Viva Sumsel

 Breaking News
  • Bea Tantang Raina VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Bea Tantang Raina Andalan Indonesia, Beatrice Gumulya (27 tahun). Bea sukses melewati hadangan pertama tunggal putri Asian Games 2018, Minggu (19/8). Bertanding  di lapangan utama Jakabaring Tennis...
  • Tim Sepak Takraw Putra Indonesia Menang Mudah Atas Iran VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Seperti yang sudah diprediksi sejak awal, tim beregu putra Sepaktakraw Indonesia menang mudah atas Iran. Novrizal dan kawan-kawan menuntaskan perlawanan Iran dengan skor 3-0, di lapangan...
  • Festival Pameran Burung Berkicau Kapolres Muara Enim Cup 2018 Berlangsung Seru VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Kapolres Muara Enim selenggarakan Festival dan Pameran burung berkicau Kapolres Muara Enim Cup Tahun 2018 diikuti 800 Peserta dari  11 kabupaten/Kota Provinsi  Sumatera Selatan dengan...
  • Warga Inginkan Siti Sundari “Bertarung” VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Warga yang berada di kawasan Margoyoso, RT 10, RW 03, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang, meminta agar Siti Sundari maju bertarung dalam ajang pemilihan legislatif...
  • Kado Hari Kemerdekaan RI, PLN Berikan Diskon 73 Persen Tambah Daya Listrik VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Dalam menyemarakkan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73 tahun dan perhelatan Asian Games 2018, PLN Wilayah S2JB memberikan kado istimewa bagi para pelanggan dan calon pelanggan...

Finda Anjurkan Limbah Tempe, Tahu Ditampung

Finda Anjurkan Limbah Tempe, Tahu  Ditampung
September 15
14:00 2016

Warga Desak Solusi Cepat

Viva Sumsel.com- Palembang  Warga Kelurahan Bukit Sangkal, resahkan atas limbah  industri tahu dan tempe yang mencemari lingkungan mereka. Ketidak nyamanan mereka  sempat  tidak mendapatkan respon dari Pemerintah guna memberikan solusi.

Didampingi Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) kota Palembang, Wakil Walikota Palembang,  Fitrianti Agustinda hadir ditengah-tengah masyarakat Bukit Sangkat sebagai penengah antar pemilik usaha dan warga sekitar.

Wakil Wawako Palembang meminta para pengusah untuk membuat IPAL agar tidak mencemari lingkungan dan menggangu warga.

“Pemerintah kota Palembang mewajibkan kepada pengusaha tahu tempe untuk membuat IPAL jangan langsung dibuang ke salarun air, ini akan mengganggu dan mencemari lingkungan juga bau busuk akan menyebar,” ujar Finda usai meninjau lokasi.

Bahkan Finda menegaskan jika tidak diindahkan pemerintah akan menindak tegas pengusaha yang nakal sesuai aturan yang berlaku.

“Kita akan tidak jika masih bandel, bisa kita tutup bahkan dikenakan pidana. Bagaimana teknisnya nanti BLH yang akan membimbing mereka,” tegas Finda.

Sementara itu, Selamet Bowo warga warga RT 28 sangat kecewa dengan penanganan limbah hasil pengolahan tahu tempe ini. Limbah cair sisa olahan tidak diolah lagi, tapi langsung dibuang keparit.

“Lihat ini limbah langsung dibuang keparit, tidak dibolah dulu atau ditampung di bak penampungan,” ujarnya sambil menunjuk limbah yang mengalir ke parit.

Ditempat yang sama Nurdin pengrajin tempe,  siap membuat  kolam penampungan bersama-sama atau membuat penambungan tertutup sendiri-sendiri  untuk menangani limbah ini.

“Intinya saya siap memperbaiki ini bisa bikin bak penampungan sendiri-sendiri atau bersama-sama. Kami masih  menunggu arahan dari BLH,” jelas Nurdin.(Ize)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner HUT RI

Kalender

Agustus 2018
S S R K J S M
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Banner PLN

Banner HUT RI

Karir Pad Widget

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort