Viva Sumsel

 Breaking News

Mitra Kukar Kampiun Piala Jenderal Sudirman

Mitra Kukar Kampiun Piala Jenderal Sudirman
Januari 25
07:34 2016

Viva Sumsel – Jakarta ,  Hujan mengguyur kawasan Senayan, tepatnya di Stadion utama Gelora Bung Karno (GBK), sesaat sebelum pertandingan final Indonesian Championship Jendral Sudirman Cup 2015 berlangsung, Minggu (24/1). Meski begitu, grup band Slank dan Noah tetap tampil. Terjun payung dari TNI pun berjalan sebagaimana direncanakan.

Saat 11 pemain Mitra Kukar dan Semen Padang akan menginjak rumput jenis Zoysia Matrella GBK, tampak air menggenang. Ini sungguh bukan kondisi yang ideal untuk memulai pertandingan. Strategi bermain yang sudah dipersiapkan, bisa berubah 180 derajat karena kondisi ini.

Kondisi itu pun terbukti. Pada menit 33, Bagas Adi Nogroho membuat seisi GBK yang didominasi “Urang Awak” bergemuruh. Umpan tarik Irsyad Maulana ditanduk oleh pemain yang belum genap berusia 19 tahun itu. Semen Padang di atas angin. Piala bertitah kuning emas dengan siluet bentuk tubuh Jendral Sudirman itu sepertinya akan menuju Padang.

Tetapi tidak. Begitu Yu Hyun Goo diusir wasit Thoriq Alkatiri untuk kartu kuning keduanya, asa “Naga Mekes” mengembang. Dengan sabar dan tenang, Rizky Sanjaya Pellu dan kawan-kawan membangun dan menguasai jalannya pertandingan. Pada menit 78, gol yang ditunggu-tunggu masyarakat Tenggarong pun tercipta.

Sepak pojok Michael Orah dari jarak sekitar 25 meter berhasil masuk ke gawang Jandia Eka Putra. Padahal, kiper berambut gondrong itu sempat menepisnya. Saat itu, dalam tayangan televisi, tatapan mata beberapa pemain “Kabau Sirah” mulai terlihat kosong.

Akhirnya, tepat menit 88, Yogi Rahadian membuat Jafri Sastrak terperanjak dari posisi berdirinya. Pengguna nomor punggung 99 ini beraksi dengan tenang melewasi hadangan dua pemain, sekaligus melepaskan tendangan terarah ke pojok kanan gawang di antara gerakan tangan tangan Jandia dan halauan kaki bek Mohamadou Alhadji.

Penantian 84 tahun masyarakar Borneo, sejak bergulirnya Perserikatan pada 1931, akhirnya tercapai. Mitos bahwa tak akan tampil sebagai juara tim asal Kalimantan selama tampil di Jawa, pun terpatahkan. Jafri jadi arsitek di belakang kelas yang menerangkan skema, dan Zulkifli Syukur dan kawan-kawan bala tentaranya.

Mitos “Naga Mekes” yang bisa pergi kemana pun mengawal jiwa-jiwa masyarakat Tenggarong akhirnya sampai di GBK. Stadion termegah Indonesia berhias cincin emas ini disambangi sang naga sungai Mahakam itu. Dalam balutan hujan, dalam semangat menggelora, api pun menyala di GBK.

Selamat Mitra! Mulai tahun ini lengkap sudah posisi belantikan sepak bola Indonesia. Dari lima pulau terbesar, semuanya punya wakil jawara di pentas nasional. Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Papua, sudah punya “kesatria” sepak bola. Meski bukan kompetisi resmi, ini adalah sejarah.

Cikal bakal bagi sepak bola kalimantan untuk membuktikan eksistensinya. Membuktikan bibit-bibit terbaiknya bisa berbicara di pentas nasional. Tak hanya sebagai indivudu, tetapi juga sebagai satu kesatuan tim. Selamat “Naga Mekes”. (topskor.com)



About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Kalender

September 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Banner Pemprov sumsel

Karir Pad Widget