Viva Sumsel

 Breaking News
  • Dua Jamaah OKUT Ditunda Berangkat VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Sebanyak 447 jamaah calon haji (JCH) Kloter 1 Embarkasi Palembang bertolak meninggalkan Bandara SMB II Palembang, Rabu (18/7), pukul 02.21 WIB. Dua jamaah asal OKU Timur terpaksa...
  • KPUD Terima Daftar Caleg Dari PKB VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Jelang H-1 penutupan pendaftaran Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, partai PKB menyerahkan berkas Bacaleg ke KPUD Muara Enim. Pada pukul 20.00 wib. Selasa (17/7/2018) Ketua DPC...
  • 2.484 Peserta Lolos USMB Unsri VIVA SUMSEL.COM, Palembang –  Seleksi Ujian Saringan Masuk Bersama (USMB) telah selesai dilakukan, tercatat dari 6.755 peserta yang ikut serta hanya 2.484 peserta yang lolos tes seleksi USMB Unsri. Hal...
  • Rekam Biometrik Rampung, Kloter 1 Embarkasi Palembang Siap Berangkat VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Sebanyak 449 jamaah calon haji (JCH) Kloter 1 Embarkasi Palembang asal Kabupaten OKU Timur dan Lubuklinggau saat ini sudah berada di Asrama Haji Palembang. Rencananya, mereka...
  • PTUN Palembang Gelar Sidang Perdana Gugatan Pencalonan HDMY VIVA SUMSEL.COM, Palembang  – Sidang perdana perihal gugatan perkara nomor 39/G/2018/PTUN.PLG yang diajukan Tim kuasa hukum RM Ishak yakni Alamsyah Hanafiah dan Partner digelar di PTUN Palembang,  Selasa (17/7). Dalam...

Satu Bom Aktif Masih Nempel di Paha Anak – Anak

Satu Bom Aktif Masih Nempel di Paha Anak – Anak
Mei 13
18:25 2018

VIVA SUMSEL.COM, Surabaya – Entah apa yang dipikirkan pelaku peledakan bom Surabaya atau bom bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) pagi.

Dia melakukan aksinya dengan sangat keji karena melibatkan dua anak. Dua anak itu ikut tewas, namun satu bom di paha masih aktif saat polisi mendatangi tempat kejadian perkara di GKI Jalan Diponegoro, salah satu lokasi sasaran bom Surabaya.

Menurut saksi mata bernama Tardianto, dia melihat seorang perempuan berjalan kaki memasuki area parkir GKI bersama anak-anak dan seorang balita. Perempuan itu mengenakan jaket warna hitam dan menggunakan pakaian berwarna gelap.

Tak lama, Tardianto mendengar ledakan keras. Perempuan dan anak-anak itu tergeletak, termasuk sekuriti gereja yang berjaga.

Namun, bom yang meledak ternyata belum semuanya. Polisi menemukan ada satu bom aktif yang masih nempel di paha anak. Belum diketahui, apakah itu anak korban atau bukan. Yang jelas, tim Jihandak (Penjinakan Bahan Peledak) langsung melepaskan bom itu dari paha anak yang tewas untuk diledakkan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dentuman ledakan bom itu terjadi tepat pukul 10.35 WIB dengan cukup keras. Peledakan dilakukan dengan menggunakan mobil kendaraan penjinak bom yang disiapkan oleh aparat kepolisian.

“Ini bom yang di anaknya. Insyaallah sudah tidak ada bom aktif lagi,” kata seorang petugas di lokasi.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, anak tersebut kemungkinan besar sudah tewas sebelum bom di pahanya diledakkan. Sebab, saat bom pertama meledak, anak itu terkena ledakan dan benturan dengan perempuan dewasa pembawa bom Surabaya tersebut. (liputan6.com)

 

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Kalender

Juli 2018
S S R K J S M
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Banner PLN

Marhaban Yaa Ramadhan

Karir Pad Widget

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort