Viva Sumsel

 Breaking News
  • Dua Jamaah OKUT Ditunda Berangkat VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Sebanyak 447 jamaah calon haji (JCH) Kloter 1 Embarkasi Palembang bertolak meninggalkan Bandara SMB II Palembang, Rabu (18/7), pukul 02.21 WIB. Dua jamaah asal OKU Timur terpaksa...
  • KPUD Terima Daftar Caleg Dari PKB VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Jelang H-1 penutupan pendaftaran Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, partai PKB menyerahkan berkas Bacaleg ke KPUD Muara Enim. Pada pukul 20.00 wib. Selasa (17/7/2018) Ketua DPC...
  • 2.484 Peserta Lolos USMB Unsri VIVA SUMSEL.COM, Palembang –  Seleksi Ujian Saringan Masuk Bersama (USMB) telah selesai dilakukan, tercatat dari 6.755 peserta yang ikut serta hanya 2.484 peserta yang lolos tes seleksi USMB Unsri. Hal...
  • Rekam Biometrik Rampung, Kloter 1 Embarkasi Palembang Siap Berangkat VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Sebanyak 449 jamaah calon haji (JCH) Kloter 1 Embarkasi Palembang asal Kabupaten OKU Timur dan Lubuklinggau saat ini sudah berada di Asrama Haji Palembang. Rencananya, mereka...
  • PTUN Palembang Gelar Sidang Perdana Gugatan Pencalonan HDMY VIVA SUMSEL.COM, Palembang  – Sidang perdana perihal gugatan perkara nomor 39/G/2018/PTUN.PLG yang diajukan Tim kuasa hukum RM Ishak yakni Alamsyah Hanafiah dan Partner digelar di PTUN Palembang,  Selasa (17/7). Dalam...

Politisi Golkar Ini Katakan Facebook Tak Perlu Ditutup

Politisi Golkar Ini Katakan Facebook Tak Perlu Ditutup
April 17
14:09 2018

VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Komisi I DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan manajemen Facebook Indonesia, Selasa (17/4). Dalam RDP, Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi menyampaikan tidak perlu menutup akses Facebook di Indonesia akibat penyalahgunaan data pengguna oleh pihak ketiga. Menurutnya penutupan Facebook bukan solusi

Apalagi, kata Bobby, bahwa kasus Cambridge Analytica di Amerika Serikat sudah atau belum terjadi, dan pihak Facebook menyatakan terjadi.

“Oleh karenanya, penggunaan platform Facebook sudah menyentuh sendi perekonomian usaha mikro masyarakat di Indonesia, selain hanya media sosial, tidak perlu sampai ditutup,” kata Bobby dalam RDP Komisi I dengan pihak Facebook, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/4).

Politikus Golkar ini meminta pemerintah perlu secepatnya membuat regulasi komersialisasi dan infrastruktur pengawasan yang andal. Facebook, kata dia, sudah mirip seperti ojek online yang sudah menjadi platform media ekonomi baru, yang belum ada 10 tahun lalu.

“Tantangan masa kini, harus diselesaikan dengan solusi masa kini. Menutup Facebook tanpa memiliki solusi, hanya akan menimbulkan kegaduhan domestik yang tidak perlu,” tegasnya.

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari menjamin, tidak ada kebocoran data dari sistem yang ada. Ia memastikan 87 juta data pengguna itu termasuk salah satunya Indonesia, adalah bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh pihak ketiga melalui aplikasi

“Tidak ada kebocoran data dari sistem Facebook sendiri. Ini bentuk pelanggaran pihak ketiga dan bentuk kegagalan kami. Dan kami minta maaf untuk kejadian tersebut,” kata Ruben saat rapat dengan Komisi I DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (17/4).

Menurutnya, sejauh ini pihaknya tengah meninjau kembali data-data yang disalahgunakan dan akan menyampaikan perkembangan terkini terkait peninjauan menyeluruh tersebut.

“Kami juga ingin sampaikan kembali bahwa Facebook tidak pernah menyetujui penggunaan data oleh Cambridge Analytica yang diperoleh dari aplikasi Dr. Kogan. Dr. Kogan dan Cambridge Analytica bertindak sebagai pengendali data pihak ketiga yang independen, dan menentukan tujuan dan cara memproses data yang mereka peroleh,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, Facebook mengakui bahwa terdapat 87 juta data yang dimungkinkan disalahgunakan oleh CA. Dari 87 juta data yang kebobolan, sebagian besar adalah pengguna Facebook dari Amerika Serikat atau sekitar 81,6 persen data disalahgunakan. Selain Amerika Serikat, ada beberapa negara termasuk Indonesia.

Indonesia masuk urutan ketiga data yang disalahgunakan. Sekitar 1,3 persen dari 87 juta. Di atas Indonesia, ada Filipina yang kemungkinan besar penyalahgunaan data pengguna dari negeri itu sekitar 1,4 persen. Selain ketiga negara itu di antaranya Inggris, Mexico, Kanada, India, Brasil, Vietnam, dan Australia. (merdeka.com)

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Kalender

Juli 2018
S S R K J S M
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Banner PLN

Marhaban Yaa Ramadhan

Karir Pad Widget

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort