Viva Sumsel

 Breaking News
  • Indonesia Peringkat 4 Perolehan Sementara Medali Asian Games Lifter Eko Yuli Irawan Sumbang Emas Kelima   VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Hingga Selasa, (21/8),  pukul 15.50 WIB, Indonesia masih menduduki peringkat 4 perolehan medali Asian Games 2018. Peringkat pertama...
  • PLN Beri Bantuan Yohanis Beasiswa Hingga S1 VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Tergerak atas aksi heroik yang dilakukan oleh Yohanis siswa SMP di Atambua, NTT, PLN Peduli mengapresiasi tindakan tersebut dengan memberikan bantuan beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi...
  • Timnas Rollerskate Indonesia Harapkan Dukungan Suporter VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Tim nasional rollerskate Indonesia mengharapkan dukungan para suporter saat berlaga pada Asian Games 2018. Menurut Kabid Binpres PB Porserosi Jeffry Abel, dukungan suporter Indonesia akan membuat...
  • Pasar Tanjung Enim Juarai Laga Sepak Bola Gembira, PTBA Lawang Kidul VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Setelah melalui fase grup dan semi final pada pertandingan sebelumnya pada laga sepak bola gembira, tim pasar Tanjung Enim akhirnya dipertemukan dengan tim kesebelasan kelurahan...
  • Bea Tantang Raina VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Bea Tantang Raina Andalan Indonesia, Beatrice Gumulya (27 tahun). Bea sukses melewati hadangan pertama tunggal putri Asian Games 2018, Minggu (19/8). Bertanding  di lapangan utama Jakabaring Tennis...

Indonesia Minim Kampus Top 100 Dunia

Indonesia Minim Kampus Top 100 Dunia
Februari 12
15:36 2018

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Hanya tiga perguruan tinggi saja yang mampu masuk jajaran top 1 dunia, ini membuktikan bahwa masih minimnya kampus asal Indonesia yang mampu bersaing dikancah internasional. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Profl Mohamad Nasir, PH.D., Ak saat menghadiri Dialog Nasional ke 6 dengan tema Sukses Indonesia Ku di Palembang Sport Convention Center (PSCC), Senin, (12/02/2018).

Dikatakan Nasir, hanya tiga kampus dari Indonesia yang masuk dalam top 100 dunia yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknik Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada. Kondisi ini, kata dia, tidak terlepas dari mutu pendidikan yang masih rendah mulai dari dosen hingga mahasiswa.

“kita terus mendorog agar kampus – kampus di dalam negeri memperbaiki mutu dan memperbanyak jumlah kampus yang masuk top 100 dunia ,” ujarnya

Dijelaskan Nasir, selama ini yang menjadi kendala kampus untuk masuk top 100 dunia di Indonesia karena minimnya inovasi dan riset sehingga dalam sektor dosen minimnya pertukaran dosen ke kampus luar negeri serta minimnya riset bersama antar dosen dari kampus Indonesia dengan kampus luar negeri. “Tak hanya dosen, sektor mahasiswa juga mengalami hal yang sama. Pertukaran mahasiswa antara kampus di Indonesia dengan kampus luar negeri juga tergolong minim,” ucapnya.

Kendati demikian, Nasir mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan ditingkat kampus di Indonesia mulai dari program penataan sehingga banyak perguruan tinggi yang ditutup hingga dilakukannya pendampingan agar mutu perguruan tinggi semakin baik.

“Visi kita saat ini menata kampus agar kompetitif daya saing agar mampu bersaing di dunia global,” tegasnya. (martin)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner HUT RI

Kalender

Agustus 2018
S S R K J S M
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Banner PLN

Banner HUT RI

Karir Pad Widget

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort