Viva Sumsel

 Breaking News
  • Oppo Perkenalkan Perangkat F9 di Palembang VIVA SUMSEL.COM, Palembang – telah mengadakan sesi penjualan perdana secara serentak diseluruh Indonesia pada 31 Agustus yang lalu, kini OPPO memperkenalkan perangkat F9 di kota Palembang. Selain memperkenalkan perangkat F9,...
  • Desa Karang Raja Gelar Lemang Bersama VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim- Warga desa Karang Raja kecamatan Muara Enim adakan pembuatan lemang bersama dalam satu kampung, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan Muharram. Rabu (19/9/2018) Pembuatan lemang...
  • Kerusakan Gigi Penduduk Palembang Mencapai 530 Gigi Per 100 Orang VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pepsodent, brand perawatan kesehatan gigi dan mulut produksi PT Unilever Indonesia Tbk. bekerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI)...
  • Doakan Sandiaga Mendapatkan Mandat Rakyat VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Bertempat di Keraton Kesultanan Palembang Darussalam Jalan Torpedo Kompleks YPP Palembang, Selasa (18/9) Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahudin Uno di sambut dengan hangat oleh Sultan...
  • The 1O1 Palembang Rajawali Hadirkan Ngeliwet Reborn VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Mengangkat kembali salah satu kuliner tradisional yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, THE 1O1 Palembang Rajawali sukses menjadi pelopor nasi liwet pertama yang ada di Kota...

Hutan Tropis Band Launcing Album 3500Hz

Hutan Tropis Band Launcing Album 3500Hz
September 01
15:45 2018
  • Ketua DPP IWO Jodi Yudono Apresiasi Kiprah Jimmy Delvian

 

VIVA SUMSEL.COM, Palembang  – Hutan Tropis Band mengukuhkan eksistensinya di blantika musik Indonesia dengan melauncing Album bertajuk 3500HZ di Bingen Cafe, Jumat (31/08/2018) pukul 19.00 WIB tadi.

Hutan Tropis Band beranggotakan lima orang personil yang selain dikenal sebagai musisi, mereka juga dikenal sebagai aktivis lingkungan di Sumsel ini. Yaitu, Jemmy Delvian sebagai vokalis, Wiwin di gitar, Hari di keyboard Instagram dan video di buzz.

“Hutan Tropis ini berdiri karena keprihatinan terhadap lingkungan yang sudah semakin menurun,” terang Jemmy pada awak media sebelum tampil, Jumat malam.

Menurut Jemmy, kondisi lingkungan kita sekarang ini jauh berbeda dibandingkan ketika kita kecil dulu. Sudah mulai panas, hal ini sejak maraknya pembalakan hutan, apalagi sekarang marak juga kegiatan tambang di berbagai wilayah Sumsel ini.

“Dari pemikiran itu, maka kami dengan kemampuan bermain musik yang dimiliki, Kami ingin melakukan sesuatu kontribusi yang positif lah. Semoga bisa menjadi perhatian bagi banyak pihak tentang kondisi ini,” ungkap Wakil Bendahara IWO Sumsel ini.

Dikatakan,  3500HZ ini adalah judul album Hutan Tropis yang pertama, walaupun berdiri sudah 6 tahun tapi baru ini album yang dirilis. Kalau menciptakan karya sebetulnya sudah lumayan banyak, pada album ini hutan tropis ada 9 lagu salah satu dari 9 lagi itu berjudul 3500 Hz.

“Kenapa 3500 Hz  hal itu karena 3500 Hz adalah angka frekuensi audio yang dihasilkan oleh serangga tonggeret (Cicadidae), yang juga dikenal dengan nama sesiagh dalam bahasa Besemah di Sumatera Selatan,Jelasnya.

Album “3500 Hz” sambung Jimi terinspirasi dari keberadaan dan kontribusi sesiagh di alam, misalnya getaran sesiagh turut menyempurnakan proses fotosintesis tumbuhan di sekitarnya. Selain itu, frekuensi ini bisa didengar dengan jelas oleh telinga manusia.

Fenomena alam ini yang akhirnya diangkat oleh Hutan Tropis untuk judul album terbarunya “3500 Hz”.Dan  Album ini dirilis oleh Demajors, sebuah label yang banyak memberi kontribusi pada warna musik Indonesia selama lebih dari satu dekade terakhir.

Sementara,  Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Wartawan Online (IWO) Jodi Yudono, mengapresiasi apa yang dilakukan personil hutan tropis band.
Menurutnya, Jimmy ini musisi langka saat ini. Ketika kawan-kawan lain bernyanyi atau bermusik untuk urusan perut, dia ini untuk urusan kemanusiaan karena ngomongin lingkungan hidup, ngomongin soal kemanusiaan dan kehidupan.

“Saya kira Jimi salah satu musisi dengan tanda kutip yang cerdas, tidak semua seniman itu cerdas. Seniman itu ditentukan oleh apa ada maunya,” ujar ketua IWO yang juga budayawan ini.

Maunya itu menyelamatkan lingkungan hidup dan sini bukan hanya sekedar bertanya tentang hidup, tapi tuh biasanya di Universal kalau ini ini sudah adil dia sudah ngomong tentang sebuah kampungan yang rusak dia ngomong tentang binatang tonggeret yang menjadi penanda waktu shalat jadi dia lebih detail, hal-hal kecil di Explorer menjadi sebuah komposisi musik yang menarik yang disesuaikan dengan kondisi alam yang sebenarnya, seperti  tonggeret bunyi tonggeret Seperti apa dia sinkronkan dengan komposisi yang dia diciptakan.

“Semoga Jimmy jadi virus, Bangga keluarga besar IWO memiliki sosok seperti dia,
Wartawan harus jadi Panglima kebudayaan bangsa ini,”pungkas Jodi yang juga menjadi penyayi pembuka pada launching album perdana Hutan Tropis Band bersama Iir Stone dan Dirut Band malam ini.  (anz)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner HUT RI

Kalender

September 2018
S S R K J S M
« Agu    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Banner PLN

Banner HUT RI

Karir Pad Widget

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort