Viva Sumsel

 Breaking News
  • Indonesia Peringkat 4 Perolehan Sementara Medali Asian Games Lifter Eko Yuli Irawan Sumbang Emas Kelima   VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Hingga Selasa, (21/8),  pukul 15.50 WIB, Indonesia masih menduduki peringkat 4 perolehan medali Asian Games 2018. Peringkat pertama...
  • PLN Beri Bantuan Yohanis Beasiswa Hingga S1 VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Tergerak atas aksi heroik yang dilakukan oleh Yohanis siswa SMP di Atambua, NTT, PLN Peduli mengapresiasi tindakan tersebut dengan memberikan bantuan beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi...
  • Timnas Rollerskate Indonesia Harapkan Dukungan Suporter VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Tim nasional rollerskate Indonesia mengharapkan dukungan para suporter saat berlaga pada Asian Games 2018. Menurut Kabid Binpres PB Porserosi Jeffry Abel, dukungan suporter Indonesia akan membuat...
  • Pasar Tanjung Enim Juarai Laga Sepak Bola Gembira, PTBA Lawang Kidul VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Setelah melalui fase grup dan semi final pada pertandingan sebelumnya pada laga sepak bola gembira, tim pasar Tanjung Enim akhirnya dipertemukan dengan tim kesebelasan kelurahan...
  • Bea Tantang Raina VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Bea Tantang Raina Andalan Indonesia, Beatrice Gumulya (27 tahun). Bea sukses melewati hadangan pertama tunggal putri Asian Games 2018, Minggu (19/8). Bertanding  di lapangan utama Jakabaring Tennis...

Merugi, RSUD Prabumulih Terpaksa Hapus Layanan Operasi Kelenjar Prostat

Merugi, RSUD Prabumulih Terpaksa Hapus Layanan Operasi Kelenjar Prostat
Juni 08
12:40 2018

VIVA SUMSEL.COM, Prabumulih – Pihak management RSUD Prabumulih terpaksa menghentikan pelayanan operasi Benign Prostat Hyperlasia (BPH) terhadap
3 pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) penderita kanker prostat dengan alasan terdapat selisih perhitungan claim BPJS sehingga mengakibatkan RSUD merugi.

Direktur RSUD Prabumulih, Dr. Yus Uchrowiyah, SpTHT saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jum’at (8/6) mengakui terpaksa menghentikan pelayanan operasi BPH karena biaya yang dikeluarkan RSUD untuk setiap kegiatan operasi lebih besar dari nilai claim yang diajukan BPJS.

“Setiap kali melakukan operasi BPH sejak awal hingga akhir,  RSUD setidaknya mengeluarkan biaya antara Rp 12 juta hingga Rp 18 juta sesuai dengan kelas layanan kesehatan yang digunakan,  sedangkan lclaim dari BPJS hanya berkisar pada angka Rp 6 juta,” akunya.

Dr. Yus Uchrowiyah menambahkan, selain itu pelaksanaan operasi BPH di RSUD secara konvensional selama ini resikonya sangat tinggi, proses penyembuhan agak lama dan dapat menyebabkan kematian, oleh karena itu pasien disarankan melakukan operasi BPH dengan dokter specialist Urologi di Palembang.

Hal senada juga disampaikan Kepala  bidang (Kabid) Pelayanan medis (Yandis), dr Yoanda Filia melalui Kasubag Humas,  H Ernan SKM, menurutnya seiring kemajuan kedokteran saat ini untuk operasi BPH sudah bisa dilakukan dengan cara lebih maju yang hanya bisa dilakukan dr specialist urologi.

“Metode operasi BPH secara konvensional selama ini memiliki resiko yang lebih tinggi, proses penyembuhan berkisar 4 – 6 Minggu,  berkemungkinan operasi ulang dan dapat menyebabkan kematian, akan tetap jika dilakukan oleh dr specialist urologi resiko yang dihadapi relativ lebih rendah,” ujarnya. (anz)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner HUT RI

Kalender

Agustus 2018
S S R K J S M
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Banner PLN

Banner HUT RI

Karir Pad Widget

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort