Viva Sumsel

 Breaking News
  • Erick Thohir Setuju Beli 60 Persen Saham Sriwijaya FC VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pengusaha sekaligus pemilik Mahaka Grup Erick Thohir tertarik menanamkan modalnya di Sriwijaya FC. Bahkan  Erick Thohir disebut telah setuju untuk membeli 60 persen saham tim berjuluk Laskar...
  • Panitia Reuni Akbar SMANLI Gelar Khitanan Massal VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Gerakan Wanita Muslimah Indonesia Cabang Palembang bekerjasama dengan panitia reuni akbar SMAN 5 (SMANLI) menggelar kegiatan sosial khitanan massal di aula SMANLI Palembang jalan R.E Martadinata...
  • Oppo Perkenalkan Perangkat F9 di Palembang VIVA SUMSEL.COM, Palembang – telah mengadakan sesi penjualan perdana secara serentak diseluruh Indonesia pada 31 Agustus yang lalu, kini OPPO memperkenalkan perangkat F9 di kota Palembang. Selain memperkenalkan perangkat F9,...
  • Desa Karang Raja Gelar Lemang Bersama VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim- Warga desa Karang Raja kecamatan Muara Enim adakan pembuatan lemang bersama dalam satu kampung, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan Muharram. Rabu (19/9/2018) Pembuatan lemang...
  • Kerusakan Gigi Penduduk Palembang Mencapai 530 Gigi Per 100 Orang VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pepsodent, brand perawatan kesehatan gigi dan mulut produksi PT Unilever Indonesia Tbk. bekerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI)...

Ikan Botia Primadona Ekspor Dari Sumsel

Ikan Botia Primadona Ekspor Dari Sumsel
November 08
23:43 2017

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Dalam bahasa hobbies ikan hias  air tawar, ikan ini merupakan salah satu hal yang wajib dipelihara untuk melengkapi aquascape akuarium. Bergerak berenang secara bergerombol, meliuk-liuk, saling berkejaran bahkan tidurnya pun dalam posisi tergelatak akan membuat kita terbelangak seolah-olah bagai suatu tontotan yang menawan.

“Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) atau dengan nama pasar ikan badut air tawar ini layak disandingkan dengan “Nemo” atau Clown Fish ikan badut lucu yang hidup pada air laut,”tutur Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Palembang (KIPM) Kelas I Palembang, Mw. Giri Pratikno

Pratikno menjelaskan, banyak jenis dari Ikan Botia namun yang paling terkenal adalah Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) yang berasal Indonesia dan itu hanya terdapat di perairan Sumatera bagian selatan dan Kalimantan. Memiliki corak warna yang indah berbalurkan warna hitam,orange kemerahan bersirip merah ikan ini terlihat anggun namun lucu.

Dikatakan, Ikan Botia termasuk ikan yang berumur panjang, dalam habitat aslinya dapat berumur hingga 20 tahun. Peminatnya tidak hanya dari hobiies dalam negeri, Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) termasuk salah satu dari tiga ikan hias dicari oleh hobbies di luar negeri selain Arwana.Di Indonesia ikan ini hanya berharga 5000 – 8000 Rupiah, namun di luar negeri harganya dapat naik 2-3 kali lipatnya,”jelasnya

Menurut data Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Palembang, bahwa terjadi peningkatan akan kebutuhan ikan hias jenis ikan Botia di luar negeri karena pada periode  Januari – Oktober tahun 2017 ekspor ikan Botia telah mencapai 424.450 ekor dengan frekuensi ekspor sebanyak 47 kali.

“Hal ini meningkat sebesar 9 % dari tahun 2016 yang hanya 387.887 ekor dengan frekuensi 55 kali ekspor,” ujarnya.

Giri Pratikno menambahkan, peningkatan kebutuhan pasar domestic atau lokal melonjak signifikan sebesar 61% selama periode 2016-2017. Hal ini terlihat dalam periode Januari-Oktober 2017 sebanyak 118.792 ekor dengan 55 kali pengiriman keluar wilayah Sumatera Selatan dibandingkan tahun 2016 yang hanya 73.507 ekor dengan 25 kali pengiriman.

Satu hal yang perlu menjadi catatan kata Pratikno bahwa semua ikan Botia yang dikirim dari Sumatera Selatan untuk memenuhi pasar domestic dan luar negeri merupakan hasil tangkapan dari alam yang mengancam kelestariannya. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2014 sudah mengeluarkan Peraturan Menteri No. 21 tahun 2014 tentang Larangan mengeluarkan benih ikan Botia dibawah 3,5 cm dan Ikan Botia diatas 10 cm hal ini semata-mata untuk menjaga kelestarian Ikan Botia agar dapat di nikmati anak cucu kita nanti.”ungkapnya.

“Ancaman lainnya adalah habitat hidup Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) di Sumatera Selatan yang mulai rusak karena ulah manusia. Zonasi wilayah industry, pertanian, perkebunan mengabaikan habitat hidup ikan di sungai – sungai di wilayah Sumatera Selatan. Banyak keluhan dari masyarakat dan nelayan di pinggiran Sungai Musi mulai kesusahan mencari berbagai jenis ikan, padahal 10-20 tahun yang lalu ikan-ikan itu mudah di dapat termasuk Ikan Botia.”tegasnya

Berbagai cara dilakukan untuk melestarikan ikan ini, kata dia menambahkan  budidayanya pun di beberapa daerah sudah mulai dikembangkan, namun hasilnya belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Perlu kebijakan yang tepat dalam mendukung pengembangan ikan hias satu ini karena inilah satu-satunya ikan hias asli perairan Sumater Selatan yang diperhitungkan dunia. Mari jaga untuk anak cucu kita,” (Iwan)

 

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner HUT RI

Kalender

September 2018
S S R K J S M
« Agu    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Banner PLN

Banner HUT RI

Karir Pad Widget

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort