Viva Sumsel

 Breaking News

Tantangan Pengusaha Sawit Kini Beralih Pada Isu Sosial

Tantangan Pengusaha Sawit Kini Beralih Pada Isu Sosial
Desember 08
16:32 2016

VIVA SUMSEL.COM – Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi perkebunan kelapa sawit cukup besar. Saat ini, luas areal perkebunan kelapa sawit di Sumsel mencapai 1,1 juta hektar dengan kepemilikan 45 persen petani kebun.

Hal itu dikatakan Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Joko Imam Santosos dalam sambutanya saat melantik pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Sumsel di Hotel Arista Palembang, Kamis (8/12) Dijelaskannya saat  ini perkebunan kelapa sawit di Sumsel telah memberikan kontribusi besar dalam mensejahterahkan masyarakat.

“Capaian produksi CPO pertahunnya mencapai 2,85 juta ton, dan ini didukung oleh keberadaan pabrik pengolahan kepala sawit sebanyak 62 unit, dengan kapasitas terpasang 3,235 ton TBS per jam,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Joko, keberadaan kelapa sawit di Sumsel telah memberikan kontribusi besar dalam mensejahterakan rakyat. “Perkebunan kelapa sawit telah berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, pengembangan wilayah, perbaikan lingkungan pada lahan kritis dan penyediaan bahan baku bagi pemenuhan kebutuhan pangan dan non pangan,” tambahnya.

Joko juga mengatakan, Pemprov Sumsel juga tengah mempersiapkan hilirisasi minyak sawit di kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api-api.

“Dengan hilirisasi ini diharapkan Sumsel tidak hanya akan mengekspor produk CPO, tetapi juga produk turunannya seperti minyak goreng, mentega, deterjen, sabun, shampo, biodiesel, pelumas, biogas, bioetanol dan biolistrik. Semua bentuk industri sawit tersebut tentunya akan disertai dengan prinsip tata kelola sawit yang berkelanjutan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua GAPKI Sumatera Selatan, Hary Hartanto, mengungkapkan, Isu kerusakan lingkungan dan kesehatan yang disebabkan perkebunan kelapa sawit tidak lagi menjadi isu sentral dalam tantangan industri CPO melainkan dihadapkan pada isu sosial yang diakui mengancam keberlangsungan industri kelapa sawit.

Dihadapan para awak media, Harry mengatakan, isu eksploitasi anak dalam industri perkebunan dianggap tidak masuk akal. Keberadaan anak-anak di perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu bentuk kultur sosial masyarakat pedesaan yang membawa anaknya dalam bekerja dikebun.

“Masyarakat kita dipedesaan kan kebiasaannya membawa anak dalam bekerja seperti anak petani pergi ke sawah atau anak petani karet ikut ke kebun. Ini disalahgunakan dengan foto anak dikebun sawit yang seolah-olah dipekerjakan,” ujar Harry

Menurut Harry, isu negatif yang ditujukan pada usaha perkebunan kelapa sawit tidak lepas dari campur tangan pihak asing untuk mencegah berkembangnya peningkatan produksi CPO yang memiliki peran signifikan dalam mendorong perekonomian nasional. Oleh karena itu, GAPKI terus akan memberikan sosialisasi untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat untuk menangkal isu negatif yang semakin berkembang. (anz)



About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Loading

Kalender

Oktober 2021
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Banner Pemprov sumsel

Karir Pad Widget