Viva Sumsel

Sri Edi Swasono : Dikte Asing Kian Hari Kian Nyata

 Breaking News
  • Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Muara Enim Tahun 2018 VIVA SUMSEL.COM. Muara Enim – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Muara Enim menggelar acara pawai  dalam rangka deklarasi kampanye damai pilkada serentak tahun 2018, Minggu (18/2/2018). Ribuan orang mengikuti...
  • Dedikasi KKBS 9 Bagi Siswa Tidak Mampu VIVA SUMSEL.COM,  Palembang – Alumni SMAN 9 Alumni SMAN 9 Palembang sepakat membentuk Yayasan Kerukunan Keluarga Besar SMAN 9 Palembang (KKBS 9). Tujuan didirikan Yayasan KKBS 9 ini untuk membantu...
  • Puteri Elvi Sukaesih Tersandung Kasus Narkoba VIVA SUMSEL.COM, Jakarta – Jajaran Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap Dhawiyah Zaida, putri dari pedangdut Elvi Sukaesih. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono...
  • Laris Manis, Makin Banyak Peminat Layanan Premium PLN VIVA SUMSEL.COM, Palembang  – Setelah sebelumnya, Selasa (13/2/2018) kemarin PDAM Tirta Musi Palembang resmi menjadi pelanggan Layanan Premium Silver  PT PLN (Persero) Area Palembang, hari Kamis (15/2/2018) pelanggan Premium PLN...
  • 410 Pelajar Sumsel Terima Beasiswa Conoco Philips VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Sebanyak 410 pelajar di Sumatera Selatan (Sumsel) mendapatkan beasiswa dari ConocoPhilips (Gresik) Ltd (CPGL) yang bekerjasama dengan Yayasan Ancora berkolaborasi dalam program beasiswa tahunan bagi mahasiswa...
Sri Edi Swasono : Dikte Asing Kian Hari Kian Nyata
Januari 27
22:30 2016

Viva Sumsel.com – Palembang, Dalam berbagai kesempatan Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa, Prof. Dr. Sri Edi Swasono selalu mengatakan Bangsa Indonesia jangan mau didikte oleh asing. Hal ini kembali disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Taman Siswa wilayah Sumatera Selatan, Lampung dan Bengkulu (SUMSELALU) di Palembang, Rabu, (27/1).

Menurutnya semakin lama dikte asing semakin jelas terasa dan pada akhirnya memperburuk keadaan di Indonesia dimana pembangunan di negeri ini selalu ada campur tangan asing.

“Taman Siswa sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan patriotisme tidak rela melihat hal itu terjadi,” ungkap Sri Edi Swasono.

Guru Besar Universitas Indonesia (UI) ini menambahkan, campur tangan ini tentu saja berdampak negatif bagi kehidupan berbangsa, Kekuatan asing yang berorientasi kapitalis malah menggusur orang-orang miskin bukan sebaliknya yakni menggusur kemiskinan.

“Dominasi asing kian terasa saja, ini bukti kita telah didikte asing, contohnya untuk kasus frepport,” bebernya.

Untuk Itu, kata Sri Edi menambahkan, Taman Siswa sebagai garda terdepan merasa berkewajiban menyadarkan kembali generasi muda untuk membangun nasionalisme dan tidak mudah didikte asing.

“Melalui rakerda inilah, Taman Siswa akan mencari pemimpin-pemimpin yang mampu menjalankan cita-cita luhur pendiri taman siswa sekaligus menolak dominasi asing,” tuturnya.

Rakerda yang berlangsung selama dua hari Rabu dan Kamis (27-28/1) tersebut, diikuti 150 orang dari puluhan cabang yang ada Sumsel Lampung dan Bengkulu. Acara berlangsung lancar dan khidmad.

Selain Rakerda dan penataran kader nusantar, Acara juga diisi dengan pemberian penghargaan Satyakarti 2015 Sumselalu kepada 6 orang yang sudah mengabdi di Tamansiswa selama 20 tahun.

Rakerda Tamansiswa tersebut berlangsung di seluruh Indonesia. Diawali dengan Sumatera Barat dan Riau (Subaria) di Padang Desember 2015, Jawa Barat – Jakarta Raya (Jabar Jaya) di Jakarta Desember 2015. Sementara Jawa Timur diselenggarakan di Malang Januari 2016, Jateng-DIY di Yogyakarta Januari 2016 dan terakhir Sumatera Selatan dan Bengkulu (Sumselalu) di Palembang Januari 2016. (anz)

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment