Viva Sumsel

 Breaking News
  • Hadapi Libur Natal Dan Tahun Baru DAMRI Siapkan 96 Bus VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Dalam menghadapi liburan Natal dan tahun baru ini, Jasa angkutan transportasi darat Perum DAMRI telah menyiapkan 96 bus, yang terbagi dua yaitu 80 bus reguler dan...
  • Ekspor Karet Sumsel Turun 4,24 Persen VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Oktober 2018, sektor ekspor provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tercatat mengalami penurunan sebesar 4,24 persen jika dibanding bulan sebelumnya dari semula US$408,07 juta menjadi US$390,76 juta yang...
  • PT OKI Pulp Support UKW di Kabupaten OKI VIVA SUMSEL.COM, Oki – Ogan Komering Ilir I Pabrik kertas terbesar se Asia Tenggara, PT OKI Pulp and Paper Mills menyambut baik kegiatan Uji Kompetensi Wartawan di Kabupaten OKI yang...
  • Bangun Jaringan Bantuan Hukum Harus Ada Take And Give VIVA SUMSEL.COM Palembang – Dekan Fakultas Hukum Unsri Febrian mengatakan, Untuk mengatasi masalah hukum di dunia, pemerintah harus jeli dalam membangun jaringan bantuan hukum, seperti memberikan jaringan dan kualitas yang...
  • Mechanic Battle, Ajang Adu Skill Mekanik AHASS Palembang VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Astra Motor Sumsel menggelar Mechanic Battle, ajang adu skill antar mekanik AHASS di Kota Palembang. Bertempat di outdoor Transmart Palembang kegiatan ini diadakan untuk memeriahkan event...

MUI Sumsel Minta Dinkes Tunda Vaksinasi Rubella

MUI Sumsel Minta Dinkes Tunda Vaksinasi Rubella
Agustus 06
14:55 2018

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan (Sumsel) meminta Dinas kesehatan (Dinkes) Sumsel dan Kabupaten/kota se Sumsel untuk tidak melaksanakan launching imunisasi massal vaksin Measles Rubella (MR), pada tanggal 7 Agustus 2018. Permintaan penundaan ini sesuai kesepakatan ketua umum MUI dan Menkes sampai dengan adanya kejelasan kehalalan vaksin Rubella.

“MUI Sumsel telah menggelar rapat pleno pada tanggal 4 Agustus lalu dan menghasilkan keputusan meminta Dinkes Sumsel dan Dinkes Kabupaten/Kota untuk menunda imunisasi tersebut,” ujar Ketua MUI Sumsel, Aflatun Muchtar saat menggelar jumpa pers di kantor MUI Sumsel ,jalan Kapten Anwar Sastro, Palembang, Senin (6/8).

Dikatakannya, vaksin MR adalah vaksin yang diproduksi oleh Serum Institut  of India (SII) namun belum dimohonkan sertifikat halalnya. MUI melihat adanya keresahan mengenai kesimpangsiuran informasi vaksin Rubella dan perlu direspon secara bijak agar ada kepastian serta ada panduan keagamaan secara tepat.

“Mengingat masyarakat Sumsel 90 persen lebih adalah muslim, maka untuk mencegah hal – hal yang tidak kita inginkan bersama maka sekali lagi MUI meminta baik Dinkes Sumsel maupun Kab/kota untuk dapat menunda pelaksanaan imunisasi MR,” imbuhnya.

Aflatun yang dalam kesempatan itu didampingi Sekretaris Umun MUI Sumsel, Ayik Farid menyampaikan surat permononan penundaan yang ditujukan kepada Dinkes Sumsel akan dilayangkannya hari ini juga. Ia berharap surat permohonan ini dapat direspon untuk kemudian ditindaklanjuti

“Pemberian vaksin dari unsur yang haram dalam kondisi tertentu, misalnya dalam keadaan darurat memang diperbolehkan namun MUI melihat saat ini tidak dalam kondisi itu,” tukasnya.

Terhadap mereka yang terlanjur divaksin karena ketidaktahuannya MUI berpendapat itu tak mengapa, karena jika nanti Dinkes masih tetap melakukan vaksinasi biarlah atasannya yang memberikan sanksi karena itu diluar kewenangan MUI namun sebagai umat muslim akan lebih baik jikalau kita patuh terhadap perintah agama.(anz).

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner Caleg DPRD Kota Palembang

Kalender

Desember 2018
S S R K J S M
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Banner PLN

Karir Pad Widget

Space Kosong

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort