Viva Sumsel

 Breaking News

Tiba di Palembang, 10 Orang Eks Anggota Gafatar “Alergi” Media Massa

Tiba di Palembang, 10 Orang Eks Anggota Gafatar “Alergi” Media Massa
Januari 30
15:50 2016

Viva Sumsel.com – Palembang, Setelah melalui kesepakatan dan negosiasi alot 10 orang eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) akhirnya mau di pulangkan ke Palembang. Kepulangan mereka ini tentu disertai dengan beberapa syarat salah satunya tak mau di ekspos media massa.

Sekitar pukul 12.15, Sabtu, (30/1) pesawat yang membawa 10 orang eks Gafatar tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dari Boyolali, Jateng. Mereka dikawal oleh tim dari Dinas Sosial, Kesbangpol. Polisi dan TNI.

Usia mendarat di Palembang, mereka langsung dibawa menuju ke Panti Sosial Panti karya Harapan wanita di jalan Panti Sosial kelurahan kebun bunga kecamatan Sukarami Palembang. Sebelumnya mereka akan ditempat di gedung Trauma Center Jalan Letnan Murod talang ratu Palembang namun berubah karena mereka lebih memilih di lokasi ini.

Dari informasi yang dihimpun ke 10 anggota eks Gafatar tersebut terdiri dari 7 orang dewasa dan 3 0rang anak-anak. Adapun ketujuh orang dewasa tersebut adalah Ahmad Hanif, Zainal Abidin, M. Ainur, Anisa Humairah, Fatimah Hamidah dan Sukainah. Sementara tiga orang anak-anak adalah Daevani, Syarif Hamidah dan Anisa Haura.

Di lokasi penampungan, mereka di jaga ketat oleh satpol PP bahkan awak media pun dilarang untuk berkomunikasi dengan mereka. Selain itu memperlancar proses pembinaan kondisi ini juga sebagai bagian pemenuhan janji mereka untuk tidak di ekspos media.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinsos Provinsi Sumsel, Belman Karmuda menyampaikan permintaan maafnya kepada media. Jalan ini terpaksa ditempuh agar mereka mau dibujuk pulang ke Palembang.

“Aku sebelumnyo minta maaf dengan media karena tak biso meliput kedatangan mereka karena ini sudah ado perjanjian antara aku dengan dio (eks gafatar ; red) agar tidak di ekpos media massa,” ujar Belman.

Belman mengakui awalnya cukup sulit membujuk mereka pulang. Selain faktor malu, ekspos media yang terus menerus memberitakan Gafatar membuat mereka berfikir ribuan kali untuk pulang ke Palembang.

“Teknologi yang canggih mempermudah mereka mengakses berita, tak jarang diantara mereka memiliki gadget canggih dan perangkat itulah yang digunakan untuk mengetahui pemberitaan seputar Gafatar,” imbuh Belman.

Namun kata Belman menambahkan, usaha pihaknya bersama tim membuahkan hasil, setelah mau dibawa pulang dan ditempatkan dengan pengawalan ketat ditempatkan yang sudah disediakan mereka rencananya akan diberikan siraman rohani dan pencerahan. (anz).



About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Kalender

September 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Banner Pemprov sumsel

Karir Pad Widget