Viva Sumsel

 Breaking News
  • Hadapi Libur Natal Dan Tahun Baru DAMRI Siapkan 96 Bus VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Dalam menghadapi liburan Natal dan tahun baru ini, Jasa angkutan transportasi darat Perum DAMRI telah menyiapkan 96 bus, yang terbagi dua yaitu 80 bus reguler dan...
  • Ekspor Karet Sumsel Turun 4,24 Persen VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Oktober 2018, sektor ekspor provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tercatat mengalami penurunan sebesar 4,24 persen jika dibanding bulan sebelumnya dari semula US$408,07 juta menjadi US$390,76 juta yang...
  • PT OKI Pulp Support UKW di Kabupaten OKI VIVA SUMSEL.COM, Oki – Ogan Komering Ilir I Pabrik kertas terbesar se Asia Tenggara, PT OKI Pulp and Paper Mills menyambut baik kegiatan Uji Kompetensi Wartawan di Kabupaten OKI yang...
  • Bangun Jaringan Bantuan Hukum Harus Ada Take And Give VIVA SUMSEL.COM Palembang – Dekan Fakultas Hukum Unsri Febrian mengatakan, Untuk mengatasi masalah hukum di dunia, pemerintah harus jeli dalam membangun jaringan bantuan hukum, seperti memberikan jaringan dan kualitas yang...
  • Mechanic Battle, Ajang Adu Skill Mekanik AHASS Palembang VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Astra Motor Sumsel menggelar Mechanic Battle, ajang adu skill antar mekanik AHASS di Kota Palembang. Bertempat di outdoor Transmart Palembang kegiatan ini diadakan untuk memeriahkan event...

Skateboarder Malaysia Dibully Atlet-Pelatih Indonesia Membela

Skateboarder Malaysia Dibully Atlet-Pelatih Indonesia Membela
Agustus 30
22:07 2018

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Membully seseorang karena alasan tak jelas, tentu tak tak dibenarkan. Tapi, siapa mampu menahan para Netizen yang maha benar ini? Berpulang pada hati nurani. Para pencinta skateboard Indonesia memberi dukungan penuh kepada atlet putri Malaysia Fatin Syahirah Roszizi yang mendapat hasil kurang memuaskan pada final Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City, Rabu (29/8).
Fatin jadi bulan-bulanan netizen Malaysia karena hanya menduduki posisi kedelapan pada final nomor street dengan nilai 5,4.

Setelah perlombaan usai, netizen Malaysia membanjiri kolom komentar akun media sosial remaja 16 tahun itu dengan kalimat bernada kecaman.
Ada yang menyebut Fatin memalukan kontingen Malaysia yang berlaga di Asian Games 2018. Ada juta yang menilai Fatin hanya menghamburkan uang negara dan waktu.

Kecaman demi kecaman dari netizen membuat Fatin memilih menghapus semua unggahannya di Istagram. Terhadap semua itu, ia hanya mengunggah 1 kata: Sorry. Fatin juga menambahkan lambang bendera Malaysia di belakang kata sorry.

Perlakuan yang diterima Fatin diangkat oleh beberapa media. Salah satunya adalah laman Stadium Astro yang mengunggah berita dengan judul Asian Games: Malaysian Skateboarder Deletes Instagram Post After Abuse.
Insan skateboard Indonesia sontak menunjukkan dukungan kepada remaja berjilbab itu.

Competition Manager Skateboard Asian Games 2018 Rico Pramono mengatakan,
Fatin adalah skateboarder yang memberikan dampak sangat besar bagi atlet wanita.

“Sebab, tidak banyak cewek yang berani main skateboard. Dia bisa jadi panutan buat cewek-cewek muda sekarang,” kata Rico, Kamis (30/8).

Ia menambahkan, saat ini bukan momen yang tepat menghakimi para atlet yang sudah berjuang di Asian Games 2018.

“Kita harus dukung 100 persen, bukannya malah mem-bully hasil akhirnya. Di balik hasil akhirnya ada banyak kerja keras, keringat, dan tangisan yang dia teteskan sebelum mengikuti event ini,” ujar Rico.

Pelatih timnas skateboard Indonesia Yudi Toengkagie juga tak mau ketinggalan menyatakan dukungannya kepada Fatin.

Menurut Yudi, Fatin tak layak dicaci meski gagal menjadi juara di Asian Games 2018.

“Fatin sudah memberikan yang terbaik. Poinnya adalah dia sudah mau tampil dengan percaya diri. Saya support dia. Dia akan menjadi skater andal. Semua orang pasti belajar, begitu juga dengan skateboarder. Keep skate, Fatin,” ujar Yudi.

Peraih medali perunggu dari cabang Skateboard, Pevi Permana Putra pun mendukung penuh perjuangan Fatin. Menurut Pevi, para netizen yang maha benar dan suci biasanya hanya melihat hasil akhir.

“Tolong dihargai bagaimana perjuangan atlet mulai dari ikut training center sampai hari-h, meninggalkan keluarga, sekolah pekerjaan, itu semua lihatlah. Apalagi seperti Fatin yang baru berusia 16. Kasihan sekali untuk mentalnya. Harusnya kan didukung, bukan dicerca. Atas nama atlet saya bicara, kita juga tak mau dapat perak atau perunggu. Kita maunya ya dapat emas, tapi semua proses berjalan ada yang sesuai target ada yang diluar. Jadi bukan kita mau seperti itu. Coba jadi atlet biar ikut merasakan. Seperti atlet kita Sanggoe Darma Putra juga yang akhirnya hanya meraih medali perak karna kalah beberapa detik. Ya itu bukan maunya Sanggoe. Dia mencoba trik yang lebih baik untuk meraih emas dengan hasil terbaik. Tapi kalau jalannya justru gagal ya apa boleh buat. Atlet sudah berusaha. Hargailah keringat dan jerih patah atlet. Kita juga manusia,” tutur Pevi. (anz).

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Banner Caleg DPRD Kota Palembang

Kalender

Desember 2018
S S R K J S M
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Banner PLN

Karir Pad Widget

Space Kosong

malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort