Viva Sumsel

Indonesia Minim Kampus Top 100 Dunia

 Breaking News
  • Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Muara Enim Tahun 2018 VIVA SUMSEL.COM. Muara Enim – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Muara Enim menggelar acara pawai  dalam rangka deklarasi kampanye damai pilkada serentak tahun 2018, Minggu (18/2/2018). Ribuan orang mengikuti...
  • Dedikasi KKBS 9 Bagi Siswa Tidak Mampu VIVA SUMSEL.COM,  Palembang – Alumni SMAN 9 Alumni SMAN 9 Palembang sepakat membentuk Yayasan Kerukunan Keluarga Besar SMAN 9 Palembang (KKBS 9). Tujuan didirikan Yayasan KKBS 9 ini untuk membantu...
  • Puteri Elvi Sukaesih Tersandung Kasus Narkoba VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Jajaran Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap Dhawiyah Zaida, putri dari pedangdut Elvi Sukaesih. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono...
  • Laris Manis, Makin Banyak Peminat Layanan Premium PLN VIVA SUMSEL.COM, Palembang  – Setelah sebelumnya, Selasa (13/2/2018) kemarin PDAM Tirta Musi Palembang resmi menjadi pelanggan Layanan Premium Silver  PT PLN (Persero) Area Palembang, hari Kamis (15/2/2018) pelanggan Premium PLN...
  • 410 Pelajar Sumsel Terima Beasiswa Conoco Philips VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Sebanyak 410 pelajar di Sumatera Selatan (Sumsel) mendapatkan beasiswa dari ConocoPhilips (Gresik) Ltd (CPGL) yang bekerjasama dengan Yayasan Ancora berkolaborasi dalam program beasiswa tahunan bagi mahasiswa...
Indonesia Minim Kampus Top 100 Dunia
Februari 12
15:36 2018

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Hanya tiga perguruan tinggi saja yang mampu masuk jajaran top 1 dunia, ini membuktikan bahwa masih minimnya kampus asal Indonesia yang mampu bersaing dikancah internasional. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Profl Mohamad Nasir, PH.D., Ak saat menghadiri Dialog Nasional ke 6 dengan tema Sukses Indonesia Ku di Palembang Sport Convention Center (PSCC), Senin, (12/02/2018).

Dikatakan Nasir, hanya tiga kampus dari Indonesia yang masuk dalam top 100 dunia yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknik Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada. Kondisi ini, kata dia, tidak terlepas dari mutu pendidikan yang masih rendah mulai dari dosen hingga mahasiswa.

“kita terus mendorog agar kampus – kampus di dalam negeri memperbaiki mutu dan memperbanyak jumlah kampus yang masuk top 100 dunia ,” ujarnya

Dijelaskan Nasir, selama ini yang menjadi kendala kampus untuk masuk top 100 dunia di Indonesia karena minimnya inovasi dan riset sehingga dalam sektor dosen minimnya pertukaran dosen ke kampus luar negeri serta minimnya riset bersama antar dosen dari kampus Indonesia dengan kampus luar negeri. “Tak hanya dosen, sektor mahasiswa juga mengalami hal yang sama. Pertukaran mahasiswa antara kampus di Indonesia dengan kampus luar negeri juga tergolong minim,” ucapnya.

Kendati demikian, Nasir mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan ditingkat kampus di Indonesia mulai dari program penataan sehingga banyak perguruan tinggi yang ditutup hingga dilakukannya pendampingan agar mutu perguruan tinggi semakin baik.

“Visi kita saat ini menata kampus agar kompetitif daya saing agar mampu bersaing di dunia global,” tegasnya. (martin)

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment