Viva Sumsel

 Breaking News
  • SKB CPNS Kemenag Sumsel Dipusatkan di MAN 3 Palembang VIVA SUMSELCOM, Palembang – Sebanyak 648 peserta akan mengikuti tahapan seleksi kompetensi bidang (SKB) pada penerimaan CPNS Kemenag Sumsel. Pelaksanaan SKB akan dipusatkan di MAN 3 Palembang Jalan Inspektur Marzuki No.1...
  • Apresiasi Mitra Driver, Gojek Gelar Undian Bertajuk Gojek Driver Hoki VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Sebagai bentuk apresiasi terhadap lebih dari satu juta mitra driver yang terus memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna, GOJEK menggelar program Undian GOJEK Driver Hoki. Lewat...
  • PAN Sumsel Sebut Oknum Pendukung Jokowi Bukan Kader PAN VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Terkait adanya deklarasi yang mengatas namakan dari Partai PAN mendukung pasangan calon presiden Jokowi – Maruf Amin, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumsel...
  • Kanwil DJBC Sumbagtim Musnahkan BMN Senilai Rp 2,58 Miliar VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim) dan KPPBC TMP B Palembang melakukan pemusnahan terhadap Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan...
  • Aplikasi Motorku, Septi Dapat Logam Mulia VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Sejak diluncurkan September lalu di 12 wilayah di Indonesia, Astra Motor selaku main dealer Honda akhirnya mengundi pemenang undian aplikasi Motorku periode 21 Agustus hingga 30...

Hakim Vonis Ahok Dua Tahun Penjara

Hakim Vonis Ahok Dua Tahun Penjara
Mei 09
12:19 2017

VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dihukum 2 tahun penjara. Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama karena pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

“Menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penodaan agama,” kata hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto membacakan amar putusan dalam sidang Ahok di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).

Majelis hakim menyebut penodaan agama dengan penyebutan Surat Al-Maidah dalam sambutan Ahok saat bertemu dengan warga di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Kalimat Ahok yang dinyatakan menodai agama adalah “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak-Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan enggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, nggak apa-apa.

“Dari ucapan tersebut, terdakwa telah menganggap Surat Al-Maidah adalah alat untuk membohongi umat atau masyarakat atau Surat Al-Maidah 51 sebagai sumber kebohongan dan dengan adanya anggapan demikian, maka menurut pengadilan, terdakwa telah merendahkan dan menghina Surat Al-Maidah ayat 51,” papar hakim dalam pertimbangan hukum.

Ahok dalam kunjungan pada 27 September 2016 didampingi sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta, Bupati Kepulauan Seribu, Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan, serta para nelayan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Majelis hakim menyebut Ahok sengaja memasukkan kalimat terkait dengan pemilihan gubernur. Ahok dalam pernyataannya di hadapan warga menyinggung program budidaya ikan kerapu yang tetap berjalan meskipun ia tidak terpilih dalam pilkada.

“Dari ucapannya tersebut terdakwa jelas menyebut Surat Al-Maidah yang dikaitkan dengan kata ‘dibohongi’. Hal ini mengandung makna yang negatif. Bahwa terdakwa telah menilai dan mempunyai anggapan bahwa orang yang menyampaikan Surat Al-Maidah ayat 51 kepada umat atau masyarakat terkait pemilihan adalah bohong dan membohongi umat atau masyarakat, sehingga terdakwa sampai berpesan kepada masyarakat di Kepulauan Seribu dengan mengatakan jangan percaya sama orang, dan yang dimaksud yang adalah jelas orang yang menyampaikan Al-Maidah ayat 51,” sambung hakim dalam putusannya.

Ahok dinyatakan majelis hakim terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 156a KUHP, yakni secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama. (Detik.com)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner Caleg DPRD Kota Palembang

Kalender

Desember 2018
S S R K J S M
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Banner PLN

Karir Pad Widget

Space Kosong

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort