Viva Sumsel

 Breaking News
  • XL Axiata Salurkan Bantuan dan Buka Layanan Gratis VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mulai menyalurkan bantuan bagi para korban gempa di Sulawesi Barat sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat di lokasi terdampak. Minggu pagi...
  • Mesut Oezil Hengkang ke Fenerbahce VIVA SUMSEL.COM – Mesut Oezil resmi meninggalkan Arsenal menuju Fenerbahce pada bursa transfer musim dingin 2021 ini. Hal itu terjadi setelah gelandang berpaspor Jerman itu memutuskan untuk memutus kontraknya di Emirates Stadium. Kabar...
  • Indosat Ooredoo Peduli Korban Gempa Mamuju VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Bencana alam gempa bumi yang melanda Mamuju-Majene, Sulawesi Barat, kemarin telah meluluhlantahkan kota dan mengakibatkan korban jiwa. Masyarakat yang tempat tinggalnya rusak karena gempa, terpaksa tinggal...
  • 34 Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa Sulawesi Barat VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) mengerahkan tim ke Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) setelah gempa berkekuatan Magnitudo 6,2 mengguncang wilayah itu pada Jumat (15/1)...
  • Singapura Berikan Dukungan APD 160 Ton VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Pemerintah Singapura melalui Kedutaan Besar Singapura di Indonesia mendonasikan dukungan APD COVID-19 kepada Indonesia melalui WeCare.id. Untuk mendukung kampanye #APDUntukNegeri oleh WeCare.id, Pemerintah Singapura memberikan bantuan APD...

Pemerintah Bubarkan dan Larang Aktivitas FPI

Pemerintah Bubarkan dan Larang Aktivitas FPI
Desember 30
14:06 2020

VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud Md, mengumumkan melarang kegiatan yang mengatasnamakan organisasi Front Pembela Islam atau FPI.

Pengumuman ini disampaikan Mahfud Md, di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2020).

“Kepada aparat pemerintah pusat dan daerah, kalau ada organisasi yang mengatasnaakan FPI itu harus ditolak, karena legal standing-nya tidak ada, terhitung hari ini,” kata Mahfud.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Keputusan Bersama yang ditandatangani enam menteri dan lembaga, yaitu Mendagri, Menkominfo, Menkum HAM, Kapolri, Kepala BNPT, dan Jaksa Agung.

Adapun Mahfud menjelaskan, landasan pelarangan kegiatan FPI adalah bahwa sejak 21 Juni 2019 secara de jure, FPI telah bubar sebagai ormas.

“Tetapi sebagai organisasi FPi tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan dan bertentangan dengan hukum, seperti sweeping, razia, dan provokasi, dan sebagainya,” kata Mahfud.

Sementara itu, kata Mahfud, berdasarkan perundangan dan Putusan MK No 82 PUU 11/2013 tertanggal 23 Desember 2014, pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI.

“Karena FPI tidak lagi memiliki legal standing, baik sebagai ormas atau organisasi biasa,” tegas Mahfud (liputan6.com)

 



About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

BANNER Tahun Baru 2021

Kalender

Januari 2021
S S R K J S M
« Des    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Banner Pemprov sumsel

Karir Pad Widget

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort