Viva Sumsel

 Breaking News
  • Kemenag Sumsel Serahkan Bantuan 9 Ton Beras untuk Korban Tsunami VIVA SUMSEL.COM, Kalianda – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memberi bantuan beras sebanyak sembilan ton tujuh kilogram (9007 kg) untuk korban bencana tsunami Selat Sunda di Kabupaten Lampung...
  • Rafik Embat Isi Warung Saat Mati Lampu VIVA SUMSEL.COM, Pali – Jajaran Mapolsek Talang Ubi berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan, sesuai dengan Pasal 363 KUHP, Rabu (16/01/2019) sekitar pukul 12.00 Wib. Adapun pelaku yakni, Rafik Putra...
  • Arrum Haji Pegadaian , Solusi Mudah Bagi Masyarakat Yang Ingin Naik Haji VIVA SUMSEL.COM, Palembang  – PT Pegadaian kini memberikan solusi mudah bagi masyarakat yang ingin mendaftar haji dari Pegadaian. Melalui produk Arrum Haji, masyarakat dimudahkan untuk mendapatkan porsi haji. Pimpinan Cabang...
  • Informa PTC Mall Promo Cashback Jutaan Rupiah VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Penawaran spesial kembali ditawarkan outlet penjualan furniture dan perlengkapan rumah tangga Informa Palembang Trade Center (PTC) Mall Palembang bagi para pelanggan setianya. Supervisor Informa PTC, Erwin,...
  • PKJSC Ancam Bakar Alfamart VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pedagang kecil dan permainan anak-anak di Jakabaring sport city (PKJSC) menggelar aksi di Halaman kantor Gubernur Sumsel, Rabu (16/1/2018)....

Giatkan Sadar Halal, Kemenag Gelar Sosialisasi BPJPH

Giatkan Sadar Halal, Kemenag Gelar Sosialisasi BPJPH
September 07
10:55 2018

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar Sosialisasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Hotel Excelton Palembang, 6-8 September 2018. Kegiatan ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari pejabat Kanwil Kemenag Sumsel, penyuluh agama, pejabat Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, PDAM Tirta Musi, PD Pasar Kota Palembang, Pemda Sumsel, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, BPOM Sumsel, MUI, Asosiasi PHRI Sumsel, Asosiasi APJI Sumsel, dan Asosiasi Arsita Sumsel.

Ketua Panitia Harjo Warsito dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai UU Nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal. Undang-undang ini perlu diketahui masyarakat terkait dengan sertifikasi, legalisasi, dan labelisasi produk-produk yang akan dikonsumsi masyarakat. Sehingga mereka mendapat kepastian hukum, kepastian rasa, dan kepastian halal.

“Diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat mengetahui jaminan produk halal ini dalam rangka ukhuwah Islamiyah dan realisasi syariat agama Islam. Mudah-mudahan materi ataupun bahan yang disampaikan narasumber dapat dipahami dan disampaikan kepada masyarakat dan para pelaku usaha sehingga sadar halal dapat tercipta di lingkungan masyarakat Indonesia, dan juga bisa memasyarakat untuk dunia,” tutur Harjo.

Kepala Pusat Pembinaan Jaminan Produk Halal H. Amri Siregar dalam sambutannya menuturkan, BPJPH merupakan badan baru di Kemenag. Jangankan di luar Kemenag, di internal Kemenag sendiri masih sangat baru. Karenanya, sangat tepat bila ada kegiatan yang memperkenalkan badan ini secara khusus.

“Umat Islam merupakan mayoritas di Indonesia sehingga menjadi pasar terbesar produk halal. Hanya saja dari sisi produsen, kita bukan yang terbesar. Produk-produk yang beredar kebanyakan berasal dari luar Indonesia. Karena produk-produknya dijual ke Indonesia, tentu perlu memiliki jaminan halal. Jangan heran, negara-negara yang non muslim juga care dengan produk halal. Bukan karena agamanya, tetapi dari segi bisnis,” jelas Amri.

Amri mengaku bersyukur, saat ini sudah ada UU yang mengatur jaminan produk halal. Menurutnya, hal ini semakin menguatkan pemahaman fikih yang selama ini dijalankan umat Islam.

“Untuk itu, mari kita bersama-sama memikirkan dan menyebarkan kepada masyarakat agar sadar halal, gemar halal, dan cerdas halal. Insya Allah produk-produk yang beredar di lingkungan kita merupakan produk halal yang juga menumbuhkan ekonomi masyarakat,” ajak Amri.

Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi dalam arahannya mengatakan, kegiatan ini sangat penting mengingat 80 persen penduduk Indonesia adalah Islam. Lahirnya UU Nomor 33 Tahun 2014 merupakan langkah maju.

“Saya kira badan ini memiliki peran yang strategis ke depan. Sebagai contoh, bila saya kaitkan dengan ICMI yang memiliki program Halal Mart, tentu BPJPH akan punya peran penting di sana. Apalagi di zaman milenial sekarang di mana sebagian besar masyarakat butuh sesuatu yang cepat, maka keberadaaan BPJPH akan menjamin kehalalan setiap produk-produk yang mereka pakai dan konsumsi,” tegas Fajri.

Fajri berpesan agar para peserta mengikuti kegiatan dengan sebaik mungkin sehingga bisa menyebarkan nilai-nilai yang terkandung dalam UU Nomor 33 Tahun 2014, demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang agamis dan berpegang teguh pada syariat Islam. (anz)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner Caleg DPRD Kota Palembang

Kalender

Januari 2019
S S R K J S M
« Des    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Banner PLN

Karir Pad Widget

Space Kosong

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort