Viva Sumsel

 Breaking News

Kerap Kena Suspend, Ratusan Driver Online Unjuk Rasa

Kerap Kena Suspend, Ratusan Driver Online Unjuk Rasa
Desember 18
17:11 2017

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Kerap dikenakan sanksi berupa suspend, membuat ratusan driver online menjadi gerah, buntutnya, para driver online yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel menggelar unjuk rasa di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sumsel, Senin (18/12). Mereka menuntut pihak aplikator jangan seenaknya saja menonaktikan akun mereka dengan alasan yang tidak jelas.

“Suspend yang dikenakan kepada kami membuat para diver online menderita karena tidak bisa menerima order menarik penumpang, terlebih suspend itu diberlakukan hingga berhari-hari bahkan hingga empat hari dan yang lebih parah lagi dapat berujung pada penonaktifan akun,” tegas Ketua ADO Sumsel, Yoyon Septianto dalam orasinya.

Baru-baru ini saja kata Yoyon menambahkan ada sekitar 200 driver online yang terkena suspend dari tiga aplikator, ketika ditanya apa penyebabnya, pihak aplikator hanya menjawab sekenanya saja dengan menyebut bahwa ada kesalahan sistem.

“Itu menurut kami jawaban yang mengada-ada, belum lagi soal kebijakan aplikator yang terus menambah driver baru sementara driver yang lama ada yang dipecat,” imbuhnya.

Yoyon Septianto meminta agar Pemerintah Daerah turun tangan membantu mereka dalam persoalan ini. Pihaknya ingin Pemerintah Daerah terlibat membuat regulasi yang mengatur aplikator agar membatasi kuota penerimaan diver baru. Untuk diketahui, kata Yoyon hingga saat ini total ada 5.000 orang driver baik roda dua dan empat yang beroperasi di kota di Palembang.

Dikatakannya, seharusnnya pihak apliktor mengerti juga dengan kondisi driver online, sebetulnya pihaknya sudah terbantu dengan adanya angkutan berbasis online karena dengan itu sebagian besar dari mereka memliki pekerjaan namun jangan hanya kewajibannya saja yang dituntut tapi hak-haknya juga mesti diperhatikan.

“Jumlah driver jangan ditambah lagi lantas juga jangan ada pemecatan sepihak bagi driver lama, kami ini masih mampu bekerja mencapai target” ucap Yoyon.

Sementara, City Operation Grab Palembang Siswantoro mengatakan suspend dikenakan kepada driver yang melanggar aturan atau istilahnya curang. Kecurangan itu bisa dilihat dari adanya order fiktif, order buatan dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya.

“Kita juga terpaksa menerapkan sanksi itu, kalau tidak begitu para driver tentu tidak akan tertib,” ucapnya.

Maka dari itu, ia berkata, pihaknya juga meminta niat baiknya kepada asosiasi driver agar anggotanya mematuhi peraturan yang ada, bilamana ada pelanggaran dalam bentuk kecurangan maka driver dianggap tidak bisa bekerjasama dan aplikator berhak memberikan sanksi.

Aksi diikuti oleh 3 ribu orang driver online dari seluruh kota Palembang, mereka ada yang datang menggunakan kendaran roda empat ada juga dengan mengendarai kendaraan roda dua, menggunakan pakaian hitam dan hijau ambil meneriakan yel-yel salam satu aspal.

Aksi ini merupakan aksi damai dan dilakukan secara serentak di 12 provinsi Indonesia yakni Jakarta, Jabar, Yogyakarta, Jateng, Jatim, Kalbar, Sumut, Sumsel, Jambi, Lampun, Sulsel dan Sultra. (anz)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner Caleg DPRD Kota Palembang

Kalender

November 2018
S S R K J S M
« Okt    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Banner PLN

Karir Pad Widget

Space Kosong

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort