Viva Sumsel

 Breaking News
  • Bea Tantang Raina VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Bea Tantang Raina Andalan Indonesia, Beatrice Gumulya (27 tahun). Bea sukses melewati hadangan pertama tunggal putri Asian Games 2018, Minggu (19/8). Bertanding  di lapangan utama Jakabaring Tennis...
  • Tim Sepak Takraw Putra Indonesia Menang Mudah Atas Iran VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Seperti yang sudah diprediksi sejak awal, tim beregu putra Sepaktakraw Indonesia menang mudah atas Iran. Novrizal dan kawan-kawan menuntaskan perlawanan Iran dengan skor 3-0, di lapangan...
  • Festival Pameran Burung Berkicau Kapolres Muara Enim Cup 2018 Berlangsung Seru VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Kapolres Muara Enim selenggarakan Festival dan Pameran burung berkicau Kapolres Muara Enim Cup Tahun 2018 diikuti 800 Peserta dari  11 kabupaten/Kota Provinsi  Sumatera Selatan dengan...
  • Warga Inginkan Siti Sundari “Bertarung” VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Warga yang berada di kawasan Margoyoso, RT 10, RW 03, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang, meminta agar Siti Sundari maju bertarung dalam ajang pemilihan legislatif...
  • Kado Hari Kemerdekaan RI, PLN Berikan Diskon 73 Persen Tambah Daya Listrik VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Dalam menyemarakkan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73 tahun dan perhelatan Asian Games 2018, PLN Wilayah S2JB memberikan kado istimewa bagi para pelanggan dan calon pelanggan...

MARIN Nusantara Launching Hasil Riset Program Tol Laut

MARIN Nusantara Launching Hasil Riset Program Tol Laut
Februari 20
22:42 2018

VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Direktur MARIN Nusantara Makbul Muhammad ST.,M.Han. mengungkapkan hasil riset Tol laut merupakan jawaban dari ketidakadilan ekonomi dan ketimpangan. Sebelum ada program tol laut, harga – harga kebutuhan pokok masyarakat meningkat 50 persen ketika dibawah keluar dari pulau Jawa.

Dengan tol laut yang disubsidi oleh negara, diharpakan mampu mengurai disparitas harga antar daerah di luar pulau Jawa. Itulah letak urgensi riset yang dilakukan oleh MARIN Nusantara, untuk mengetahui sejauh mana program ini berjalan, seperti apa dampaknya kepada daerah dan masyarakat, apa hambatan yang dihadapi, dan bagaimana resolusinya.

Hasil riset ini akan menjelaskan kepada publik tentang fakta yang sesungguhnya berdasarkan temuan-tamuan yang kami amati langsung dilapangan,” ungkap Makbul saat konferensi press di Graha Pena 98 Jakarta Selatan, Selasa (20/02).

Lanjut Makbul,  Untuk di Papua riset ini dilaksanakan di Manokwari, Wasior, Nabire, Serui, Biak, dan di NTT dilaksanakan di Maumere, Larantuka, Lewoleba, Rote, Sabu dan Waingapu.

Makbul menjelaskan,  program tol laut yang dicanangkan oleh pemerintah sudah tepat, hanya saja ada beberapa kendala-kendala yang menghambat, yaitu:

  1. Adanya oknum ekspedisi yang mengambil keuntungan dari jasa pengiriman tol laut yg relatif murah, modus ekspedisi ini dengan menetapkan harga sendiri yang lebih mahal sekitar 70% dari harga yang ditetapkan oleh operator kapal tol laut. Mereka (ekspedisi) ini memborong kontainer, sehingga pelaku usaha kecil sulit mendapatkan kouta kontainer yang kemudian diarahkan mengambil kontainer melalui ekspedisi. Pihak ekspedisi biasanya menetapkan harga per satu kontainernya dari Pelabuhan Surabaya ke Pelabuhan Manokwari sebesar 10-11 Juta, padahal harga perkontainer dari operator kapal 5-6 Juta. Sehingga biaya subsidi yang dikeluarkan oleh negara kurang berefek menekan angka disparitas harga.
  2. Pihak pengusaha yang menggunakan jasa tol laut saat dipasar mencampur barang dagangannya dengan barang kapal non tol laut, sehingga herga-harga tidak turun signifikan.
  3. Muatan balik yang kosong masih menjadi permasalahan, sehingga tidak terjadi keseimbangan hilirisasi logistik nasional. Hanya beberapa daerah seperti di NTT seperti Pulau Sabu, Lewoleba dan Larantuka yang mempunyai muatan balik ke pulau Jawa.
  4. Lemanya sinergitas antar lembaga yang berwenang dalam program tol laut, sehingga tidak meksimalnya pelaksanaan dan pengawasan berjalannya program ini.

Maka dari itu, Makbul mengungkapkan, pengamatan dalam hal ini untuk di papua nilai disparitas harga-harga bahan pokok seperti beras, gula, terigu, minyak goreng, semen, besi turun 10% dari tahun 2016-2017, dan di NTT turun 15% untuk tahun dari tahun 2016 ke 2017.

Makbul juga menambahkan,  Dalam Launching ini MARIN Nusantara juga memberikan resolusi kepada pemerintah, yaitu:

  1. Penguatan program “Rumah Kita” disetiap daerah untuk memaksimalkan hilirisasi logistik program tol laut.
  2. Pemerintah memberikan batasan kuota kontainer kepada pelaku usaha agar tidak terjadi monopoli.
  3. Operator kapal memperketat pengawasan stuffung kontainer agar tidak terjadi manupilasi data manifest.
  4. Pemerintah perlu melengkapi fasilitas pelabuhan untuk memperlancar aktifitas bongkar muat.
  5. Kementerian Perdagangan perlu memaksimalkan pengendalian harga barang-barang yang dimuat oleh kapal tol laut.
  6. Presiden perlu menginisiasi satuan kerja (satker) untuk memperkuat sinetgitas pelaksanaan program tol laut dari hulu sampei ke hilir.
  7. Khusus untuk muatan balik, pemerintah pusat (kementerian terkait) perlu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memaksimalkan pengembangan komoditas lokal. (DNK)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner HUT RI

Kalender

Agustus 2018
S S R K J S M
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Banner PLN

Banner HUT RI

Karir Pad Widget

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort