Viva Sumsel

 Breaking News
  • Rekapitulasi Suara Butuh Tenaga Muda VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Ketua KPU Palembang Eftiyani berharap untuk petugas KPPS nanti dapat diisi oleh orang-orang yang lebih muda, karena kemungkinan untuk pelaksanaan rekap surat suara nanti bisa membutuhkan...
  • Toska Kemas UI Juga Sasar Sekolah – Sekolah di Daerah Pelosok VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Selain memiliki keinginan untuk langsung dapat diterima bekerja, tidak jarang juga siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) khususnya kelas XII memiliki keinginan untuk dapat lulus dalam Seleksi...
  • Kemenag Sumsel Serahkan Bantuan 9 Ton Beras untuk Korban Tsunami VIVA SUMSEL.COM, Kalianda – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memberi bantuan beras sebanyak sembilan ton tujuh kilogram (9007 kg) untuk korban bencana tsunami Selat Sunda di Kabupaten Lampung...
  • Rafik Embat Isi Warung Saat Mati Lampu VIVA SUMSEL.COM, Pali – Jajaran Mapolsek Talang Ubi berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan, sesuai dengan Pasal 363 KUHP, Rabu (16/01/2019) sekitar pukul 12.00 Wib. Adapun pelaku yakni, Rafik Putra...
  • Arrum Haji Pegadaian , Solusi Mudah Bagi Masyarakat Yang Ingin Naik Haji VIVA SUMSEL.COM, Palembang  – PT Pegadaian kini memberikan solusi mudah bagi masyarakat yang ingin mendaftar haji dari Pegadaian. Melalui produk Arrum Haji, masyarakat dimudahkan untuk mendapatkan porsi haji. Pimpinan Cabang...

Finda Anjurkan Limbah Tempe, Tahu Ditampung

Finda Anjurkan Limbah Tempe, Tahu  Ditampung
September 15
14:00 2016

Warga Desak Solusi Cepat

Viva Sumsel.com- Palembang  Warga Kelurahan Bukit Sangkal, resahkan atas limbah  industri tahu dan tempe yang mencemari lingkungan mereka. Ketidak nyamanan mereka  sempat  tidak mendapatkan respon dari Pemerintah guna memberikan solusi.

Didampingi Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) kota Palembang, Wakil Walikota Palembang,  Fitrianti Agustinda hadir ditengah-tengah masyarakat Bukit Sangkat sebagai penengah antar pemilik usaha dan warga sekitar.

Wakil Wawako Palembang meminta para pengusah untuk membuat IPAL agar tidak mencemari lingkungan dan menggangu warga.

“Pemerintah kota Palembang mewajibkan kepada pengusaha tahu tempe untuk membuat IPAL jangan langsung dibuang ke salarun air, ini akan mengganggu dan mencemari lingkungan juga bau busuk akan menyebar,” ujar Finda usai meninjau lokasi.

Bahkan Finda menegaskan jika tidak diindahkan pemerintah akan menindak tegas pengusaha yang nakal sesuai aturan yang berlaku.

“Kita akan tidak jika masih bandel, bisa kita tutup bahkan dikenakan pidana. Bagaimana teknisnya nanti BLH yang akan membimbing mereka,” tegas Finda.

Sementara itu, Selamet Bowo warga warga RT 28 sangat kecewa dengan penanganan limbah hasil pengolahan tahu tempe ini. Limbah cair sisa olahan tidak diolah lagi, tapi langsung dibuang keparit.

“Lihat ini limbah langsung dibuang keparit, tidak dibolah dulu atau ditampung di bak penampungan,” ujarnya sambil menunjuk limbah yang mengalir ke parit.

Ditempat yang sama Nurdin pengrajin tempe,  siap membuat  kolam penampungan bersama-sama atau membuat penambungan tertutup sendiri-sendiri  untuk menangani limbah ini.

“Intinya saya siap memperbaiki ini bisa bikin bak penampungan sendiri-sendiri atau bersama-sama. Kami masih  menunggu arahan dari BLH,” jelas Nurdin.(Ize)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner Caleg DPRD Kota Palembang

Kalender

Januari 2019
S S R K J S M
« Des    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Banner PLN

Karir Pad Widget

Space Kosong

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort