Viva Sumsel

 Breaking News

20,5 Juta Penduduk Belum Melakukan Perekaman E-KTP

20,5 Juta Penduduk Belum Melakukan Perekaman E-KTP
September 03
08:32 2016

Viva Sumsel.com – Jakarta, Di berbagai daerah, antusiasme masyarakat merekam data kependudukan untuk pembuatan E-KTP meningkat drastis.  Ini dipicu tenggat waktu yang dipasang pemerintah, 30 September 2016.

“Kalau biasanya (pemohon) 30 ribu sehari, sekarang itu 200 ribuan di seluruh Indonesia,” kata Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakhrulloh di Kantor Kemendagri, kemarin (2/9).

Meski demikian, Zudan memastikan, tenggat waktu 30 September dikeluarkan hanya untuk menarik minat masyarakat merekam E-KTP. Tanpa cara tersebut, pihaknya kesulitan untuk memaksa masyarakat.

“Biar terbiasa. Masyarakat perlu keluar dari zona nyaman. Ini terapi kejut,” imbuhnya.

Dengan demikian, isu terkait adanya sanksi bagi warga yang tidak merekam hingga batas akhir tersebut tidak benar. Sampai kapanpun, negara akan tetap memberikan pelayanan pencatatan kependudukan. Terlebih mobilitas data kependudukan cukup tinggi sehingga terus memerlukan pembaharuan. Meski demikian, pihaknya tetap meminta masyarakat yang belum melakukan perekaman untuk segera menyelesaikannya.

Sebab, saat ini, beberapa layanan fasilitas public seperti BPJS, Perbankan, atau kepolisian sudah mewajibkan penggunaan E-KTP. “Kalau gak rekam, ya masyarakat yang rugi sendiri,” tuturnya.

Meningkatnya antusiasme masyarakat, secara otomatis membawa dampak bagi ketersediaan blangko. Apalagi, blangko yang ada saat ini hanya menyisakan 2,1 juta. Lantas bagaimana solusinya? Zudan mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan lelang pengadaan blangko E-KPT sebanyak 12 juta.

“Dengan catatan tidak ada pemotongan anggaran yang signifikan,” jelasnya.

Namun kalaupun ada pemotongan, pihaknya tetap akan melakukan pengadaaan. Hanya saja, jumlahnya akan menyeseuaikan ketersediaan anggaran yang ada.

Untuk diketahui, dari total 182 juta wajib E-KTP, masih ada 20,5 juta penduduk yang belum melakukan perekaman. Padahal, E-KTP dibutuhkan bukan hanya untuk melakukan pendataan, melainkan juga untuk menjamin hak setiap warga negara.

Nah, pemerintah menargetkan, pada petengahan 2017 nanti, semua penduduk wajib E-KTP sudah bisa menyelesaikan proses perekaman.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tak menampik jika pemotongan anggaran sedikit mempengaruhi pengadaan blangko.

Namun pihaknya menjamin, jika dampaknya akan dibuat seminimal mungkin dengan cara menjadikannya sebagai prioritas. “Pengaruhnya kecil lah,” kata politisi PDIP tersebut. (jpnn)

 

 



About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Kalender

September 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Banner Pemprov sumsel

Karir Pad Widget