.992 ekor.

“Peningkatan lalulintas ikan cupang ini sebenarnya menandakan bahwa terjadi peningkatan kualitas hasil budidaya ikan dari Usaha Kecil dan Menengah pembudidaya ikan dan peningkatan permintaan masyarakat diluar wilayah Sumsel, baik itu domestik maupun permintaan luar negeri,” tutupnya. (anz).

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner Caleg DPRD Kota Palembang

Kalender

Januari 2019
S S R K J S M
« Des    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Banner PLN

Karir Pad Widget

Space Kosong

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort