Viva Sumsel

 Breaking News
  • Situasi Mencekam, Massa Serang Mapolsek Pontianak Timur VIVA SUMSEL.COM, Pontinak – Pontianak mencekam. Massa  berjumlah sekitar 500 orang membakar Pos Polisi Lalu Lintas, di Simpang Tanjung Raya Satu Rabu (22/5/2019) pukul 04.00 WIB. Sampai pukul 06.00 WIB,...
  • Kemenag Sumsel Gandeng MUI Gelar Peringatan Nuzulul Quran VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ormas Islam di Kota Palembang menggelar peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadhan 1440 H...
  • Aksi Sosial Bikers Sholeh Honda VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Dipertengahan bulan suci Ramadhan kali ini, Astra Motor Sumsel selaku Main Dealer Honda kembali mengajak komunitas motor Honda melakukan aksi sosial. Dirangkum dalam tema “NGABUBURIDE &...
  • Tolak Hitungan KPU, Prabowo Akan Gugat Hasil Pilpres 2019 ke MK VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Calon Presiden (Capres) 02 Prabowo Subianto menyatakan penolakannya atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang hasil Pilpres 2019. Ketua umum Partai Gerindra itu menganggap rangkaian Pilpres...
  • Kejaksaan dan Pertamina EP Asset 2 Tanda Tangani Kerjasama Aset Negara VIVA SUMSEL.COM, Prabumulih – Pertamina EP Asset 2 dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan bersama Kejaksaan Negeri di Wilayah Kerja Asset 2 tandatangani kerjasama terkait Pengamanan Aset Negara dan Kerjasama Bidang...

Finda Anjurkan Limbah Tempe, Tahu Ditampung

Finda Anjurkan Limbah Tempe, Tahu  Ditampung
September 15
14:00 2016

Warga Desak Solusi Cepat

Viva Sumsel.com- Palembang  Warga Kelurahan Bukit Sangkal, resahkan atas limbah  industri tahu dan tempe yang mencemari lingkungan mereka. Ketidak nyamanan mereka  sempat  tidak mendapatkan respon dari Pemerintah guna memberikan solusi.

Didampingi Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) kota Palembang, Wakil Walikota Palembang,  Fitrianti Agustinda hadir ditengah-tengah masyarakat Bukit Sangkat sebagai penengah antar pemilik usaha dan warga sekitar.

Wakil Wawako Palembang meminta para pengusah untuk membuat IPAL agar tidak mencemari lingkungan dan menggangu warga.

“Pemerintah kota Palembang mewajibkan kepada pengusaha tahu tempe untuk membuat IPAL jangan langsung dibuang ke salarun air, ini akan mengganggu dan mencemari lingkungan juga bau busuk akan menyebar,” ujar Finda usai meninjau lokasi.

Bahkan Finda menegaskan jika tidak diindahkan pemerintah akan menindak tegas pengusaha yang nakal sesuai aturan yang berlaku.

“Kita akan tidak jika masih bandel, bisa kita tutup bahkan dikenakan pidana. Bagaimana teknisnya nanti BLH yang akan membimbing mereka,” tegas Finda.

Sementara itu, Selamet Bowo warga warga RT 28 sangat kecewa dengan penanganan limbah hasil pengolahan tahu tempe ini. Limbah cair sisa olahan tidak diolah lagi, tapi langsung dibuang keparit.

“Lihat ini limbah langsung dibuang keparit, tidak dibolah dulu atau ditampung di bak penampungan,” ujarnya sambil menunjuk limbah yang mengalir ke parit.

Ditempat yang sama Nurdin pengrajin tempe,  siap membuat  kolam penampungan bersama-sama atau membuat penambungan tertutup sendiri-sendiri  untuk menangani limbah ini.

“Intinya saya siap memperbaiki ini bisa bikin bak penampungan sendiri-sendiri atau bersama-sama. Kami masih  menunggu arahan dari BLH,” jelas Nurdin.(Ize)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner PLN

Kalender

Mei 2019
S S R K J S M
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

BANNER PAKET KOMPUTER KASIR

Karir Pad Widget

BANNER MUARA ENIM

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort