Viva Sumsel

 Breaking News

Menuju Muruah Sumsel Sebagai Eksportir Kopi Terbesar, Tak Hanya Produksi

Menuju Muruah Sumsel Sebagai Eksportir Kopi Terbesar, Tak Hanya Produksi
Oktober 06
23:05 2019

ARTIKEL

 

Oleh  : Yolanda Rizkie Aprilia (Mahasiswi Politeknik Statistika STIS Jakarta)

 

Perkebunan, Salah Satu Penyumbang PDB Terbesar PDB dapat digunakan untuk mengetahui kondisi ekonomi suatu negara, hal ini dikarenakan PDB adalah salah satu indikator untuk menghitung pendapatan nasional.

Adapun salah satu sektor yang menjadi sumbangsih terbesar adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikananmempunyai peranan yang cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang cukup besar berdasarkan publikasi BPS yaitu sekitar 13,14 persen pada tahun 2017 atau sebesar 1.786 triliun yang merupakan urutan kedua setelah sektor Industri Pengolahan sebesar 20,16% atau sekitar 2.739 triliun.

Pada waktu krisis ekonomi, sektor pertanian merupakan sektor yang cukup kuat menghadapi goncangan ekonomi dan ternyata dapat diandalkan dalam pemulihan perekonomian nasional.

Salah satu sub sektor yang cukup besar potensinya adalah sub sektor perkebunan. Kontribusi sub sektor perkebunan dalam PDB yaitu sekitar 3,47 persen pada tahun 2017 atau sekitar 471 triliun yang merupakan urutan pertama di sektor Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian.Kopi, Komoditi Hasil Perkebunan yang Tak Dapat DiremehkanKopi merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia.

Kopi juga salah satu komoditas ekspor Indonesia yang cukup penting sebagai penghasil devisa negara selain minyak dan gas. Selain peluang ekspor yang semakin terbuka, pasar kopi di dalam negeri masih cukup besar.

Walaupun kopi bukan termasuk komoditas dengan hasil ekspor terbesar, namun perkebunan kopi termasuk yang berpotensi besar ketika menghadapi krisis perekonomianglobal.Terjadinya krisis perekonomian di tigkat global mengakibatkan harga jual komoditi perkebunan khusunya kopi dan kakao terus merangkak naik seiring meningkatnya nilai tukar mata uang asing.

Kedua komiditi tersebut memang kerap kali mengikuti harga dunia, mengikuti perkembangan harga dollar yang terus menguat dibandingkan rupiah yang terus melemah, sehingga harga jual komoditi tersebut juga jadi semakin mahal.

Pada 2017, nilai ekspor kopi asal Indonesia tercatat sebesar USD 1,6 miliar atau sekitar 20,8 triliun rupiah (1 USD = Rp 13.000).Sumatera Selatan, dengan Perkebunan Kopi TerluasBerdasarkan Publikasi BPS tahun 2017 mengenai Statistik Kopi di Indonesia, terdapat 5 Provinsi produsen kopi terbesar di Indonesia yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, dan Jawa Timur.Kebun kopi terluas di Indonesia peringkat pertama diduduki oleh Provinsi Sumatera Selatan dengan total luas lahan sebesar 263,3 ribu Ha pada tahun 2017.

Dari 263,3ribuHa kebun kopi tersebut, hampir seluruhnya adalah kebun kopi robusta.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perkebunan – Kementerian Pertanian tahun 2017,luas lahan untuk perkebunan kopi Robusta di Sumatera Selatan terbesar ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan yaitu seluas 70,8 ribu Ha yang dapat menghasilkan 33,5 ribu ton kopi robusta.

Selain Ogan Komering Ulu Selatan, terdapat empat kabupaten lain dengan potensi produksi kopi terbesar di Sumatera Selatan yaitu Kabupaten Muara Enim, Lahat, Ogan Komering Ulu, dan Empat Lawang.Dari 263,3 ribu Ha luas perkebunan kopi tersebut, ternyata sebagian besarnya adalah kebun rakyat yang dikelola oleh sekitar 204.615 KK petani di 6 wilayah yaitu OKU Selatan, Empat Lawang, Muara Enim, OKU, Pagar Alam dan Lahat.Sumatera Selatan,

Produsen Kopi Terbesar di Indonesia Selain sebagai Provinsi dengan luas perkebunan kopi terbesar, Sumatera Selatan juga menjadi produsen kopi terbesar yang berada diposisi paling atas yaitu dengan total produksi sebesar 120,8 ribu ton pada tahun 2017 dengan kontribusi terhadap total produksi sebesar 18,11%.

Hal ini berbanding lurus dengan luasnya perkebunan kopi di Sumatera Selatan, sehinggamenunjukkan sektor perkebunan dengan komoditi kopi Sumatera Selatan sangat berpotensi dan menjadi penyumbang pada perekonomian negara.Namun, meskipun luas lahan perkebunan dan angka produksi kopi di Sumatera Selatan adalah yang terbesar di Indonesia, produksi kopi di Sumatera Selatan masih dikatakan belum cukup produktif karena masih jauh dari perkiraan potensi kebun.

Hal inidikarenakan sebagian besarnya adalah kebun rakyat, maka masih belum tergarap optimal, terutama dari sisi produktivitas danbranding, artinya perkebunan kopi di Sumatera Selatan masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Satu hektar kebun kopi dalam 1 tahun rata-rata hanya 500 kg, harusnya bisa 2-3 ton. Hal yang sama terjadi dari sisi branding, masih kurang dikenal dan tertinggal dengan kopi dari wilayah lain.

Jadi, dari total luas lahan perkebunan kopi sebesar 263,3 ribu Ha masih dapat dioptimalkan produksi kopi nya menjadi sekitar 690 ribu ton.Sumatera Selatan, BUKAN Eksportir Kopi TerbesarMeskipun Sumatera Selatan adalah provinsi dengan luas lahan dan produksi kopi terbesar di Indonesia, tak menjadikan Sumatera Selatan sebagai eksportir kopi terbesar juga.

Dari total produksi kopi sebanyak 120,8 ribu ton, hanya sekitar 2 ribu ton saja yang dapat diekspor. Hal ini masih jauh dari target ekspor kopi Sumatera Selatan yaitu sekitar 50 ribu ton.

Bahkan di wilayah Indonesia pun kopi khas dari Sumatera Selatan kurang dikenal oleh masyarakat.

Banyak merek kopi Sumatera Selatan yang tidak sampai ke wilayah lain di Indonesia, biasanya hanya untuk dikonsumsi masyarakat sekitaran wilayah penghasil kopi di Sumatera Selatan.

Minimnya ekspor kopi Sumatera Selatan diakibatkan salah satunya oleh faktor geologis yang kurang mendukung.

Biasanya untuk mengekspor hasil perkebunan Sumatera Selatan melalui Sungai Musi yang hanya pelabuhan sungai, sehingga menyebabkan ongkos kirim menjadi lebih mahal. Selain karena faktor geologis, pengenalan kopi khas Sumatera Selatan juga dinilai kurang, dapat dilhat dari kurangnya dikenali dan kurangnya informasi terhadap produk-produk kopi khas Sumatera Selatan.

Jadi, meningkat dan besarnya hasil produksi kopi di Sumatera Selatan tidak sebanding dengan hasil yang diekspor bahkan yang hanya keluar provinsi.

Maka dari itu, diharapkan pemerintah Sumatera Selatan untuk semakin memperhatikan hasil perkebunan kopi yang notabene nya memiliki potensi yang sangat besar untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatera Selatan

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Kalender

Oktober 2019
S S R K J S M
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Karir Pad Widget

BANNER SELAMAT HARI JADI KOTA PRABUMULIH KE 18

Banner Hari Jadi Kota Prabumulih

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort