Viva Sumsel

 Breaking News

Persoalan Jual Beli Bangku Sekolah Kerap Mencuat Ketika Tahun Ajaran Baru

Persoalan Jual Beli Bangku Sekolah Kerap Mencuat Ketika Tahun Ajaran Baru
Juni 30
14:37 2016

Viva Sumsel.com – Palembang, Seolah seperti jamak terjadi, setiap tahun ajaran baru selalu mencuat kecurangan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sejumlah sekolah di kota Palembang baik itu tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) khususnya sekolah negeri. Kecurangan yang sangat terasa adalah adanya dugaan jual beli kursi, siswa-siswa titipan,penyuapan yang melibatkan oknum guru disuatu sekolah.

Padahal sudah jelas diatur dalam Peraturan Walikota Palembang nomor 10 tahun 2016 tentang teknis Penerimaan Peserta Didik Baru tingkat TK,SD,SMP,SMA dan SMK kota Palembang tahun ajaran 2016-2017 sekolah tidak diperbolehkan melakukan pungutan dalam bentuk apapun.

Seperti yang terjadi hari ini, Kamis, (30/6), sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Talang Kelapan bersama orang tua wali murid SMP menggelar demo atas ketidakpuasan sistem penerimaan siswa baru SMAN 22 Palembang, mereka mensinyalir proses PPDB di sekolah ini sangat borok dan penuh kecurangan. Mereka datang ke Kantor Setda kota Palembang guna meminta Walikota segera mengambil tindakan kongkrit mengatasi persoalan ini.

Koordinator lapangan aksi demo Aliasi Masyarakat Talang Kelapa, Hasby mengatakan indikasi ketidakberesan dalam proses PPDB di SMAN 22 Palembang ini bukan barang baru dan sudah lama tercium, sejak tahun lalu indikasi tersebut sebenarnya sudah ada dan kembali terulang di tahun ini.

“Yang paling kentara adalah adanya oknum guru yang meminta uang sebesar Rp 3 – 4 juta kepada wali calon siswa yang mendaftar di SMAN 22 Palembang agar siswa tersebut dapat melenggang mulus masuk kesekolah tersebut,” cetusnya.

Ia mengungkapkan, inilah yang menyebabkan seorang siswa lainnya menjadi tidak dapat masuk disitu dikarenakan kuota kursinya diambil oleh calon siswa yang menyogok tadi padahal tak jarang calon siswa yang “tersingkirkan” tersebut merupakan siswa berprestasi.

Maka dari itu, Kata Hasby melanjutkan, maksud kedatangannya ke Setda Pemkot Palembang adalah meminta Pemkot agar menginvestigasi terkait indikasi kecurangan PPDB di SMAN 22 Palembang, mengusut tuntas dan memecat oknum guru atau bahkan kepala sekolah yang terlibat permaian “kotor” ini.

Sementara, Salah satu siswa yang ikut berdemo, Tina Mariyama mengatakan ia bersama beberapa rekannya yang merupakan siswa berprestasi tidak lolos dan diduga kuat tidak lolosnya mereka dikarenakan ada calon siswa lain yang menyogok sehingga kouta kursi yang seharusnya diperuntukan bagi siswa yang lolos malah diberikan kepada oknum calon siswa penyogok tadi.

“Kami yakin nian penyebab idak lulusnya karena factor itulah, itu makonyo kami ingin menyampaikan aspirasi kami kepada pemerintah kota,” kata Tina yang merupakan alumni siswa SMPN 52 Palembang.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) kota Palembang, Ahmad Zulintho saat dikonfirmasi via ponsel mengatakan segera menindaklanjuti persoalan ini dan berkoordinasi dengan asisten III.

“Kita lihat dulu apa yang sebetulnya terjadi, maka dari itulah saya akan berkoordinasi dulu dengan asisten III dan kita lihat apa memang betul ada oknum –oknum guru yang nakal bermain disitu atau ada hal-hal lainnya,” tandasnya (anz).



About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Kalender

September 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Banner Pemprov sumsel

Karir Pad Widget