Viva Sumsel

 Breaking News

Minyak Goreng Wajib Kemasan, Dinas Perdagangan Sumsel Tunggu Edaran Resmi Kementrian

Minyak Goreng Wajib Kemasan, Dinas Perdagangan Sumsel Tunggu Edaran Resmi Kementrian
Oktober 10
13:15 2019

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pemerintah berencana akan memberlakukan kebijakan larangan minyak goreng curah beredar di pasaran tahun 2020 mendatang. Namun, hingga saat ini Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel belum menerima edaran resmi dari pihak Kementerian dan kebijakan tersebut yang pada dasarnya masih dikaji oleh Kementerian Perdagangan.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Yustianus mengatakan, pihaknya mendukung kebijakan ini terlebih lagi jika minyak curah bisa di alihkan menjadi minyak kemasan.

“Rencana kebijakan tersebut saya rasa mempunyai tujuan yang cukup baik. Apalagi jika packing untuk minyak goreng curah akan mengarah ke minyak kemasan,” ujar Yustianus saat diwawancarai di Griya Agung, Kamis (10/10/2019).

Jika minyak curah bisa dikemas dengan baik, kata Yustianus, konsumen bisa melihat label nama perusahaan, kapan diproduksinya dan izin pemasarannya. Keamanan konsumen pun tentu lebih terjamin, Serta Konsumen tak perlu khawatir dengan kwalitasnya.

Apalagi, tambahnya, dari sisi harga baik minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan memiliki harga jual yang tidak jauh berbeda. Jika minyak goreng curah dijual dengan Rp10 ribu perkilo sementara minyak kemasan dipasarkan dengan Harga Eceran tertinggi (HET) Rp10.500 ribu sampai Rp11 ribu perkilo.

“Jadi ini lebih kepada kemasannya. Karena masih ada tenggang waktu, kita harap produsen minyak curah bisa mempersiapkan alternatif kemasan untuk minyak curah yang lebih laik edar,” jelasnya.

Dilain pihak, konsumen minyak curah banyak di gunakan oleh pedagang makanan terutama warung penjual makanan siap saji. Seorang pedagang Wiwik (42) menjelaskan, jika dirinya mendukung kalau minyak curah bisa di ubah menjadi minyak kemasan.

“Mau mau aja, toh kualitasnya juga semakin membaik kalau jadi minyak kemasan, tapi harganya jangan di naikin,” terang Wiwik.

Namun jika harganya tinggi, kata Wiwik, dirinya akan merasa rugi karena selama ini minyak curah di nilai cukup murah harganya apalagi untuk pedagang makanan sepertinya yang sangat mengandalkan minyak curah untuk memasak.

“Kalau sama seperti kemasan bisa bangkrut. Bukan untung malah buntung,” tegasnya. (anz)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Kalender

Oktober 2019
S S R K J S M
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Karir Pad Widget

BANNER SELAMAT HARI JADI KOTA PRABUMULIH KE 18

Banner Hari Jadi Kota Prabumulih

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort