Viva Sumsel

 Breaking News

Dari Sumsel Untuk Yuyun

Dari Sumsel Untuk Yuyun
Mei 08
12:59 2016

Viva Sumsel.com – Palembang, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Sumsel mengecam pelaku pemerkosaan dan pembunuh Yuyun (14), seorang siswi di Bengkulu. Mereka mengutuk keras dan menyanyangkan hal ini kembali terjadi pada anak Indonesia. Aksi kecaman terhadap 14 pelaku dan solidaritas kepada Yuyun dilakukan dengan menyalakan lilin, membentangkan spanduk berwarna putih, mengumpulkan tanda tangan diatasnya dan memakai seragam warna putih serta membagikan mawar putih secara simbolis.

Selain di Palembang, Aksi kecaman dan solidaritas Yuyun juga dilakukan secara serentak di 13 kota lainnya seperti Bandung, Balikpapan, Bengkulu, Gorontalo, Padang Palangkaraya, Purwakarta, Jakarta, Kendari, Kupang, Kuningan, Makassar dan Mamuju, minggu, (8/5) pukul 08.00 waktu setempat.

Di Palembang, aksi dipusatkan di kawasan Kambang Iwak Familiy (KIF) Park, aksi diikuti puluhan anggota DPW PSI Sumsel.

Wakil Sekretaris DPW PS, Shalahuddin Al Khairi mengatakan, kasus kekerasan terhadap anak kerap kali terjadi bahkan tak jarang pula para pelakuknya lolos dari jeratan hukum yang memberatkan.

Khusus untuk khasus yang menimpa Yuyun, Kata Shalahudin menambahkan PSI seluruh Indonesia mendesak agar aparat hukum segera memproses kepada 14 pelaku ini termasuk segera menangkap 2 pelaku yang masih buron.

“PSI meminta agar aparat segera menuntaskan kasus ini, segera tangkap yang buron dan berikan hukuman yang seberat-beratnya atau jika perlu hukuman mati dan spanduk yang berisi tanda tangan dari 14 kota akan kami bentangkan di Rejang Lebong, Bengkulu sebagai bentuk keprihatinan PSI terhadap kasus yang menimpa siswi SMP 5 Satu Atap Padang Ulak Tanding ini” cetusnya.

Menurutnya, PSI tetap concern terhadap penegakan hukum kasus kekerasan terutama kekersan seksual terhadap anak termasuk juga kekerasan terhadap perempuan karena pada hakikatnya PSI didirikan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan yang selama ini terlupakan oleh kepentingan politik.

Hal yang sama dilontarkan oleh Fitri Risma (21) salah satu anggota PSI, mewakili kaum perempuan dirinya meminta pemerintah menindak tegas 14 pelaku pemerkosaan dan pembunuhan tersebut.

“Segera sahkan undang-undang kebiri kepada pelaku kejahatan seksual dan terapkan hukuman mati bagi ke 14 pelaku ini,” tegasnya.

Ia berharap jangan ada lagi Yuyun-Yuyun berikutnya, cukup sudah cerita miris dari Yuyun yang di Bengkulu ini namun jika hukum tak dapat ditegakkan dengan tegas maka bukan tidak mungkin harapan kaum perempuan Indonesia hanya sekedar harapan belaka yang tak tau kapan berujung. (anz)

 



About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Kalender

September 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Banner Pemprov sumsel

Karir Pad Widget